Pengaruh Kondisi Fisik dan Kimia Air dengan Jumlah Larva Nyamuk pada Tempat Penampungan Air

Dwi Handayani, Yolanda Delia Putri, Dalilah Dalilah, Susilawati Susilawati, Gita Dwi Prasasty

Abstract


Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dengue, malaria, dan filariasis. Perkembangbiakan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama faktor fisik dan kimia air pada Tempat Penampungan Air (TPA) yang berpotensi menjadi habitat larva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik dan kimia air dengan jumlah larva nyamuk di kawasan salah satu taman wisata Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh TPA alami maupun buatan yang ditemukan di area dalam dan luar ruangan serta larva yang ditemukan didalamnya. Parameter fisik dan kimia air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan total dissolved solids (TDS). Identifikasi larva dilakukan secara mikroskopis untuk menentukan genus nyamuk. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Penelitian ini menemukan 7 TPA, terdiri atas 4 TPA dalam ruangan (57,14%) dan 3 TPA luar ruangan (42,86%). Hanya dua kolam yang positif terdapat larva dengan total 13 ekor, seluruhnya termasuk genus Culex. Rata-rata suhu air 30,29℃, pH 7,9, salinitas 0,11‰, dan TDS 57,14 ppm. Nilai korelasi menunjukkan bahwa pH (r=0,858; p=0,014) dan salinitas (r=0,764; p=0,046) berhubungan signifikan dengan jumlah larva nyamuk, sedangkan suhu (p=0,113) dan TDS (p=0,740) tidak signifikan. Indeks larva menunjukkan ABJ 100%, HI 0%, dan CI 0%, menandakan area penelitian bebas jentik Aedes sp. Secara umum, lingkungan penelitian tergolong bebas jentik Aedes dan memiliki kepadatan larva yang rendah.


Keywords


fisik dan kimia air; larva nyamuk; tempat penampungan air

References


Aluyah, C., & Rusdianto, R. (2020). Pengaruh Jenis dan Jumlah Pohon Terhadap Iklim Mikro di Taman Purbakala Bukit Siguntang Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Sylva Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan, 8(2), Article 2. https://doi.org/10.32502/sylva.v8i2.2696

Boerlijst, S. P., van der Gaast, A., Adema, L. M. W., Bouman, R. W., Boelee, E., van Bodegom, P. M., & Schrama, M. (2024). Taking It With A Grain Of Salt: Tolerance to Increasing Salinization in Culex pipiens (Diptera: Culicidae) Across A Low-Lying Delta. Parasites & Vectors, 17(1), 251. https://doi.org/10.1186/s13071-024-06268-8

CDC. (2024, April 16). Life Cycle of Culex Mosquitoes. Mosquitoes. https://www.cdc.gov/mosquitoes/about/life-cycle-of-culex-mosquitoes.html

Hasanah, H., Widawati, I. A. P., Mahadewi, N. M. E., & Nurhayani. (2023). Pengaruh Aksesibilitas, Amenitas, dan Citra Destinasi terhadap Kunjungan ke Kawasan Taman Purbakala Bukit Siguntang di Kota Palembang. Jurnal Bisnis Dan Manajemen (JURBISMAN), 1(3), Article 3. https://doi.org/10.61930/jurbisman.v1i3.266

Kaura, T., Mewara, A., Zaman, K., & Sehgal, R. (2023). Comparative efficacy of natural aquatic predators for biological control of mosquito larvae: A neglected tool for vector control. Journal of Vector Borne Diseases, 60(4), 435–438. https://doi.org/10.4103/0972-9062.374240

Lahondère, C., & Bonizzoni, M. (2022). Thermal Biology of Invasive Aedes mosquitoes in the Context of Climate Change. Current Opinion in Insect Science, 51, 100920. https://doi.org/10.1016/j.cois.2022.100920

Listiono, H., Rimbawati, Y., & Apriani, M. (2021). Analisis Lingkungan Fisik dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti pada Vegetasi Perindukan Daun Pisang. Journal Of Health Science, 1(1), 32–43.

Maghfiroh, A. D., Syakbanah, N. L., Sulistiono, E., & Hanif, M. (t.t.). Relationship Of Water Media Characteristics (Ph, Temperature, Tds) To Density Of Aedes Sp Mosquito Flars. In Karanggeneng Village, Lamongan District. 2024, 21(2), 277–284.

Mbanzulu, K. M., Mboera, L. E. G., Wumba, R., Engbu, D., Bojabwa, M. M., Zanga, J., Mitashi, P. M., Misinzo, G., & Kimera, S. I. (2022). Physicochemical Characteristics of Aedes Mosquito Breeding Habitats in Suburban and Urban Areas of Kinshasa, Democratic Republic of the Congo. Frontiers in Tropical Diseases, 2. https://doi.org/10.3389/fitd.2021.789273

Overgaard, H. J., Olano, V. A., Jaramillo, J. F., Matiz, M. I., Sarmiento, D., Stenström, T. A., & Alexander, N. (2017). A cross-sectional survey of Aedes aegypti immature abundance in urban and rural household containers in central Colombia. Parasites & Vectors, 10(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s13071-017-2295-1

Oyewole, I. O., Awolola, T. S., Ibidapo, C. A., Oduola, A. O., Okwa, O. O., & Obansa, J. A. (2007). Behaviour and population dynamics of the major anopheline vectors in a malaria endemic area in southern Nigeria. Journal of Vector Borne Diseases, 44(1), 56–64.

Putri, M. P., Prasasty, G. D., Anwar, C., Handayani, D., & Dalilah. (2023). Water PH Correlates With The Number of Mosquito Larvae in Nature Tourism Park. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 9(1), 36–40. https://doi.org/10.19184/ams.v9i1.37116

Sarwita, O., Alisjahbana, B., & Agustian, D. (2018). Analisis Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Terhadap Keberadaan Jumlah Nyamuk Aedes Aegypti di Kota Bandung. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 4(1), Article 1. https://doi.org/10.32667/ijid.v4i1.45

Service, M. W. (2012). Medical Entomology for Students (5th ed). Cambridge university press.

Torres, P. F. F., Baldinotti, H. da S., Costa, D. A. da, Miranda, C. M. de, & Cardoso, A. F. (2022). Influence of pH, Light, Food Concentration and Temperature in Aedes aegypti Linnaeus (Diptera: Culicidae) Larval Development. EntomoBrasilis, 15.

WHO. (2017). Global Vector Control Response 2017–2030. World Heath Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241512978




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.12613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.