Health Risk Analysis For Rubber Plantation Workers With Complaints Carpal Tunnel Syndrome (CTS) In Gunung Manaon I Village, Portibi District

Viktor Edyward Marbun, Emmi Ilma Sari


Abstract


Perkebunan karet merupakan salah satu sektor perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2021, luas areal perkebunan karet Indonesia menduduki peringkat pertama dunia dengan luas areal mencapai 3.776.485 hektare. Salah satu kondisi kesehatan yang sering terjadi pada pekerja pertanian khususnya petani karet adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko, kondisi ergonomi, pengetahuan, dan gejala awal CTS pada pekerja petani karet di Desa Gunung Manaon 1 Kecamatan Portibi. Desain penelitian ini menggunakan jenis analisis observasional dengan pendekatan cross sectional. Cross sectional merupakan penelitian yang variabel bebas dan variabel terikatnya dinilai hanya satu kali dalam satu waktu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet di Desa Gunung Manaon 1 Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Berdasarkan data yang diperoleh, maka jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 150 orang petani karet. Dari hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,005 (p<0,05) dan nilai OR (95% CI) sebesar 12,513 (1,506-103,969). Oleh karena itu dari hasil uji tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan potensi kejadian carpal tunnel syndrome pada pekerjaan petani karet di Desa Gunung Manaon 1 Kecamatan Portibi. Diharapkan kepada petani agar melakukan olahraga tangan pada pagi hari dengan cara meregangkan pergelangan tangan dengan cara mengepalkan tangan, menekuk pergelangan tangan ke bawah dan ke atas. Serta disarankan kepada petani yang memiliki keluhan CTS pada malam hari pada tangan berupa nyeri, kesemutan, dan kebas dapat meluruskan pergelangan tangan agar saat tidur pergelangan tangan tidak tertekuk

Keywords


Risiko Kesehatan, Pekerja Petani Karet, Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Full Text:

PDF

References


Agustin, C. P. M. (2014). Hubungan Masa Kerja Dan Sikap Kerja Dengan Kejadian Sindrom Karpal Pada Pembatik CV. Pusaka Beruang Lasem. Unnes Journal of Public Health, 3(4).

Amalia, S., Setyaningsih, Y., & Suroto. (2023). Faktor Risiko Carpal Tunnel Syndrome Pada Pekerja. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(4), 2427-41.

Anwardi, M. I., Nofirza, H., & Ahmad, M. A. (2019). Perancangan Alat Bantu Memanen Karet Ergonomis Guna Mengurangi Resiko Musculoskeletal Disorder Menggunakan Metode RULA dan EFD. J. Tek. Ind, 5(2).

Asfian, P., Akifah., & Jayandi, M. (2021). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (Cts) pada Petugas Operator Pengisi Bbm di SPBU Kota Kendari. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(5), 669-74.

Aswin, B., & Halim, R. (2022). Analisis Gerakan Repetitif Pada Kejadian Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Pada Pekerja Pengemasan Ikan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 57-62.

Azizah, N. N., Putri, M. W., & Hamzah, A. (2020). Penatalaksanaan Fisioterapi pada Gangguan Nyeri Akibat Carpal Tunnel Syndrome dengan Modalitas Ultrasound dan Carpal Bone Mobilization Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. Iii Banjarmasin. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi, 2(1), 1–5

Bahrudin, M. (2011). Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Saintika Media Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, 151-154.

Bahrudin, M., Putra, R. L., & Alief, H. F. (2016). Hubungan Masa Kerja dengan Kejadian Cts pada Pekerja Pemetik Daun Teh. e-Jurnal UMM, 12(1), 24-9.

Basuki, R., Jenie, M. N., & Fikri, Z. (2015). Faktor Prediktor Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pengrajin Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 4.

Chairunnisa, S., Novianus, C., & Hidayati. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Gejala Carpal Tunnel Syndrome pada Komunitas Ojek Online Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2021. Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia, 1(2), 1–13.

Che, H., Muhammad, K., Azman., Muhammad, S., Sidek, A., Zulkhairul, N. B., et al. (2020). Assessing Carpal Tunnel Syndrome among Administrative Staff of a Higher Learning Institution: A Preliminary Study. Belitung Nursing J, 6(6), 209–213.

Darno. (2011). Hubungan Karakteristik Pekerjaan dan Gerakan Berulang Dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Pada Pemetik Daun Teh (Studi Kasus : PT. Rumpun Sari Kemuning). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2022. Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021–2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan.

Farhan, F. S. (2018). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Carpal Tunnel Syndrome pada Pengendara Ojek. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 4, 123-133.

Genova, A., Dix, O., Saefan, A., Thakur, M., & Hassan, A. (2020). Carpal Tunnel Syndrome: A Review of Literature. Cureus, 12(3): e7333. doi:10.7759/cureus.7333

Gruber, L., Gruber, H., Djurdjevic, T., Schullian, P., & Loizides, A. (2016). Gender Influence on Clinical Presentation and High-resolution Ultrasound Findings in Primary Carpal Tunnel Syndrome: Do Women Only Differ in Incidence? J. Med. Ultrason, 43, 413–420

Hamid, A., Rahman, R. Z., Suherdin., Widati, S., & Ardyanto, Y. D. (2020). Factors Related to Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Complaints on Employees in the Bank BNI Branch of Palu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(01), 63–74.

Hartanti, H., Asnifatima, A., & Fatimah, A. (2018). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Pada Pekerja Operator Komputer Bagian Redaksi Di Harian Metropolitan Bogor Tahun 2018. PROMOTOR Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(1), 68-73.

Hidayatullah, S., Panyonga, S., Nabila, Q., Putri, D. P., & Chamidah, N. (2023). Edukasi Latihan Fisioterapi Komunitas Dalam Mengurangi Carpal Tunnel Syndrome Pada Posyandu Anak Dan Lansia Di RW 3 Rampal Celaket. ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, 1(6), 161-166.

Husein, T., Kholil, M., & Sarsono, A. (2009). Perancangan sistem kerja ergonomis untuk mengurangi tingkat kelelahan. Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA)-Discontinued, 10, 45-58.

Josevania, F. P., Warnedi, R., Khairunnisa, W., Defirsty, L., Wijiyanti, N. T., Saputra, A., & Wahyuni, W. (2022). Penanganan dan Pencegahan Fisioterapi Pada Nyeri Pergelangan Tangan di Komunitas Motor Pekanbaru. Community: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(3), 01-08.

Kurniawan, Bina., Siswi Jayanti., dan Yulianti Setyaningsih. (2008). Faktor Risiko Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Wanita Pemetik Melati di Desa Karangcengis, Purbalingga. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 3(1).

Lalupanda, E. Y., Rante, S. D. T., & lainnya. (2020). Hubungan Masa Kerja Dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Pada Penjahit Sektor Informal Di Kelurahan Solor Kota Kupang. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(1), 441–449.

Liong, A., Dian, T.A. and Djuari, L. (2020). Age Group with Severity Scales and Functional Status Carpal Tunnel Syndrome on Elderly At Nursing Home Santo Yosef Surabaya. J Widya Medika Junior, 2(1), 11–22.

Manriquez, M. A. C., Wilson, C. C., Vardasca, R., Alcaraz, J. L. G., Tiznado, J. E. O., Barreras, J. A. L., et al. (2020). A Review of Carpal Tunnel Syndrome and Its Association with Age, Body Mass Index, Cardiovascular Risk Factors, Hand Dominance, and Sex. Appl. Sci, 10(3488), 1-31




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i1.11511

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.