Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Bio-Laksa dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Ketan (Zea mays ceratina L)

Ishaq Amir Nasution, Mindalisma Mindalisma, Chairani Siregar

Abstract


Jagung pulut (Zea mays ceratina) termasuk jenis jagung khusus yang makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Balai Benih Induk Palawija Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember 2019 sampai Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk hayati bio-laksa dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung ketan. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu pupuk hayati bio-laksa dan jarak tanam. Faktor pertama yaitu: pemberian pupuk hayati bio-laksa terdiri dari 4 taraf yaitu : B0 (kontrol), B1 (2 ml/200 ml air/plot), B2 (4 ml/200 ml air/plot), dan B3 (6 ml/200 ml air/plot). Faktor kedua yaitu:jarak tanam terdiri dari 3 taraf yaitu : J1 (50 cm x 25 cm), J2 (40 cm x 40 cm), dan J3 (50 cm x 40 cm). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman,diameter batang, diameter tongkol, bobot tongkol berklobot, dan bobot tongkol tanpa klobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati Bio-laksa berpengaruh nyata dan mampu meningkatkan seluruh parameter baik itu pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung kecuali diameter tongkol.

Full Text:

PDF

References


Aisyah D. , S. Tien Kurniatin, S. Maryam. 2006. Kesuburan Tanah dan Pemupukan.Jurusan Ilmu Tanah Faperta Unpad: Bandung. Hlm : 7-18.

Alamtani. 2014. Pengertian dan Fungsi Pupuk Hayati. Redaksi Alam Tani, April 2014.

Anonymus, 2014.POC ( Pupuk Organik Cair ) Bio Quality, Teknologi Mikroba Penyedia Unsur Hara.Http//HARA.HTTP://UTAMANEWS.COM/MOBILE/? OPEN=CONTENT&ID=4007#.WLZUPN J95DG Diakses 19 Mei, 2020.

Artono K, 2019. Petani Harus tahu.Redaksi Bio-Laksa. Mei 2019.

Balitsereal, 2011.Jagung Ketan/Jagung Pulut. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros Sulawesi Selatan

Barus, 2018. Bio-Laksa Microba Baik Untuk Semua Tanaman. Dalam majalah online www. Sekitarkita.id .Diakses PadaTanggal 28 Juni 2019 Pada Pukul 20.00 Wib Medan.

Djoehana, S.1998. Pupuk Dan Cara Pemupukan. Simplex. Jakarta. Hal 18.

Djukri.2005. Efek Jarak Tanamdan Varietas terhadap Distribusi Cahaya dalam Kanopi dan Pertumbuhan (Biomassa) Kedelai. J. Pendidikan Matematika dan Sains 2(10):115-121.

Dwijoseputro, D. 1991. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta.

Edhie, S.J.S. Bahasjah, M.H. Bintaro dan Sutarwi, S. 1999. Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam Terhadap Lingkungan Fisik Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L). Buletin Agronomi x (1).

Erawati.T., Hipi.A. 2016. Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Hibrida di Kawasan Pengembangan Jagung Kabupaten Sumbawa. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Banjarbaru.

Gardner, F.P.,R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan Herawati, Susilo, dan Subiyanto. UI Pres, Jakarta.

Gardner, F. P. Pearce. R. B. and Michell. R. L. 1996. Physiology of crop plant. Terjemahan Herawati, Susilo, dan Subiyanto. UI Pres, Jakarta. p. 61-68; 343.

Harjadi, S. S. M. M., 2002. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Novi et, al. 2020 dalam penelitian yang berjudul Efektivitas Beberapa Jenis Zat Pengatur

Tumbuh Alami Terhadap Pematahan Dormansi Dan Viabilitas Benih Sawo.

(Achras zapota, L.). Prosiding Seminar Nasional Virtual "Sistem Pertanian Terpadu dalam Pemberdayaan Petani". Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, 24 September 2020.

Permanasari, I. dan E. Aryanti. 2014. Teknologi Benih. CV Aswaja Pressindo.

Yogyakarta. 230 hal.

Sischa Febriani Yamesa Away dan Yuliana Susanti.2021. Pematahan Dormansi dengan.

