Hubungan Faktor Pekerjaan Dengan Resiko Low Back Pain Pada Pekerja Pembuat Lidi Di Desa Silau Padang Kabupaten Sergai Tahun 2024

Muhraza Siddiq, Ripai Siregar, Armanda Prima, Dela Sakinah Pandiangan


Abstract


Low back pain (NBB) adalah nyeri pada bagian punggung bawah tulang belakang, saraf, otot, atau struktur lain di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor pekerjaan dan individu dengan risiko NPB pada pekerja pembuat sapu lidi di Desa Silau Padang, Kabupaten Sergai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, menggunakan kamera, brosur, dan lembar kerja. Pengumpulan skor dilakukan berdasarkan kriteria pada telaah teoritis, yaitu menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk sikap kerja dan Nordic Body Map (NBM) untuk skor risiko NPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 pekerja yang berisiko NPB. Faktor pekerjaan yang berhubungan dengan risiko NPB hanya postur tubuh dengan nilai p = 0,008 (RP = 16,0). Disarankan kepada responden agar memperhatikan postur tubuh saat bekerja agar terhindar dari risiko LBP. Selain itu, menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh serta selalu beristirahat

Keywords


Law Back Pain, Factor of Job, ‘Lidi’ Make Worker

Full Text:

PDF

References


Andini, F. (2015). Risk Factory of Low Back Pain in Workers. J Majority.Vol.4 No.1.Januari 2015.

Armstrong and Chaffin (2009). Elements of Ergonomics Programs a Primer Based on Workplace Evaluations of Musculoskeletal Disorders. US Departement of Health And Human Service NIOSH. America.

Artadana, M., Sali, I., Sujaya. (2019) HubunganSikapPekerjadan Lama KerjaTerhadapKeluhan Low Back Pain padaPekerja di IndustriBatu Bata Press. JurnalKesehatanLingkungan Vol.9 No.2 Oktober 2019: 126-135

Battié, M.C., Bigos, S.J., Fisher, L.D., Hansson, T.H., Jones, M.E., Wortley, M.D. (1989). Isometric lifting as a strength predictor of industrial back pain. Spine, 14(8): 851-856. Ex.26-72.

Bernard, B., Sauter, S., Fine, S.J., Petersen, M., Hales, T. (1994). Job task and psychosocial risk factors for work-related musculoskeletal disorders among newspaper employees. Scandinavian Journal of Work, Environment and Health, 20(6):417-426.

BPJS Ketenaga kerjaan. (2018). Berita & Peristiwa: Menaker Hanif Dorong Pemda Bikin Komitmen Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) di Wilayahnya. Diakses tanggal 14 September 2018. (https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita/23322).

Bridger R.S. (2003).Introduction to Ergonomics, 2nd Ed. Tailor &Francis Group. London.

Bridger R.S. (2018). Introduction to Human Factors and Ergonomics4th Ed. Tailor &Francis Group. London.

Bridger, R.S.(2008). Introduction to Ergonomics International Edition. Singapore: McGraw- Hill Book Co.

Buntarto. (2015). Panduan Praktis Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Industri. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Butterworth.(1974). Applied Ergonomics Handbook. London.

Chiang, H.C., Ko, Y.C., Yu, H.S., Wu, T.N., Chang, P.Y., (1993). Prevalence of Shoulder and Upper Limb Disorders Among Workers in The Fish Processing Industry. J.Work Environ Health.

Cohen, Alexander L. et al. (1997). Elements of Ergonomics Programs. A Primer Based on Workplace Evaluations of Musculoskeletal Disorders. Amerika: U.S Departement of Health and Human Services. NIOSH.

Dachlan, L. M. (2009). Pengaruh Back Exercise padaNyeri Punggung Bawah. Tesis Magister Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret. Surakarta. (https://eprints.uns.ac.id/2353/)

Grandjean, E. (1993). Fitting the Task to the Man, 4th ed. Taylor & Francis Inc. London.

Graveling, R. (2019). Ergonomics and Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the Workplace A Forensic and Epidemiological Analysis. Tailor & Francis Group, London.

Hales, T.R., Sauter, S.L., Peterson, M.R., Fine, L.J., Putz-Anderson, V., Schleifer, L.R. (1994). Musculoskeletal disorders among visual display terminal users in a telecommunications company. Ergonomics, 37(10):1603-1621.

