PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MARSHALL TEST MENGGUNAKAN CAMPURAN PASIR BESI DARI DAERAH TAKENGON SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS
Abstract
Pasir merupakan bahan alam yang tersedia sangat melimpah di Indonesia. Selama ini, pasir hanya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, padahal pasir banyak mengandung mineral berharga yang mengandung unsur besi, titanium, dan unsur lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri. Aceh dikenal sebagai provinsi yang kaya akan komoditas tambang, termasuk emas, perak, tembaga, dan nikel. Pemerintah Aceh telah menerbitkan data Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas mineral dan batu bara, termasuk izin untuk pasir besi (Dinas ESDM Aceh). Di Kabupaten Aceh Tengah, Kecamatan Atu Lintang, Desa Merah Muyang, terdapat pabrik pasir (crusher) yang menghasilkan pasir besi yang pemanfaatannya masih belum dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pasir besi sebagai agregat halus pada campuran aspal panas (Asphalt Concrete-Wearing Course atau AC-WC), mengetahui nilai stabilitas dan karakteristik Marshall pada campuran perkerasan AC-WC yang menggunakan pasir besi, serta memperoleh hasil pengujian Marshall pada campuran aspal AC-WC dengan variasi penggunaan pasir besi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengujian dilakukan dengan variasi kadar pasir besi sebesar 0%, 40%, 50%, 60%, dan 70%. Hasil penelitian menunjukkan nilai karakteristik Marshall yang meliputi Stability, Flow, Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), Voids Filled with Bitumen (VFB), Marshall Quotient (MQ), dan Bulk Density. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat Marshall Test di Laboratorium Jalan Raya pada campuran aspal AC-WC dengan aspal penetrasi 60/70, diperoleh nilai Marshall Quotient (MQ) untuk variasi campuran pasir besi sebesar 0% = 1035,22 kg/mm, 40% = 1134,26 kg/mm, 50% = 1094,00 kg/mm, 60% = 1339,00 kg/mm, dan 70% = 1633,00 kg/mm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, seluruh nilai Marshall Quotient telah memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan pasir besi sebagai bahan alternatif pada jenis perkerasan jalan lainnya dengan menganalisis karakteristik lain yang belum dikaji dalam penelitian ini.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
. Anies, Muh Kasim, Juwita Siraman, andAkrimawati Anju andaya, 2019, Studi Perencanaan Lapisan Permukaan Jalan Jenis Beton Aspal AC-WC dengan Pemanfaatan Limbah Plastik Pet sebagai
Bahan Tambah." Jurnal Teknik Sipil MACCA 4.2 ): 161-176.
. Firda, Ani, etal., 2022, Pengaruh Penambahan Plastik (PolyethyleneTerephthalate) Pada Campuran AC-WC (AsphaltConcrete–WearingCourse) Terhadap Karakteristik Marshall. Jurnal Deformasi 7.2: 127-144.
. Iqbal, I., Saleh, S. M., & Isya, M., 2018. Uji Marshall Terhadap Campuran Ac-Wc Dengan Substitusi Kolaborasi Limbah Pet Dan Sbb Ke Dalam Aspal Penetrasi 60/70. Jurnal Teknik Sipil, 1(3), 627-636.
. Rahayu, P., Rifqi, M. G., & Amin, M. S. U. 2021. Pengaruh Penambahan Plastik Tipe PET (PolyethyleneTerepthalete) Terhadap
Campuran Laston ACWC. Journal Of Applied Civil Engineering And
Infrastructure Technology, 2(1), 1-5.
. Suprayitno, Suprayitno, etal., 2019, Studi Penggunaan Variasi Campuran Meterial Plastik Jenis High Density Polyethylene (Hdpe) Pada Campuran Beraspal Untuk Lapis Aus Ac-Wc (Asphalt Concrete Wearing Course). Paduraksa: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa 8.2 (2019): 222-233
. Suhardi, Suhardi, Priyo Pratomo, and Hadi Ali., 2016, Studi Karakteristik Marshall Pada Campuran Aspal Dengan Penambahan
Limbah Botol Plastik. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain 4.2 : 284-293
DOI: https://doi.org/10.30743/jtsip.v5i1.14030
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Marwan Lubis, Ronal HT. Simbolon, Renaldy Ghufrananda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





