Analisis Pendidikan Antikorupsi di Sekolah Dasar Negeri 101765 Bandar Setia dalam Perspektif Kohlberg

Nugraha Nasution, Rizki Wahida Arni Malau, Khairunnisa Rangkuti, Siti Nurhayati, Reh Bungana Beru Perangin-angin


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai antikorupsi di Sekolah Dasar Negeri 101765 Bandar Setia dalam perspektif teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Subjek dalam penelitian ini merupakan para guru, kepala sekolah dan siswa sebanyak 12 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan pendidikan anti korupsi masih dilakukan melalui pendidikan karakter, bukan melalui kurikulum (2) mayoritas siswa masih berada pada tahap pra konvensional, yaitu tahap perkembangan moral yang didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan untuk menghindari hukuman atau memperoleh imbalan (3) adanya keterkaitan antara penerapan pendidikan anti korupsi dan perkembangan moral siswa (4) terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat pendidikan anti korupsi. Temuan ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai antikorupsi masih terbatas dan belum mencapai tahap kesadaran moral yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan pendidikan karakter antikorupsi melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat

Keywords


Nilai Antikorupsi, Pendidikan Dasar, Kohlberg, Tahap Pra Konvensional, Karakter Siswa.

Full Text:

PDF

References


Cahyono, C. H., & Suparyo, W. (1985). Tahap-Tahap Perkembangan Moral. Malang: IKIP Malang.

CNN Indonesia. (2021). Eks Penyidik KPK Robin Pattuju Divonis 11 Tahun Penjara. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220112091620-12-745530/eks-penyidik-kpk-robin-pattuju-divonis-11-tahun-penjara

Detikcom. (2023, Maret 21). Ucapan Samad yang Dikutip Mahfud Soal Tiap Orang bisa Digaji Rp 20 Juta/Bulan. Diakses dari https://news.detik.com/berita/d-6630552/ucapan-samad-yang-dikutip-mahfud-soal-tiap-orang-bisa-digaji-rp-20-juta-bulan

Farisa, F. C. (2023). Perjalanan Kasus Suap Sudrajad Dimyati, Hakim Agung Nonaktif yang Hukumannya Dipangkas. Kompas.com. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2023/08/02/15060281/perjalanan-kasus-suap-sudrajad-dimyati-hakim-agung-nonaktif-yang-hukumannya?page=all

Fitriani, R., & Rohmat, D. (2021). Implementasi Pendidikan Antikorupsi dalam Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 195–207. https://doi.org/10.21831/jpk.v11i2.40097

Ibda, F. (2023). Perkembangan Moral dalam Pandangan Lawrence Kohlberg. Intel: Jurnal Pendidikan, 12(1), 42–78.

Indrawati, H., & Muslim, M. (2018). Implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah dasar: Studi terhadap internalisasi nilai dalam pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(3), 245–259. https://doi.org/10.24832/jpnk.v23i3.1234

Kohlberg, L. (1984). Essays on Moral Development Volume II: The Psychology of Moral Development. San Francisco: Harper & Row.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Panduan implementasi pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kurniawati, R. (2025). Teori Sosialisasi Moral Kohlberg dan Relevansinya dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Moral, 13(2), 45–59.

Lapsley, D. K., & Hill, P. L. (2008). On Dual Processing and Heuristic Approaches to Moral Cognition. Journal of Moral Education, 37(3), 313–332. https://doi.org/10.1080/03057240802227486

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.

Nasution, D., & Sihombing, R. (2022). Persepsi guru terhadap pendidikan antikorupsi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(1), 45–53.

Nucci, L., & Narvaez, D. (2008). Handbook of Moral and Character Education. New York: Routledge.

Purba, R. T. (2022). Perkembangan Moral Menurut Kohlberg dan Implementasinya di SD. Aletheia: Jurnal Pendidikan Kristen, 3(1), 11–20.

Shaliadi, I. & Dannur, M. (2023). Urgensi Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah. Anayasa: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1(1), 15–22.

Siregar, H. (2022). Pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dasar. Medan: Pustaka Prima.

Siregar, M. (2024). Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah Dasar. Analysis: Journal of Education, 2(2), 276–284.

Somantri, M. (2020). Telaah kritis kurikulum nasional dalam pengarusutamaan nilai antikorupsi di pendidikan dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 6(2), 112–125. https://doi.org/10.31004/jipi.v6i2.567

Suryadi, A., & Khairunnisa, D. (2021). Efektivitas pendidikan antikorupsi di sekolah dasar. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 7(2), 89–97.

Suryadi, B., Fitri, Y., & Ramadhani, R. (2021). Strategi pendidikan karakter antikorupsi pada siswa SD. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 40(3), 472–484. https://doi.org/10.21831/cp.v40i3.41185

Suyanto, B. (2019). Sosiologi: Teks pengantar dan terapan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Transparency International. (2024). Corruption perceptions index 2024. Diakses dari https://www.transparency.org

Waspada.id. (2023). Kejatisu Tahan Mantan Plt. Kadisdik Madina, Kasus Korupsi DAK. Diakses dari https://www.waspada.id/headlines/kejatisu-tahan-mantan-plt-kadisdik-madina-kasus-korupsi-dak/




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i1.11431

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.