Hubungan Antara Faktor Predisposisi, Pendukung, Dan Penguat Dengan Penggunaan APD Dalam Asuhan Persalinan Normal Di Rumah Sakit Hj. BUnda Halimah Kota Batam Tahun 2023

Guntur Perangin-angin, Wifa Muslimah Sihaloho, Firdaus Fahdi


Abstract


Faktor-faktor yang mendorong penggunaan APD selama memberikan pertolongan kebidanan dikenal sebagai faktor predisposisi. Di sisi lain, faktor yang memungkinkan seorang bidan memakai APD saat memberikan pertolongan kebidanan di rumah sakit dikenal sebagai faktor pemungkin. Dalam pelayanan kebidanan, ada beberapa variabel yang mendorong penggunaan APD. Penggunaan APD merupakan variabel dependen, dan penelitian deskriptif analitik merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel predisposisi (pengetahuan, sikap, masa kerja), faktor pemungkin (fasilitas), dan faktor penguat (kebijakan). Dengan cara melakukan investigasi secara cross sectional. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Bunda Halimah Kota Batam. Bunda Halimah di Kota Batam pada tahun 2023, seluruh populasi terdiri dari 32 bidan yang memberikan asuhan persalinan standar. Strategi sampling lengkap digunakan untuk memilih sampel untuk investigasi ini, ada hubungan penting antara pengetahuan dan ketersediaan APD dan penggunaannya dalam perawatan persalinan biasanya di RS. Hj. Halimah. Bunda Halimah di Kota Batam, sesuai dengan hasil uji Mann Whitney. Variabel informasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05), dan variabel ketersediaan APD memiliki nilai signifikansi sebesar 0,031 (p<0,05). Tidak ada interaksi yang penting antara sikap dan masa kerja, seperti yang ditunjukkan oleh nilai relevansi berikut ini: 0,365 untuk variabel sikap (p>0,05), 0,715 untuk variabel masa kerja (p>0,05), dan 0,101 untuk variabel kebijakan (p>0,05). dengan kepatuhan bidan dalam menggunakan APD pada saat melakukan pertolongan persalinan biasanya di RSIA Hj. Bunda Halimah Kota Batam

Keywords


Bidan, Faktor Predisposisi, Faktor Pemungkin, Faktor Penguat, Penggunaan Alat Pelindung Diri

Full Text:

PDF

References


Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA). (2009). Peralatan Perlindungan Pribadi .

Anizar. (2009). Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri . Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik . Jakarta: Rineka Cipta.

Depnaker. (2003). Undang-Undang Ketenagakerjaan . Indonesia: Departemen Tenaga Kerja.

Hasyim, H. (2019). Manajemen Hiperkes dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (Tinjauan Kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Institusi Fasilitas Kesehatan). Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(02). Indonesia.

Kantor Tenaga Kerja Indonesia (ILO). (2011). Tinjauan terhadap Iklim Budaya Keselamatan . Bristol: Human Engineering, Shore House.

Kementerian Kesehatan. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Madyanti, DR (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan APD Oleh Bidan Saat Menolong Persalinan Di RSUD Bengkalis Tahun 2017. Skripsi, Universitas Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Departemen Kebidanan Komunitas.

Mulyanti, D. (2017). Faktor Predisposisi, Pemungkin, dan Penguat Penggunaan APD pada Asuhan Persalinan Biasanya di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Tahun 2017. Tesis.

Serudji, J. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Bidan dalam Mencegah Risiko Penularan HIV/AIDS pada Pertolongan Persalinan Biasanya di Kota Tanjung Pinang Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(3).

Siburian, Aprilia. (2017). Gambaran Penggunaan APD Terhadap Keselamatan Kerja Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Pasar Rebo Tahun 2017. Universitas Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i2.10468

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.