ANALISIS PENGARUH BAHAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM TERHADAP PERCEPATAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PSC 119 DI KAB. DELI SERDANG

Dirga Nusantara, Yusrizal Lubis


Abstract


ekisting konvensional masih menjadi pilihan mayoritas pelaksana industri konstruksi di Indonesia. Sementara, penggunaan bekisting jenis ini tidak ramah lingkungan karena tidak hanya menghabiskan sumber daya kayu, tetapi juga menyisakan limbah konstruksi yang cukup banyak. Teknologi dan inovasi di bidang konstruksi terus berkembang seiring dengan perubahan zaman, salah satunya yaitu bekisting aluminium. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor preferensi kontraktor dalam menggunakan metode bekisting aluminium pada pembangunan gedung di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan bekisting plat lantai konvensional dengan metode bekisting aluminium. Permasalahan dari penelitian ini adalah pekerjaan plat lantai bekisting lantai 2 dan 3 pada gedung PSC 119 di Kab. Deli Serdang. analisis biaya dan waktu pekerjaan bekisting dihitung berdasarkan data olahan yang diperoleh langsung dari
proyek atau dari referensi. Didapatkan selisih biaya pelaksanaan pekerjaan plat lantai antara metode konvensional dan metode aluminium adalah Rp. 32,374,950.00 atau metode konvensional lebih murah dari pada metode bekisting aluminium. Sedangkan waktu pengerjaan bekisting konvensional untuk menyelesaikan pekerjaan
plat lantai lebih lama 2 hari, sedangkan bekisting aluminium lebih cepat 2 hari dibandingkan dengan metode bekisting konvensional.

Keywords


Bekisting, Plat Lantai , Biaya, Waktu, Aluminium

Full Text:

PDF

References


Sagel, R., Kole, P., & Kusuma, G. 1997. Kualitas Bekisting Ikut Menentukan Bentuk dan Rupa Konstruksi Beton.

Guntoro. 2020. Analisis Perbandingan Nilai Ekonomis Bekisting Multiplek dan Bekisting Tegofilm pada Pelat Balok.

Soeharto, I. 1999. Manajemen Proyek: Dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta: Erlangga.

Kerzner, H. 1982. Project Management: A Systems Approach to Planning, Scheduling, and Controlling. New York: Van Nostrand Reinhold.

Knutson, J., & Bitz, I. 1991. Project Management: How to Plan and Manage Successful Projects.

Sitanggang, Nathanael, dkk. 2019. Manajemen Proyek: Suatu Keahlian, Peralatan, dan Proses Manajemen yang Diperlukan untuk Kesuksesan Suatu Proyek.

Sitanggang, Nathanael, dkk. 2019. Pengantar Konsep Manajemen Proyek.

Kamaruzzaman, Findy. 2012. Studi Keterlambatan Proyek Konstruksi.

Adhy. 2004. Siklus Proyek Konstruksi. Jurnal.

Clough, R. H., & Sears, G. A. 1991. Manajemen Waktu Proyek: Proses Merencanakan, Menyusun, dan Mengendalikan Jadwal Kegiatan Proyek.

Clough, R. H., & Sears, G. A. 1991. Construction Project Management.

Budiarto, Aditya. 2019. Implementasi Manajemen Proyek dengan Metode Critical Path Method (CPM). Jurnal.

Ervianto, W. I. 2005. Pengendalian Proyek dengan Metode Keseimbangan Garis. Jurnal.

Srisinto. 2020. Pengendalian Pelaksanaan Proyek. Jurnal.

Susanto. 2009. Proyek Merupakan Kegiatan yang Mempunyai Karakteristik Berbeda dengan Aktivitas yang Bersifat Rutin.

Almukabir, Muhammad Romadinu, & Fitri, R. 2019. Analisa Biaya Optimal Penggunaan Bekisting Kumkang Dibandingkan dengan Metode Konvensional pada Proyek The Ayoma Apartment Tangerang Selatan. Bandung: Politeknik Negeri Bandung.

Budisuwanda. 2011. Green Construction: Menghemat Kayu untuk Bekisting. Diakses dari Manajemen Proyek Indonesia.

Dong, F. 2016. "Study on the Green Construction Technology Model of Aluminum Alloy Formwork Based on Multi-Factor Coupling." Chemical Engineering Transactions, 55, 271–276.

Firdaus, A. 2020. Analisis Perbandingan Bekisting Pelat Lantai Metode Table Form dengan Metode Aluminium Formwork pada Proyek Menara BRI Gatot Subroto.

Gazali, A. 2018. Alform Effect: Perubahan Paradigma untuk Efektivitas Pelaksanaan Proyek Gedung.

Ihsan, R. I. 2020. Analisis Perbandingan Waktu dan Biaya Bekisting Metode Konvensional dengan Metode Aluminium Formwork pada Proyek Bess Mansion Surabaya.

Husen, A. 2009. Manajemen Proyek: Perencanaan, Penjadwalan, dan Pengendalian Proyek.

Ismail, H. 2003. Analisis Komparasi Bekisting Konvensional dengan Bekisting Sistem Ditinjau dari Segi Pembiayaan dan Jumlah Tenaga Kerja. Tugas Akhir. Universitas Islam Indonesia.

Kelirey, J. 2017. Analisis Perbandingan Biaya Bekisting antara Bekisting Multiplek dan Bekisting Tegofilm untuk Gedung Berlantai Banyak. Tugas Akhir. Universitas Islam Indonesia.

Kind, K. 2017. Sistem Formwork Aluminium: Penyedia Solusi Formwork Total! Dalam Nawy, E. G. (2008). Concrete Construction Engineering Handbook. Florida: Taylor & Francis.

Supriyatna, Y. 2016. Penggunaan Aluminium Formwork Punya Peluang Besar di Pasar Konstruksi Indonesia. Wawancara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 24 Mei 2016.




DOI: https://doi.org/10.30743/jtsip.v5i1.14032

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Dirga Nusantara, Yusrizal Lubis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.