Pengaruh lama fermentasi dan dosis ragi terhadap kadar bioetanol pada fermentasi limbah tapioka padat kering

Mahyu Danil

Sari


Upaya minimalisasi limbah dari proses pembuatan tepung ubi kayu salah satunya dengan memanfaatkan kembali limbah. Etanol dapat diperoleh melalui konversi biomasa seperti serealia, umbi akar dan molase dengan menggunakan teknologi fermentasi dan oleh aktivitas mikroba. Limbah onggok ketela pohon sebagai sisa pembuatan tepung topioka dianggap kurang berguna bagi masyarakat, karena nilai ekonomisnya yang masih rendah dan pemanfaatannya belum optimal. Masih adanya beberapa kandungan nutrisi di dalam limbah onggok, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai bahan alternatif pembuatan alkohol. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial tiga ulangan dengan waktu fermentasi dan dosis ragi sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar etanol, densitas, dan rendemen bioethanol terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 9 hari dan dosis ragi 30 g/150 g.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Crueger, W., Crueger, A. 1984. Biotechnologi. A Textbook of Industri Micrologi. Sunderlan Sinaver Associates. Inc

Cotton, F.A., Geoffery, W. 1989. Dasar- Dasar Kimia Anorganik. Penerjemah Suharto pendamping R.A. Koestor. UI- Press, Jakarta.

Desrosier, 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Penerjemah M.Mulyohardjo. UI-Press. Jakarta.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rahman, A. 1989. Pengantar Teknologi Fermentasi. PAU IPB . Bogor.

Rahmad, Rukmana, Yuniarsih. 2001. Aneka Olahan Ubi Kayu.Kanisius.Yogyakarta.

Rahmawati, D. 2004. Uji Kemampuan Fermentasi Star Haploid (Saccharomyces cerevisiae) Hasil Rekayasa pada Cairan Buah Belimbing Manis (Averhoa carambola). Skripsi FKIP Biologi. UMS.Surakarta.

Restiani, E.S. 2005. Perancangan Pabrik Etil Alkohol dan Tapioka Kapasitas 70.000 ton pertama. Skripsi Teknik Kimia. UMS. Surakarta.

Said, G. 1987. Bioindustri Penerapan Teknologi Fermentasi Edisi 1. Mediatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Schlegel, H.G. 1994. Mikrobiologi Umum. Universitas Gadjah Mada press. Yogyakarta.

Sosrosoedirdjo, R.S. 1992. Bercocok Tanam Ketela Pohon . Yasaguna. Bogor.

Tarwotjo, S. 1998. Dasar-Dasar Gizi Kuliner. Grasindo. Jakarta.

Widianarko, B. 2002. Teknologi Nutrisi dan Keamanan Pangan. Gramedia Widasarana Indonesia. Jakarta.

Zubaidah, E. 1998. Teknologi Pangan Fermentasi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Malang




DOI: https://doi.org/10.30743/agr.v8i1.2591

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.