Analisis Kandungan Boraks Dan Metanil Yellow Pada Mie Kuning Basah Dijual Di Pasar Deli Tua Dengan Metode KLT Dan Spektrofotometer UV-VIS
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aminah dan Himawan. 2009, Bahan-Bahan Berbahaya dalam Kehidupan. Bandung: Salamandi
Aritonang, A. (2012). Pelaksanaan Higiene Sanitasi Pengolahan dan Pemeriksaan Zat Pewarna Metanil Yellow Pada Hasil Industri Pengolahan Tempe Yang Dijual Di Pasar Sei Sikambing Kota Medan.Skripsi. Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.
Baihaqi C.M. (2014), Sukses Wirausaha Berobat Terlaris dan Tercepat Balik Modal, Kunci Aksara., 50-51
BPOM. 2013. “Bahaya Metanil Yellow pada Pangan”, Jurnal Info POM, 14 (2): h.7.
Depkes R.I. 2002. Pedoman Penggunaan Bahan Tambahan Pangan bagi Industri. Jakarta
Eka, Reysa. (2013). Rahasia Mengetahui Makanan Berbahaya. Jakarta: Titik Media Publisher
Elisa, 2017. Kromatografi Lapis Tipis. Yogyakarta : Pustaka Baru.
Ganjar, Rahman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Harbone J.B., 1973, Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plan Analysis, Chapman Hall, London, pp. 43.
Ra’ike. 2007. Borax-Struktur. http//commons.wikipedia.org/wiki/File:Borax-Struktur.jpg [16 Agustus 2008].
Rohmah, S. A. A., Muafidah, A. and Martha, R. D. (2021) Validasi metode penetapan kadar pengawet natrium benzoat pada sari kedelai di beberapa kecamatan di kabupaten tulungagung menggunakan spektrofotometri uv-vis, Jurnal sains dan Kesehatan, 3(2), pp, 120-127s
Saparinto, C. Hidayati, D. 2006. Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarta: Kanisius
Sarah Ismullah, A.P. (2011). Mie Instan, Sakit Instan Yogyakarta : Pustaka Rama
DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i1.11506
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


1.jpg)














