Uji efektivitas jamur endofit tanaman karet asal kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati penyakit gugur daun (Colletotrichum gloeosporides) pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.)

M. Firdaus, Syamsafitri Syamsafitri, Murni Sari Rahayu

Sari


Penyakit karet telah mengakibatkan kerugian ekonomis dalam jumlah miliaran rupiah dan salah satu penyakit tanaman karet yang penting adalah penyakit gugur daun (C. gloeosporioides). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas spora dan metabolit  jamur endofit tanaman karet kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati pengendalian penyakit gugur daun C. gloeosporioides pada tanaman karet dan untuk mengetahui interaksi antara jenis jamur dan metode aplikasi spora dan metabolit asal kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati penyakit gugur daun C. gloeosporioides pada tanaman Karet. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penelitian Karet Sei Putih, Kecamatan Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara dari Februari-April 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial diulang sebanyak 3 kali dengan jenis endofit dan metode aplikasi sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jamur endofit asal kebun Bandar Betsy sebagai agens hayati penyakit gugur daun C. gloeosporioides efektif menurunkan kejadian penyakit gugur daun sebesar 53.15% dengan perlakuan jamur endofit berasal dari klon karet RRIM 901 dengan aplikasi metabolit (E2M2) dan intensitas penyakit 2,56% dengan perlakuan jamur endofit berasal dari klon karet RRIM 931 dengan aplikasi metabolit (E1M2).

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agrios, G.W. 2005. Plant Patholgy. Fifth Edition. Elsevier Academic Press. USA. 922 p.

Anonimus, 2010. Ekologi Jamur Colletotrichum gloeosporides (Http;//Wikipedia.org/wiki/gejala.html) diakses pada tanggal 17 Desember 2018 pukul 20.00 Wib.

Dinas Perkebunan, 2013. Perkebunan Karet Sumatera Utara. Medan.

Deptan, 2003. Penyakit Gugur Daun (Http;//Wikipedia.org/wiki/gejala.html) diakses pada tanggal 28 Desember 2018 pukul 15.00 Wib.

Deshapriya, N dan Thambugala, T.A.D.P. 2009. The sole of colletotrichum species of the Colletotrichum leaf disease of Hevea brasilliensis-Priminary Study. Noth Sei Sri Langka 37(2): 135-138.

Heru, D. dan Agus, A. 2008. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet. PT Agri Media Pustaka. Jakarta Selatan.

Hidayah, N.T. 2007. Potensi Kultur Jaringan Endofit Sebagai Pemacu Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet (Http;//balitsp.com/jurnal-penelitian-karet-vol-32-thn-2007-html) Diakses pada tanggal 15 Desember 2018 pukul 08.00 Wib.

Judawi, S.D. Halomoan L dan Retno B.S. 2006. Pedoman Pengendalian Tanaman Karet. Direktoral Jendral Perkebunan Departemen Pertanian. Jakarta.

Nurhaimi. 2003. Kemiringan genetik klon karet (Hevea brasilliensis Muell. Arg.) berdasarkan metode Amplified Fragment Length Polymorphism (AFPL). Jurnal Menara Perkebunan 7(1): 1-15.

Sinaga, M.S. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tanaman. Edisi ke-2. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tistama, R., Nogroho, P.A. 2007. Mikrobia potensial untuk perkebunan karet. Warta Perkaretan 26(1): 40-51.

Tim Penulis PS. 2008. Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Karet. Penebar Swadaya. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.30743/agr.v8i1.2513

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.