ANALISIS KEBUTUHAN TULANGAN & BIAYA KOLOM DAN BALOK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) DI KECAMATAN BANDAR PERDAGANGAN KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA

Lenny Cindiah Sirait, Ellyza Chairina

Abstract


Balok dan kolom merupakan komponen struktur utama yang berperan menopang beban-beban yanga da pada suatu struktur gedung. Balok berfungsi sebagai rangka penguat horizontal bangunan, sedangkan Kolom berfungsi menyangga beban aksial tekan vertikal. Analisis kebutuhan tulangan untuk kolom dan balok penting dilaksanakan untuk mengantisipasi kelebihan dan kekurangan tulangan yang direncanakan. Analisis kebutuhan tulangan dilakukan pada Pembangunan Gedung Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di Kecamatan Perdagangan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara . Perhitungan kebutuhan tulangan dengan Bar Bending Schedule (BBS) yaitu suatu metode yang memuat daftar pola-pola pemotongan besi tulangan yang berfungsi untuk mengontrol pemakaian besi tulangan dan meminimalkan sisa material dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Hasil dari analisis volume kebutuhan tulangan pada kolom dan balok menggunakan sambungan konvensional adalah 51.830,89 kg, sedangkan hasil dari analisis volume kebutuhan tulangan pada kolom dan balok menggunakan sambungan kopler adalah 50.800,55 kg. Hasil perbandingan antara volume kebutuhan tulangan pada kolom dan balok menggunakan sambungan konvensional dan sambungan kolper adalah 2,02%. Hasil perhitungan kebutuhan biaya penulangan kolom dan balok menggunakan sambungan konvensional adalah Rp.896.674.397 sedangkan jika menggunakan sambungan kopler adalah Rp.878.853.486 Oleh karena itu dapat disimpulkan sambungan kopler lebih efisien untuk digunakan dibandingkan sambungan konvensional dari segi biaya.

Keywords


Kolom; Balok; BBS; Konvensional; Kopler

Full Text:

PDF

References


. Afiansyah, D. P. (2020). Analisis Durasi dan Biaya Pekerjaan Tulangan Kolom Menggunakan Sambungan Coupler dan Sambungan Konvensional pada Proyek Jakarta International Stadium. Institut Teknologi PLN.

. Ambarwati, Z. (2022). Perbandingan Performa Sambungan Lewatan dan Sambungan Mekanis (Coupler) Pada Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang. Universitas Islam Indonesia.

. Arthawan, I. M. Y. (2022). Analisis Kebutuhan Besi Tulangan Berbasis Optimasi waste Dengan Metode Bar Bending Schedule dan Pengaruhnya Terhadap Biaya Struktur Beton Bertulang. Politeknik Negeri Bali.

. Badan Standardisasi Nasional. (2019). Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung (SNI 2847 2019). Teknik Sipil, 694, 70–75.

. Chairul Munawar, M. (2014). Kajian Struktur Bangunan Gedung Politeknik Perkapalan ITS Dengan Sistem Plat dan Balok Biasa Konvensional Dibandingkan Sistem Struktur Flat Slab Dengan Drop Panel Ditinjau dari Estetika, Biaya dan Waktu. Teknik Sipil, 7(1), 83–92.

. Damanik, Y. (2019). Perhitungan Kebutuhan Tulangan, Sisa (Waste) Tulangan dan Biaya Tulangan Pada Pekerjaan Struktur Balok dan Kolom Proyek Apartemen Wahid Hasyim Residence Medan. Politeknik Negeri Medan.

. Dipohusodo, I. (1991). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung: (1st ed., Vol. 1). Yayasan LPMB.

. Ervianto, W. I. (2023). Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi: Vol. (1st ed.). Andi.

. Franklin Associates. (1998). Characterization of Building related Construction an Demolition Debris in USA: Vol. (I. TechLaw, Ed.; 1st ed.). William Turley.

. Illingworth, J. (2021). Waste in Construction Process (F. A. Amuze, Ed.; 1st ed., Vol. 3).

. Okta Candra Gunawan (2020).Perencanan Struktur Balok dan Kolom Gedung Perkantoran Empat Lantai. Universitas Muhammad Palembang

. Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat. (2018). PermenPUPR28-2018. Pengelolaan Barang Milik Negara, 3, 6–39.

. Nagapan, S., Abdul Rahman, I., & Asmi, A. (2012). Factors Contributing to Physical and Non-Physical Waste Generation in Construction Industry. International Journal of Advances in Applied Sciences, 1(1), 11–23. https://doi.org/10.11591/ijaas.v1i1.476

. Putra, S. A. S. (2016). Pengaruh Panjang Lewatan (Id) Dengan Sambungan Mekanis Persegi Enam Terhadap Kuat Tarik Baja Tulangan. Rekayasa Teknik Sipil, 03(03), 130–137.

. Saputra, P. D. (2020). Analisis Perbandingan Kualitas dan Biaya Penggunaan Mechanical Coupler Pada Knstruksi Pier Proyek MRT Jakarta CP 103A. Konstruksi Dan Material, 2(3), 171–181.

. Sinulingga, S. F. (2008). Perencanaa dan pengendalian produksi (1st ed., Vols. 5–6). Graha Ilmu.




DOI: https://doi.org/10.30743/jtsip.v3i2.10598

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Lenny Cindiah Sirait, Ellyza Chairina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.