PENGUJIAN SLAG NIKEL SEBAGAI PENGISI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON

Indri Anjani, Ellyza Chairina


Abstract


Beton merupakan materi bangunan yang paling banyak digunakan dalam kegiatan konstruksi, baik digunakan dalam bangunan gedung, jalan maupun konstruksi bangunan air. Perkembangan jaman yang membuat kebutuhan komponen meningkat setiap tahun, yang mana membutuhkan material beton dari alam seperti agregat kasar batu pecah. Penelitian ini mencoba menggunakan slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus pada komposisi beton yang bertujuan mengetahui dasar penggunaan slag nikel terhadap beton, dan mengetahui kuat tekan beton dengan menggunakan slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus pada beton K300. Penelitian ini mengunakan komposisi slag nikel sebesar 6% dan 8% dengan pengujian 14 dan 28 hari untuk mendapatkan perbandingan mutu beton setiap variasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada laboratorium, penggunaan slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus telah memenuhi persyaratan yang disyaratkan, dimana beton dengan slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus dengan komposisi 8% mendapatkan rata-rata kuat tekan sebesar 25,78 MPa, beton dengan slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus dengan komposisi 6% mendapatkan rata-rata kuat tekan sebesar 25,81 MPa, dan beton tanpa slag nikel mendapatkan rata-rata sebesar 26,16 MPa, ini telah memenuhi persyaratan beton K300 yang di syaratkan Standar Nasional Indonesia yaitu sebear 25
MPa

Keywords


Beton, Agregat, Slag Nikel, Kuat Tekan

Full Text:

PDF

References


Ahmad Rifqi Asrib dan Arjonsyah. 2019. Pembangunan Struktur Bangunan Air Menggunakan Limbah Slag Nikel. Seminar Nasional Universitas Negeri Malang.

Badan Standardisasi Nasional. 1989. Pedoman Spesifikasi Konstruksi Teknik Sipil (SK SNI S-04-1989-F). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Candra, A. I., & Siswanto, E. 2018. "Rekayasa Job Mix Beton Ringan Menggunakan Hydroton dan Master EASE 5010." Jurnal Civilla, 3(2), 162–165.

Dwi, Agil Krisna, Sigit Winarto, dan Ahmad Ridwan. Penelitian Uji Kuat Tekan Beton dengan Memanfaatkan Limbah Ampas Tebu dan Zat Aditif Sikacim Bonding Adhesive. Universitas Kadiri, Kediri, Jawa Timur.

Departemen Pekerjaan Umum. 1971. Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971) N.I.-2. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Laboratorium Beton Teknik Sipil. Buku Pedoman Praktikum Beton. Fakultas Teknik Komputer, Universitas Harapan Medan.

Mulyono, T. 2004. Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi.

Badan Standardisasi Nasional. 2011. SNI 03-1974-2011: Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 2000. SNI 03-2834-2000: Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 2002. SNI 13-6717-2002: Tata Cara Penyiapan Benda Uji dari Contoh Agregat. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 1990. SNI 03-1974-1990: Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Tjokrodimuljo, K. 1996. Teknologi Beton. Yogyakarta: Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Badan Standardisasi Nasional. 2008. SNI 03-1972-2008: Cara Uji Slump Beton. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.




DOI: https://doi.org/10.30743/jtsip.v5i1.14031

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Indri Anjani, Ellyza Chairina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.