Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Siswa Taman Madya (SMA) Yayasan Persatuan Perguruan Taman Siswa Kota Pematangsiantar

Nadia Permata Sari, Syafira Syafira, Hekdin Marsius Sipayung


Abstract


Resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dunia, salah satunya disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Minimnya pengetahuan, khususnya pada kalangan remaja, berkontribusi pada perilaku penggunaan antibiotik yang keliru. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai penggunaan antibiotik secara rasional di Taman Madya (SMA) Yayasan Persatuan Perguruan Taman Siswa Kota Pematang Siantar. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pre-test and post-test dengan total 130 siswa kelas XII IPA sebagai responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner digunakan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Materi edukasi disampaikan melalui video pembelajaran berisi pengertian, fungsi, aturan pakai antibiotik, serta bahaya resistensi akibat penggunaan yang tidak tepat. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank karena distribusi data tidak normal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa setelah edukasi, dengan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara skor pre-test dan post-test. Edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait penggunaan antibiotik secara benar. Implementasi edukasi kesehatan secara berkelanjutan di sekolah diharapkan dapat menjadi strategi pencegahan resistensi antibiotik sejak usia remaja

Keywords


Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Siswa, Antibiotik

Full Text:

PDF

References


Anonim. Basic Pharmacology dan Drug Notes Edisi 2023, Makasar : MMN Publishing. 2023

Bennadi, D. (2014). Self medication: A current challenge. Journal of Basic and Clinical Pharmacy, 5, 19–23.

BPOM. (2017) Informatorium Obat Nasional Indonesia, Jakarta: Sagung Seto

Donkor, E. S., et al. (2012). Self‑Medication Practices with Antibiotics among Tertiary Level Students in Accra, Ghana: A Cross‑Sectional Study. Int. J. Environ. Res. Public Health, 9(10), 3519–3529.

Dwiningrum, R., & Feriani, V. (2024). Penyuluhan bijak menggunakan antibiotik di Dusun 003 Pengaleman Barat Kresnomulyo Kecamatan Ambarawa edisi tahun 2023. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu (ABDI KE UNGU), 6(1), 31–34.

Fadrian (2023) Antibiotik,Infeksi Dan Resistensi Andalas University Press

Glass (2021) Laporan sistem pengawasan resistensi dan penggunaan antimikroba global

Gunawan SG. (2016) Farmakologi dan terapi Edisi 6, Jakarta: BP FKUI

Hamdani, S., Nuari, D. A., & Rahayu, T. (2021). The relationship between knowledge, attitudes, and behavior of Universitas Garut students on antibiotic use. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 12(2), 132–140.

Herawati, F., Yulia, R., Mandala Pua Upa, M. S., & Andrajati, R. (2019). The antibiotic consumption at a pediatric ward at a public hospital in Indonesia. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 12(8), 64–67. https://doi.org/10.22159/ajpcr.2019.v12i18.33339

Intannia, D., & Lingga, H. N. (2023). Pengaruh video edukasi berbahasa Banjar terhadap pengetahuan dan sikap terkait antibiotik pada perempuan. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF), 13(4), 221–231. https://doi.org/10.22146/jmpf.84360

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018, 1 Februari). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/73/2018 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta: Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.12425

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.