Faktor Resiko Individual Psikososial Dan Lingkungan Dengan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja Pada Guru SD Singosari Deli Tua Tahun 2023

Muhammad Iqbal, Shinta Andria Chairani, Rostiodertina Girsang


Abstract


Gangguan otot rangka merupakan kondisi yang melibatkan saraf, tendon, otot, sendi dan struktur pendukung yang mengalami gangguan.Guru salah satu pekerjaan memiliki prevalensi cukup tinggi. Factor risiko berdiri atau duduk yang cukup lama, postur tidak nyaman, dan lain sebagainya. Penelitian bertujuan mengetahui faktor individual, lingkungan dan psikososial terhadap keluhan gangguan otot dan rangka pada Guru SD Singosari Deli Tua. Penelitian ini adalah survei pendekatan explanatory study dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan uiji chi-square dan regresi logistik multinominal. Besar sampel penelitian adalah 35 guru. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan mayoritas jenis kelamin Wanita (60%) 21 responden, dan laki-laki (40%) 14 responden, terbanyak usia >35 tahun (57,1%) 20 orang dan <35 tahun (42,9%) 15 orang, Hasil psikososial terbanyak median >12 baik (60%) 21 orang dan median <12 buruk (40%) 14 orang, pengukuran REBA bisa diabaikan (57,1%) 20 orang dan rendah (42,9%) 15 orang, hasil Nordic terbanyak (42,9%) 15 orang rendah, (40.0%) 14 responden sedang dan tinggi yaitu (17.1%) 6 responden. Analisis menunjukan hubungan bermakna individual, lingkungan, psikososial dengan gangguan otot rangka dan sendi (p = 0,006, p= 0,000, p= 0,020, p=0,001. Untuk prediksi usia dengan gejala msds sedang paling berpengaruh signifikan 0.009, untuk prediksi lingkungan dengan gejala msds tinggi paling berpengaruh signifikan 0.024. Dari penelitian disimpulkan terdapat hubungan faktor individual, lingkungan dan psikososial terhadap keluhan gangguan otot dan rangka pada Guru SD Singosari Deli Tua. Disarankan bagi sekolah melakukan usaha promotif dan bagi guru disarankan melakukan aktifitas fisik seperti senam, disarankan juga sering mengubah posisi tubuh secara ergonomis.

Keywords


Jenis kelamin, Usia, Psikososial, Lingkungan

Full Text:

PDF

References


Anjanny, A. (2018). Hubungan Posisi Duduk, Lama Kerja dan Masa Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pengguna Komputer di Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018. Institut Kesehatan Helvetia.

Solis-Soto, M.T., Schön, A., Solis-Soto, A., Parra, M. and Radon, K. (2017).

Prevalence of musculoskeletal disordersamong school teachers from urban andrural areas in Chuquisaca, Bolivia: acrosssectional study. BMC Musculoskeletal Disorders, 18, pp. 425.

Cicero Santossouza (2020). Work-related musculoskeletal disorders among schoolteachers https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8447634/

Permadiansyah, J. (2019). Hubungan Lama Kerja dengan Keluhan OsteoarthritisKneedi Puskesmas Gamping 1. Universitas Aisyiyah Yogyakarta. In Naskah Publikasi. http://digilib2.unisayogya.ac.id/handle/123456789/58

Omar W. Althomali (2022). ‘’Long-Term Prevalence and Risk Factors of Musculoskeletal Disorders among the Schoolteachers in Hail, Saudi Arabia: A Cross-Sectional Study’’

Yi Ming (2017). ‘’Prevalence and Risk Factors of Musculoskeletal Disorders (MSDs) amongPrimary and Secondary School Teachers’’

Yue PY, Liu FY, Li LP (2012). Neck/shoulder pain and low back pain among schoolteachers in China, prevalence and risk factors. BMC Public Health.12: 789.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i2.10515

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.