Hignett, S & McAtamney (2001) Rapid Entire Body Assessment (REBA), Applied Ergonomics. D. L. Kimbler: Clemson University. Available http://www.clemson.edu/ces/departments/ie/documents/kimbler/ureba.pdf.

Hoy D, Brooks P, Blyth F, Buchbinder R. (2010). The epidemiology of low back pain. Best Pract Res Clin Rheumatol.

Humantech, Inch. (1995). Humantech Applied Ergonomis Training Manual. Prepared for Procter & Gamble Inc., 2nd Ed. Barkeley Vale. Australia.

ILO, (2013). Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sarana untuk Produktivitas: Pedoman Pelatihan untuk Maneger dan Pekerja: Jakarta.

Johansson J.A & Rubenowitz, S. (1994). Risk indicators in the psychosocial and physical work environment for work-related neck, shoulder, and low back symptoms: a study among blue and white collar workers in eight companies. Scandinavian Journal of Rehabilitation Medicine, 26:131-142. Ex.26-1331.

Johns, R. (1994). Chronic Recurrent Back Pain. JOM 36(5): 537-547.

Kantana T. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan low back pain pada kegiatan mengemudi tim ekspedisi PT. Enseval Putera Megatrading Jakarta. Jakarta: Universa.

Kemenkes RI, (2014). Pedoman Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi (Bagi Petugas Kesehatan): Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, Jakarta.

Kemenkes RI, (2018). Low Back Pain. Diakses tanggal 12 September 2019. (http://www.yankes.kemkes.go.id/read-low-back-pain-lbp-5012.html).

Koentjoro SL. (2010). Hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan derajat osteo arthritis lutut menurut Kellgren dan Lawrence. Semarang: Universitas Diponegoro.

Koesyanto, H. (2013). Masa Kerja dan Sikap Kerja Duduk Terhadap Nyeri Punggung. Jurnal Kesehatan Masyarakat 9 (1) (2013) 9-14.

NIOSH. (1997). MSDsand Workplace Factors: A Critical Review of Epidemiologic Evidence for Work Related Musculoskletal Disorders. NIOSH: Centers for Disease Control and Prevention.

Notoatmodjo, S. A.(2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

OSHA. (2017). Prevention of Musculoskletal Disorder in the Workplace. Diakses 16 Maret 2018.(https://www.osha.gov/SLTC/ergonomics).

Pheasant, S. (1991). Ergonomics, Work and Health. Aspen Publisher, Inc. USA.

Pulat, B. M. (1992). Fundamentals of Industrial Ergonomics. New Jersey. Prentice Hall, Inc.

Purnamasari. (2010). Overweight sebagai factor risiko low back pain pada pasien poli saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Mandala of Health.

Rahayu, E. P. (2015). Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Karyawan dengan Penerapan Manajemen Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Diakses tanggal 4 Juni 2016. (http://ejournal.htp.ac.id/stikes/pdf.php?id=JRL0000107).

Riningrum, H. (2016). Pengaruh Sikap Kerja, Usia dan Masa Kerja Terhadap Keluhan Low Back Pain. Jurnal Pena Medika Vol.6 No.2 Desember 2016.

Stack, T. Lee T, Ostrom and Cheryl A, Wilhelmsen. (2016). Occupational Ergonomics.John Wiley & Sons. Canada.

Sucipto, C. D.(2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Gosyen Publishing: Cetakan I. Yogyakarta.

Tarwaka. (2013). Ergonomi Industri. Surakarta: Harapan Press.

Tarwaka. (2015). Ergonomi Industri, Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press

Tarwaka.(2010).Ergonomi Industri. Surakarta: Harapan Press.

Tarwaka.(2011). Ergonom iIndustri, Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di TempatKerja. Surakarta: Harapan Press.

Umami, A. R. (2014). Hubungan antara karakteristik responden dan sikap kerja Duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah (low back pain) pada pekerja batik tulis. Diakses tanggal 5 Januari 2015 (http://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article).

Weeks, L. James, Barry S. Levy and Gregory R. Wagner. (1991). Preventing occupational disease and injury. Washington DC: American Public health Association.

Widyasari, B, K. (2014). Hubungan Faktor Individu dan Faktor Risiko Ergonomi dengan Low Back Pain (LBP) pada Penjahit Sektor Usaha Informal CV Wahyu Langgeng Jakarta Tahun 2014. Diakses tanggal 10 Maret 2020 (https://digilib.esaunggul.ac.id/).

Yassierli, I. (2014). Ergonomi Suatu Pengantar. Rosda Jaya Putra. Bandung




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i1.11438

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.