Metode Pengamplasan untuk Perkecambahan Benih Aren (Arenga Pinnata). Jurnal Agroteknologi Tropika, 10(1), 19-28.

Sutopo, L. 2004. Teknologi Benih. Buku. Rajawali Pres. Jakarta. 234 hal.

Yudono, P. (2015). Pembenihan Tanaman Dasar Ilmu, Teknologi dan Pengelolaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hidayat, N.,2008.Pertumbuhan dan Prodiksi Kacang Tanah (Arachis hypogea L.)Varietas Lokal Madura Pada Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Fosfor. Serial online (http://pertanian trunojoyo.ac.id/wp-content /uploads/2013/02/7.- Agrovigor-Sept-2008-Vol-1-No-1-Pertumbuhan-dan-Produksi-Kacang-TanahYayak-.pdf).diakses Juni 2019.

Irfan, M. (1999). Respon Tanaman Jagung (Zea mays L.) terhadap Pengolahan Tanah dan Kerapatan Tanam pada Tanah Andisol. Tesis Program Pasca Sarjanah USU, Medan. P. 13-74.

Lingga.P danMarsono, 2002.Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lubis, 1992.Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit Marihat. Pematang Siantar. Hal 25-28.

Mahendradatta dan Tawali, 2008.Jagung dan Diversifikasi Produk Olahannya. Masagena Press, Makassar.

Mezuan, 2002. Penerapan Formulasi Pupuk Hayati Untuk Budidaya Padi Gogo. Dalam Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonsia. Volume 4, No. 1, 2002, Hlm. 27 – 34

Mulyani, Y. 2006. Perbandingan A ktivitas Enzim Amilase dari Biji Jagung yang Sedang Tumbuh dengan Amilase dari Saccharomycopsis Fibuligera, http://pustaka.unpad.ac.id (diunduh pada tanggal 28 Juli 2018).

Murinnie, E.D. 2007. Analisis Pertumbuhan Kacang Tanah dan Pergeseran Komposisi Gulma pada Frekuensi Penyiangan dan Jarak Tanam Yang Berbeda. Laporan Penelitian. Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.

Murni, A.M, 2007. Pengaruh pengaturan jarak tanam terhadap produksi jagung. Prosiding Seminar Nasional

Musnamar, E. I. 2002. Pupuk Organik. Penebar Swadaya, Jakarta.

Novizan, 2001.Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis PT. Agro Media Pustaka Jakarta

Nurhayati 2005. Pemanfaatan Lahan Pertanian Untuk Tanaman Pangan. Penebar Swadaya. Jakarta Palungkun, R dan A. Budiarti, 2001. Sweet Corn Baby Corn. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pangli, M. 2014. Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill).Jurnal Agro Pet. 11(1): 1–8.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 02/Pert/HK.060/2/2006 Tentang Pupuk Organik dan Permbenah Tanah.Kementerian Pertanian

Purwono dan Hartono, 2005.Bertanam Jagung Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

Roidah, 2013.30 Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Universitas Tulung agung Bonorowo. 1(1) : 30 – 41.

Saraswati, R. Irwan Nasution, Erny Yuniarti, Elsanti. 2006. Bioakumulasi Kadmium di Tanah Sawah Tercemar Limbah Industri. Prosiding Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia, 2006

Subekti, N. A., Syafruddin, R. Efendi, dan S. Sunarti. 2008. Morfologi Tanaman dan Fase Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros.16-28 hal.

Suriadikarta, D.A., Simanungkalit, R.D.M. (2006).Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa Barat: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber daya Lahan Pertanian. Hal 2.ISBN 978-979- 9474-57-5.

Surtiningsih, T., Farida, dan T. Nurhariyati. 2009. Biofertilisasi Bakteri Rhizobium pada Tanaman Kedelai (Glycine max(L) Merr.).Berk.Penel.Hayati, 15 : 31–35.

Yulisma, 2011. Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Pada Berbagai Jarak Tanam. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 30(3):196-203.




DOI: https://doi.org/10.30743/agr.v11i1.7473

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan.

Program Studi Agroteknologi - Universitas Islam Sumatera Utara
Website : http://jurnal.uisu.ac.id/index.php/agriland/index
Email :agriland@fp.uisu.ac.id

Creative Commons License
InfoAgriland : Jurnal Ilmu Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License