UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN RARU (Cotylelobium melanoxylon Pierre) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans

Novarianti Marbun, Lily Goklas Laurentina


Abstract


Raru merupakan sebutan untuk jenis kulit kayu yang ditambahkan pada nira aren yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan mengawetkan minuman tradisional tuak. Sebagian masyarakat Tapanuli juga mengenal kulit kayu raru sebagai obat diabetes. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pasaribu, (2011) bahwa dari eksplorasi jenis raru di Sumatera Utara dan Riau diperoleh 4 jenis raru antara lain Cotylelobium melanoxylon Pierre, Shorea balanocarpoides Symington, Cotylelobium lanceolatum Craib, dan Vatica perakensis King. Penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak kulit kayu raru mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin dan saponin. Bakteri yang berperan penting dalam pembentukan plak gigi adalah bakteri dari genus Streptococcus, yaitu bakteri Streptococcus mutans yang ditemukan dalam jumlah besar pada penderita karies (ambarawati, 2020). Bakteri Streptococcus mutans merupakan flora normal dalam rongga mulut yang akan menjadi patogen apabila terjadi peningkatan jumlah koloni yang berlebihan. Bakteri ini merupakan bakteri utama plak yang menyebabkan karies gigi melalui proses fermentasi karbohidrat pada plak di permukaan gigi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Riris dkk, (2018) ekstrak etanol dan etil asetat kulit batang dan daun raru (Vatica pauciflora blume) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi 10%, 5%, 2,5%, 1,25% dengan masing-masing zona hambatnya untuk pelarut etanol dengan bakteri uji Staphylococus aureus 14,4 mm, 12,4 mm, 10,5 mm, 8,4 mm dan pada Escherichia coli 14,5 mm, 10,8 mm, 8,8 mm, 6,1 mm. Kemudian untuk pelarut etil asetat zona hambat yang diperoleh pada bakteri Staphylococus aureus 13,6 mm, 10,2 mm, 8,8 mm, 6 mm dan pada Escherichia coli 11,6 mm, 9,5 mm, 9 mm, 6,25 mm

Keywords


daun raru, etanol, etil asetat, Streptococcus mutans

Full Text:

PDF

References


Abdullah., I. Almuhardi., Antoni dan Rahmawati. 2020. Aktivitas Antibakteri Actinomycetes Asal Desa Cempaka Kapuas Hulu Klimantan Barat Terhadap Enteropatogenik Gastroenteritis. Jurnal Biologi. Vol. 13 (1) : 20-30.

Anastasya P. R Nurhamidin, Fatimawali, Irma, A., (2021) Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak N-Heksan Biji Buah Langsat (Lansium domesticum corr) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella Pneumoniae.

Anis, A., Evie, R., Lisa, L., (2013). Efektivitas Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Shigella flexneri Dengan Metode Sumuran. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya.

Anisa Fitria, (2021). Karakterisasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Terhadap Ekstrak Non Polar, Semi Polar Dan Polar Daun Sungkai. Fakultas Farmasi Universitas Perintis Indonesia. Proposal Bakteri.

Asmah Nurul Dan Halimatussakdiah, Uli Amna (2020). Analisis Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Dari Bireum Bayeun Aceh Timur. Jurnal Kimia Sains Dan Terapan. Halaman 7-9.

Audia, A., Suprianto, Hafnati, R., (2017). Skrining Fitokimia Dan Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Kawista (Limonia Acidissima L.) Dari Daerah Kabupaten Aceh Besar Terhadap Bakteri Escherichia coli.

Baiq Ayu Aprilia Mustriani, M.Si (2023). Ragam Bioaktivitas Kombinasi Tanaman Kelor Ekstraksi, Fitokimia, Dan Antibakterinya. Hal:157-161.

Budiyanto, A. (2015). Potensi Antioksidan, Inhibitor Tirosinase, Dan Nilai Toksisitas Dari Beberapa Spesies Tanaman Mangrove Di Indonesia. Bogor: Intitute Pertanian Bogor.

Candra Prabowo Siboro, (2018). Identifikasi Hidrokuinon Pada Krim Pemutih Wajah Bermerek X Yang Dijual Dimedia Online Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Poltekes Kemenkes Medan.

Debi Masthura Putri, Syafrina Sari Lubis (2020). Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Daun Kelayu (Erioglossum rubiginosum (Roxb) Blum).Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Debora, G., Widya, K., Lolo, A., & Yumlean, P. V. Y. (2018). Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa 79

Bunge.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. 7(4), 62-68.

Dharmawati, (2020). Sifat Antimikroba Kombinasi Senyawa Kimia Antara Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera L) Dengan Daun Sirih (Piper bettle L) Terhadap Bakteri Streptococus mutans Penyebab Dental Plak. Jurnal Kesehatan Gigi. Vol. 7 No.2.

Diah Astika Winahyu, Agustina Retnaningsih ,Marta Aprillia, (2019). Penetapan Kadar Flavonoid Pada Kulit Batang Kayu Raru (Cotylelobium melanoxylon P) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS. Jurnal Analis Farmasi.

Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Ditjen POM. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Ditjen POM. 2009. Farmakope Herbal. Volume Kelima. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Eko Prayoga (2013). Perbandingan Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Dengan Metode Difusi Disk Dan Sumuran Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Farsnworth, N.r. 1995. Farmacope Indonesia Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Febriani, D (2013) ‘Efek Hambat Berbagai Macam Obat Kumur Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans’, Program Studi Pendidikan Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, p.8

Geraldin Ester Manarisip, Fatimawali, Henki Rotinsulu, (2020). Standarisasi Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) dan Uji Antibakteri Terhadap Bakteri Pseudomonas Aeruginosa. FMIPA UNSRAT Manado..




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i1.10951

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.