Perbedaan Hasil Pemeriksaaan Mycobacterium Tuberculosis Metode Tes Cepat Molekuler Dan Mikroskopis dengan Penundaan 18 Jam Di Puskesmas Binjai Serbangan Kabupaten Asahan

Suventi Safrina Ginting, Hariati Hariati, Friska Ernita Sitorus, Alprindo Sembiring Meliala, Nurul Aini Siagian, Wardah Nisa Fitri Mendrofa


Abstract


Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Permasalahan yang sering terjadi penundaan pemeriksaan sputum dikarenakan banyaknya pemeriksaan dan jarak antara faskes-faskes pengirim sampel ke Puskesmas Binjai Serbangan yang memerlukan waktu, sehingga sampel baru tiba di sore hari. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis secara mikroskopis dan tes cepat molekuler dengan penundaan 18 jam. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimenal. Hasil : Dari 35 sampel sputum, 18 pemeriksaan mikroskopis dan 20 sampel pemeriksaan tes cepat molekuler mendapatkan skor 0; 3 sampel pemeriksaan mikroskopis dan 4 sampel tes cepat molekuler mendapatkan skor 1; 5 sampel pemeriksaan mikroskopis dan 6 sampel tes cepat molekuler mendapatkan skor 2 yang artinya ada perbedaan hasil antara dua metode pemeriksaan tersebut. Kesimpulan : Terdapat perbedaan hasil sebesar 5,6% dari hasil negatif; terdapat perbedaan hasil sebesar 2,8% dari hasil Scanty dan MTB Detected Very Low; terdapat perbedaan hasil sebesar 2,8% dari hasil positif satu dan MTB Detected Low pada pemeriksaan mikroskopis dengan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler

Keywords


Mycobacterium tuberculosis, Metode Miksoskopis, Metode Tes Cepat Molekuler.

Full Text:

PDF

References


BPS PROVSU, 2020. Jumlah Kasus Penyakit Menurut Kabupaten, Kota, dan Jenis Penyakit di Provinsi Sumatera Utara. Desember 2020.

Dewi, L. P. K. (2020). Pemeriksaan Basil Tahan Asam Untuk Membantu Menegakkan Diagnosis Penyakit Tuberkulosis. International Journal of Applied Chemistry Research, 1(1), 16.

Handayani, D., & Silviani, Y. (2022). Pengaruh Perbedaan Suhu dan Lama Penyimpanan Sputum Terhadap Jumlah Bakteri Tahan Asam. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 13(2), 234–242.

Hermansyah, H. (2022). Kualitas Sputum Dalam Pemeriksaan BTA Metode Ziehl Neelsen Dan Test Cepat Molekuler Sputum Quality in Bta Examination With Ziehl Nelssen Method and Molecular Quick Test. (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science, 2(1), 40– 52.

Insani, I. S., Karo, A., Sulistiawati, N. T. (2019). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Mikroskopis BTA Negatif dengan Tes Cepat Molekuler. Jurnal Media Analis Kesehatan, 3(1), 1–6.

Kalma, K., & Adrika, A. (2019). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Basil Tahan Asam Antara Spesimen Dahak Langsung Diperiksa dengan Ditunda 24 Jam. Jurnal Media Analis Kesehatan, 9(2),130–135.

Kemenkes RI. (2017). Petunjuk Teknis Pemeriksaan Tuberkulosis Menggunakan Alat GeneXpert Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan.

Khariri, Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, & Ri, B. L. K. K. K. (2020). Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) pada Sputum dengan Metode Pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN) untuk 37 Diagnosis TB Paru. Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi 2020, 3(1), 132–139.

Nelma, N., & Lumbantoruan, A. (2019). Pengaruh Penundaan Penanganan Sputum Terhadap Hasil Pembacaan Sediaan Secara Mikroskopis Pada Penderita TB di UPT. Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist).

Silviani Y., Nirwana A. P.,Wahyudi D. (2023). Kualitas Sampel Sputum dan Penundaan Pemeriksaan Terhadap Hasil TCM dan Mikroskopis Pasien Terduga Tuberculosis. Jurnal Media Analis Kesehatan.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian. Bandung: CV. Alfa Beta. 14(2),91–99.

WHO, Support, G. F., Qin, Z., Peng, R., Baravik, I. K., Liu, X., Park, S. M., Sabour, A. F., Son, J. H., Lee, S. H., Lee, L. P., Pai, N. P., Dhurat, R., Potter, M., Behlim, T., Landry, G., Vadnais, C., Rodrigues, C., Joseph, L., Infectious Diseases Society of America (IDSA). (2017). Implementing Tuberculosis Policy framework Tuberculosis Policy framework. Nature Biomedical Engineering, 4(7), 1–47.

Wulandari, D.H. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Tahap Lanjutan Untuk Minum Obat di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015. Program Pasca Sarjana Kajian Administrasi Rumah Sakit Indonesia. Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i2.11954

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.