Perbandingan pemberian bahan organik terhadap pertumbuhan, produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) dan P tersedia pada tanah subsoil Ultisol

Irfan Firmansyah, Chairani Siregar, Rahmad Setia Budi

Sari


Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati dan komoditas pertanian penting Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pemberian bahan organik terhadap pertumbuhan, produksi tanaman kedelai, dan P tersedia tanah subsoil Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan Johor. Ketinggian tempat ± 25 mdpl, dengan topografi datar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diteliti yaitu perbandingan bahan organik dan varietas yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian perbandingan bahan organik 3 kg/polibeg kompos jerami padi + 2 kg/polibeg kompos kotoran sapi + 5 kg tanah mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produksi kedelai serta kandungan P-tersedia tanah subsoil Ultisol. Varietas kedelai yang mampu tumbuh dan produksi lebih baik adalah varietas Deja 1 dibandingan varietas Anjasmoro dan Dega 1. Interaksi perlakuan antara perbandingan bahan organik 3.5 kg/polibeg kompos jerami padi + 1.5 kg/polibeg kompos kotoran sapi + 5 kg tanah dengan varieta Deja 1 mampu meningkatkan jumlah polong kedelai, sedangkan interaksi perlakuan antara perbandingan bahan organik 3.5 kg/polibeg kompos jerami padi + 1.5 kg/polibeg kompos kotoran sapi + 5 kg tanah dengan varietas Dega 1 mampu meningkatkan kandungan P-tersedia tanah subsoil Ultisol.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adie M.M., Krisnawati A. 2016. Biologi Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang. Hal 52-63.

Adimihardja, A., Juarsah, I., Kurnia, U. 2000. Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis dan Takaran Pupuk Kandang Terhadap Produktivitas Tanah Ultisol Terdegradasi di Desa Batin, Jambi. Hlm 303-319 dalam Prosiding Seminar Sumberdaya Lahan, Iklim, dan Pupuk. Buku II. Lido, 6-8 Desember 1999. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Litbang Pertanian. Bogor.

Adisarwanto. 2013. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal. 8-16.

BPBPI. 2009. Kandungan Jerami Padi. Serial Online (http://isroi.com/pemanfaatan-jerami-padi-sebagai-pupuk-organik/html). Diakses pada Tanggal 14 Desember 2018. Pukul 09:30 WIB. Medan.

BPS. 2014. Produksi Tanaman Kedelai di Sumatera Utara. (Jurnal). Jurusan Agroteknologi FP USU 5(2).

BPS. 2017. Produksi Tanaman Kedelai di Sumatera Utara. Serial Online (http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/09/30/320633/produksi_kedelai_sumut_capai_8_618_ton/). Diakses Pada Tanggal 16 Desember 2018. Pukul 08:35 WIB. Medan.

Bertham, R.Y.H. 2002. Respon Tanaman Kedelai Terhadap Pemupukan Fosfor dan Kompos Jerami Pada Tanah Ultisol. Jurnal ilmu-ilmu pertanian indonesia. 4(2): 78-83.

Darmawan, R., Adiwirman, Dini, R.I. 2017. Aplikasi Kompos Jerami Padi Dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill). (Jurnal). Fakultas Pertanian Universitas Riau. 5(2).

Departemen Pertanian. 2009. Kompos Jerami Padi. Serial Online (http://isroi.com/pemanfaatan jerami padi sebagai pupuk Organik/html). Diakses Pada Tanggal 14 Desember 2018. Pukul 23:27 WIB. Medan.

Departemen Pertanian. 2014. Respons Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai. (Jurnal). Jurusan Agroteknologi FP USU 5(2).

Fitriatin, B.N., Yuniarti, A., Turmuktini, T., Ruswandi, F.K.. 2014. The effect of phosphate solubilizing microbe producing growth regulators on soil phosphate, growth and yield of maize and fertilizer efficiency on Ultisol. Eurasian J. of Soil Sci. Indonesia: 101-107.

Hanafiah, A.K. 2010. Dasar-dasar Ilmu Tanah, Jakarta. Rajawali Pers. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2002. Ilmu Tanah. Akademika Presindo, Jakarta.

Hartatik, Widowati, 2016. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Serial Online (file:/C:/Users/Acer/Documents/CyberLink/literatur/Pupuk_Organik_dan_Pupuk_Hayati.pdf). Diakses Pada Tanggal 12 Desember 2018. Pukul 24:08 WIB. Medan.

Melati, M., Andriyani, W. 2005. Pengaruh pupuk kandang dan pupuk hijau Calopogonium mucunoides terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai panen muda yang dibudidayakan secara organik. Bul. Agron. 33(2): 8-15.

Nursyamsi, D. 2006. Kebutuhan hara kalium tanaman kedelai. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 6(2): 71-78.

Riawati, Rasyad, A., Wardati. 2016. Respon empat varietas kedelai (Glycine Max (L).Merril) terhadap pemberian beberapa dosis pupuk fosfor. Jurnal Jurusan Agroteknologi FP Universitas Riau, 3(1).

Subagyo, H., Suharta, N., Siswanto, A.B. 2000. Tanah-tanah pertanian di Indonesia. Hal. 21-66 dalam Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Susanto, G.W.A., Nugrahaeni, N. 2017. Pengenalan dan karakteristik varietas unggul kedelai. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi: 1-2.

Tisdale, S.L., Nelson, W.L., Beaton, J.D. 1993. Soil fertility and fertilizers. MacMillan Publishing Company. New York.




DOI: https://doi.org/10.30743/agr.v8i1.2511

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.