PENGARUH PELAYANAN SOSIAL DAN FISIOTERAPI REHABILITASI MEDIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK PENDERITA CEREBRAL PALSY DI RRABK SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN

Sondang Sidabutar, Yunardi Yunardi, Erlina Sri H.S, Laili Fadhillah, Angelia H Siburian, Ibnu Fajar


Abstract


Tujuan penelitian adalah: (1) pengaruh pelayanan sosial terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita Cerebral Palsy di RRABK Siantar, Kabupaten Simalungun; (2) pengaruh fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita cerebral palsy; dan (3) pengaruh pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik secara simultan terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita cerebral palsy. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak penderita Cerebral Palsy yang mendapatkan pelayanan di RRABK Siantar, Kabupaten Simalungun. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh secara parsial dan simultan antara variabel bebas (pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik) terhadap variabel terikat (perkembangan motorik kasar anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara pelayanan sosial terhadap perkembangan motorik kasar anak penderita Cerebral Palsy dengan nilai t-hitung sebesar 14,412 dan signifikansi 0,000 (< 0,05); (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar dengan nilai t hitung sebesar 12,442 dan signifikansi 0,000; (3) terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pelayanan sosial dan fisioterapi rehabilitasi medik terhadap perkembangan motorik kasar dengan nilai F-hitung sebesar 206,695 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,898 menunjukkan bahwa 89,8% perkembangan motorik kasar anak dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama

Keywords


pelayanan sosial, fisioterapi rehabilitasi medik, motorik kasar, cerebral palsy.

Full Text:

PDF

References


Bax, M., Goldstein, M., Rosenbaum, P., et al. (2005). Proposed definition and classification of cerebral palsy. Developmental Medicine & Child Neurology, 47(8), 571–576.

Darrah, J., et al. (2004). Effects of conductive education intervention for children with cerebral palsy. Developmental Medicine & Child Neurology, 46(11), 789–794.

Ministry of Health Indonesia. (2020). Pedoman Rehabilitasi Medik Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Nugroho, A. (2020). Efektivitas terapi okupasi dan fisioterapi terhadap anak cerebral palsy. Jurnal Terapi Fisik, 8(3), 112–119.

Palisano, R., Rosenbaum, P., Bartlett, D., & Livingston, M. (2008). Content validity of the GMFM-88 and GMFM-66. Physical Therapy, 88(5), 596–607.

Rahmawati, L. (2023). Intervensi multidisipliner dalam penanganan cerebral palsy. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 89–97.

Sari, M. (2021). Pelayanan sosial dalam rehabilitasi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Sosial dan Kesejahteraan, 9(1), 33–41.

Sutarto, E. (2019). Peran fisioterapi dalam meningkatkan kemampuan motorik anak cerebral palsy. Jurnal Kesehatan, 11(2), 45–52.

WHO. (2011). World Report on Disability. Geneva: World Health Organization.

Yulianti, D. (2022). Hubungan dukungan keluarga dengan perkembangan anak cerebral palsy. Jurnal Psikologi Anak, 6(1), 21–28.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.12362

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.