Hubungan Faktor Lingkungan terhadap Perkembangan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Bacterial Leaf Blight) pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

Sulaiman Ginting


Abstract


Penyakit hawar daun merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dengan perkembangan penyakit hawar daun pada tanaman padi. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada lahan pertanaman padi selama satu musim tanam. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap intensitas penyakit serta pengukuran beberapa faktor lingkungan yang meliputi suhu udara, kelembapan relatif, curah hujan, intensitas cahaya, dan pH tanah. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi lingkungan dan perkembangan penyakit, kemudian dilanjutkan dengan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan intensitas penyakit. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa perkembangan penyakit hawar daun dipengaruhi oleh perubahan kondisi lingkungan. Kelembapan udara dan curah hujan merupakan faktor yang paling berperan dalam meningkatkan perkembangan penyakit, sedangkan suhu udara dan intensitas cahaya berperan sebagai faktor pendukung melalui pembentukan kondisi mikroklimat tanaman. Interaksi antar faktor lingkungan membentuk kondisi yang menentukan keberhasilan infeksi dan penyebaran patogen. Oleh karena itu, pemantauan kondisi lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan strategi pengendalian penyakit yang lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan.

Keywords


Faktor Lingkungan; Hawar Daun; penyakit tanaman; padi; perkembangan penyakit

Full Text:

PDF

References


Agrios, G. N. (2005). Plant Pathology (5th ed.). Elsevier Academic Press.

Amin, T., et al. (2022). Effect of weather parameters on the severity of bacterial leaf blight of rice cv. Basmati-370. Biological Forum – An International Journal.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: BPS.

FAO. (2023). FAOSTAT Crops and Livestock Products. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

IPCC. (2023). AR6 Synthesis Report: Climate Change 2023. Geneva: Intergovernmental Panel on Climate Change.

Mansfield, J., et al. (2012). Top 10 plant pathogenic bacteria in molecular plant pathology. Molecular Plant Pathology, 13(6), 614–629.

Mew, T. W., Vera Cruz, C. M., & Medalla, E. S. (1993). Changes in race frequency of Xanthomonas oryzae pv. oryzae in response to rice cultivars planted in the Philippines. Plant Disease.

Nino-Liu, D. O., Ronald, P. C., & Bogdanove, A. J. (2006). Xanthomonas oryzae pathovars: Model pathogens of a model crop. Molecular Plant Pathology, 7(5), 303–324.

Scholthof, K. B. G. (2007). The disease triangle: Pathogens, the environment and society. Nature Reviews Microbiology.

Velásquez, A. C., Castroverde, C. D. M., & He, S. Y. (2018). Plant–pathogen warfare under changing climate conditions. Current Biology, 28(10), R619–R634.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Sulaiman Ginting

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.