PENGARUH BAHAN TAMBAH ADIKTIF BENZOIN TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON NORMAL

Waviqa Larasati Batubara, Yudha Hanova

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif benzoin terhadap kuat tekan beton normal. Benzoin merupakan senyawa organik yang berpotensi meningkatkan hidrasi semen dan mengurangi porositas beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi penambahan benzoin 0%, 5%, dan 10% dari berat semen. Benda uji berupa kubus beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 15 cm, yang diuji kuat tekannya pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan benzoin dengan campuran 5% maupun 10%  memiliki penurunan pada kuat tekan beton secara signifikan dibandingkan dengan beton tanpa benzoin. Namun peningkatan kuat tekan tertinggi terjadi pada penambahan benzoin 5% pada umur 28 hari, yaitu sebesar 13. Namun, penambahan benzoin 10% cenderung menurunkan kuat tekan beton. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan aditif benzoin dengan campuran 5% maupun 10% tidak dapat direkomendasikan dikarenakan tidak mencapai 25 Mpa sesuai SNI.


Keywords


Beton normal; benzoin; kuat tekan

Full Text:

PDF

References


. Mulyono,T., 2016, Teknologi Beton, Penerbit Andi,Yogyakarta

. Badan Standarisasi Nasional, 1990. Ukuran Butir Agregat (SK-SNI-T-15-1990-03). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standarisasi Nasional. 1991. SK SNI T-15-1991-03: Spesifikasi untuk pelaksanaan beton struktural menggunakan semen Portland. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standarisasi Nasional, 1979, Peraturan Beton Indonesia (PBI 1979). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standardisasi Nasional, 2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal (SNI 03-2834-2000). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 1989. Pedoman Spesifikasi Konstruksi Teknik Sipil (SK SNI S-04-1989-F). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standardisasi Nasional. 2008. SNI 1970:2008 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Bertulang. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

. ASTM International, 2018, Standard Specification for Concrete Aggregates (ASTM C33/C33M-18). West Conshohocken, PA: ASTM International.

. Badan Standarisasi Nasional, 2000, SNI 03-2834-2000: Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standarisasi Nasional, 2008, SNI 1972-2008: Metode Uji Slump Beton. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standarisasi Nasional, 2012, SNI 7656-2012: Spesifikasi Untuk Batasan-Batasan Gradasi Agregat Halus. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standarisasi Nasional, 2002, Persyaratan Tentang Air Untuk Campuran Beton (SNI 03-6861.1:2002). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Badan Standarisasi Nasional, 2002, Spesifikasi Agregat Halus Untuk Campuran Beton (SNI 03-6825:2002). Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

. Departemen Pekerjaan Umum, 1971, Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

. Mulyono, T., 2006, Teknologi beton. Yogyakarta: Andi.

. Ngabdurrochman, 2009, Teknologi Beton Ringan. Jakarta: Penerbit Andi.

. Tjokrodimuljo, K., 2007, Teknologi Beton. Yogyakarta : Jurusan Teknik Sipil, Faktulktas Teknik Universitas Gajah Mada




DOI: https://doi.org/10.30743/jtsip.v4i2.12948

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Waviqa Larasati Batubara, Yudha Hanova

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.