Pengaruh ekstrak kasar biji sirsak (Annona muricata Linn) terhadap hama kepik penghisap polong (Nezara viridula Linnaeus) (Hemiptera; Pentatomidae) pada tanaman kedelai (Glycine max L. Merr.)

Abdi Abdillah Manullang, Asmanizar Asmanizar, Diapari Siregar

Sari


Kedelai adalah sumber protein nabati utama dan kepik hijau (Nezara viridula) (Hemiptera: Pentatomidae) merupakan serangga yang sering menyerang tanaman kedelai. Saat ini upaya untuk mengurangi serangan kepik hijau (N. viridula) masih banyak digunakan insektisida kimia sintetis. Penggunaan insektisida kimia sintetis dalam usaha pengendalian kepik hijau dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan lingkungan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar biji sirsak terhadap hama kepik penghisap polong pada tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial enam ulangan dengan ekstrak kasar biji sirsak sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kasar biji sirsak mampu mengendalikan serangan hama kepik penghisap polong pada tanaman kedelai. Konsentrasi ekstrak biji sirsak 0.5% dan 0.25% mampu menyebabkan mortalitas hama kepik penghisap polong pada tanaman kedelai berturut-turut 100% dan 76.7%.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


[BPS] Badan Pusat Statistika. 2016. Dalam http://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/871.php. Diakses 19 Februari 2019.

Correra-Ferreira, B.S., Azevedo, J. 2002. Soybean seed damage by different species of stink bugs. Agric. & Forest Entomol. 4:145-152.

Kardinan, A. 2001. Pestisida Nabati, Ramuan dan Aplikasi. Cet, ke-2. PT Penebar Swadaya, Jakarta. Halaman 80.

Kardinan, A. 2005. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Agromedia Pustaka, Depok.

Koswanudin, D. 2010. Insektisida Biorasional Untuk Mengendalikan Hama Kepik Hijau (Nezara viridula) pada Kedelai. Inovasi Teknologi untuk Pengembangan Kedelai Menuju Swasembada: Prosiding Seminar, Balitkabi. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. ISBN 978-979-1159-8-7.

Maryani, I. 1995. Toksisitas Ekstrak Kasar Biji Sirsak (Annona muricata Linn.) dan Daun Saliara (Lantana camara Linn.) secara Tunggal Maupun Campurannya terhadap Larva Spodoptera exigua Hubner (Lepidoptera: Noctuidae) pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum Linn.) di Laboratorium, Tesis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.

Prayogo, Y., Tengkano. 2004. Upaya mempertahankan keefektifan cendawan entomopatogen untuk mengendalikan hama tanaman pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 24(4).

Radiyanto, I., Sodiq, M., Nurcahyani, N.M. 2010. Keanekaragaman serangga hama dan musuh alami pada lahan pertanaman kedelai di Kecamatan Balong-Ponorogo. Jurnal Entomology Indonesia, 7(2): 116-121.

Setyawaty, D. 2002. Studi pengaruh ekstrak daun sirih (Piper batle Linn) dalam pelarut aquades, etanol dan metanol terhadap perkembangan larva nyamuk culex quinquefasciatus. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

Wiratno. 2011. Efektifitas Pestisida Nabati Berbasis Minyak Jarak Pagar, Cengkeh, dan Serai Wangi terhadap Mortalitas Nilaparvata Lugens Stahl. In: Semnas Pesnab IV. Jakarta, 15 Oktober 2011: 19-28.

Yanuwiadi, B., Amin, S.L., Hiasinta, G.M., Fathoni, Bedjo. 2013. Potensi Ekstrak Daun Sirsak, Biji Sirsak dan Biji Mahoni untuk Pengendalian Ulat Grayak (Spodoptera litura L.) Jurnal Universitas Brawijaya, Malang dan Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang.




DOI: https://doi.org/10.30743/agr.v8i1.2552

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.