Jenis-Jenis Vegetasi Dasar Di Perkebunan Kelapa Sawit PT PANP Desa VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat

Anggi Welandra, Nursyahra Nursyahra, Zikra Zikra

Abstract


Perkebunan Kelapa Sawit PT PANP Desa VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, merupakan perkebunan dengan luas 891 ha. Disana banyak ditemukan vegetasi dasar, untuk mengendalikan vegetasi dasar di bawah tegakan kelapa sawit, biasanya dilakukan dua jenis penyemprotan: penyemprotan piringan sebanyak 4 kali dalam setahun dan penyemporotan gawangan sebanyak 3 kali dalam setahun karena dianggap sebagai gulma. Namun, vegetasi dasar sebenarnya memiliki peran penting, seperti melindungi tanah dan air, menyerap CO₂ melalui fotosintesis, serta meningkatkan cadangan karbon di tanah (Yahya dkk., 2022). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi dasar diperkebunann kelapa sawit PT PANP Desa VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dan menghasilkan buku ilmiah populer mengenai jenis-jenis vegetasi dasar di perkebunan kelapa sawit.  Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif. Penelitian telah dilakukan pada  bulan Februari - Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan di area perkebunana PT PANP Desa VI Koto Selatan Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dengan menggunakan metode transek ukuran plot 1m x 1m. Dan sampel diidentifikasi di Laboratorium Botani Universitas PGRI Sumatera Barat. Hasil penelitian ditemukan 37 spesies vegetasi dasar yang terdiri dari 2 divisio 22 familia

Keywords


vegetasi dasar, kelapa sawit, transek

Full Text:

PDF

References


Ariyanti, M., Yahya, S., Murtilaksono, K., Suwarto, S., & Siregar, H. H. (2016). Water balance in oil palm plantation with ridge terrace and Nephrolepis biserrata as cover crop. Journal of Tropical Crop Science, 3(2), 35–55.

Asbur, Y, Porwaningrum, Y. (2024). Dampak Pemangkasan dan Pembenaman Pangkasan terhadap Pertumbuhan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson

Asbur, Y., S. Yahya, K. Murtilaksono, Sudradjat, E.S. Sutarta. 2015b. Peran tanaman penutup tanah terhadap neraca hara N, P, dan K di perkebunan kelapa sawit menghasilkan di Lampung Selatan. J. Pen. Kelapa Sawit, 23:53-60.

Asbur, Y., S. Yahya, K. Murtilaksono, Sudradjat, E.S.Sutarta. 2015a. Study of a. Study of Asystasia gangetica (L.) Anderson utilization as cover crop under mature oil palm with different ages. Int. J. Sci.: Basic Appl. Res.Int. J. Sci.: Basic Appl. Res.19:137-148.

Aththorick, A. (2005 ). Kemiripan Komunitas Tumbuhan Bawah Pada Beberapa Tipe Ekosistem Perkebunan Di Kabupaen Labuhan Batu. Jurnal komunikasi penelitian. 17(5)

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat. https://pasamanbaratkab.bps.go.id/id/statistics

Buana, L., Siahaan, D dan S, Adiputra . 2008. Budidaya Kelapa Sawit. Pusat. Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988. Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan.

Kusmana, C., Istomo, Winata, B., & Hilwan, I. (2022). Ekologi Hutan Indonesia. PT Penerbit IPB Press. Bogor.

Laurie, M. (1986). An Introduction to Landscape Architecture. Illinois: Waveland Press.

Mirzaei, V. (2025). The Impact of Color Psychology in Graphic Design: A Comprehensive Review. International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM), 13(03), 2088–2095. https://doi.org/10.18535/ijsrm/v13i03.ec04

Mudhita, I., & Badrun, B. (2019). Potensi Hijauan di Areal Perkebunan Kelapa Sawit Perusahaan, Kelompok Tani dan Perkebunan Rakyat Sebagai Tanaman Pakan Sapi Potong di Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Journal of Tropical Animal Science and Technology, 1(1), 22–31.

Nurfatma, N., Dharmono, D. & Amintarti, S. (2020). “Validitas Buku Ilmiah Populer Etnobotani Tumbuhan Leucosyke Capitellata Di Kawasan Hutan Bukit Tamiang Kabupaten Tanah Laut.” Wahana-Bio: Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya 12(2):113-122. doi: 10.20527/wb.v12i2.8541.

Rugayah, Widjaja. A. E. dan Pratiwi, S. (2004). Pedoman Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora.Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia. Bogor.

Sariani, N., Muryani C., & Rindarjono M.G (2017). Pengembangan Modul Pembelajaran Geografi Berbasis Peduli Lingkungan Unutk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Pada Materi Sumber Daya alam di kelas XI IPS SMA Bina Utama Pontianak. Jurnal GeoEco, 3(1): 40-46.

Suin, N. M., Syafinah R. (2006). Ekologi bahan ajar laboratorium. Padang Andalas Univercity Press.

Syahputra, E, et al. Weeds Assesment di Perkebunan Kelapa Sawit Lahan Gambut. Perkebunan & Lahan Tropika. Tek perkebunan & PSDL Vol. 1, ISSN:2088-6381. Juni 2011., Hal 37-42.

Syofia, I., & Radiah, M. (2018). Keanekaragaman Komunitas Gulma Dalam Tanah Pada Tingkat Kedalaman Dan Jarak Pengambilan Tanah Di Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan. Agrium, 21 (2), 178.

Usman, I., Zulkifli, Z., Majid, H. & Adamy, Y. 2021. “Meningkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Guru-Guru Pesantren Al-Muslim Peusangan Bireuen.” Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. 3(2):59–63.

Utami S, Murningsih, Muhammad F. 2020. Keanekaragaman dan dominansi jenis tumbuhan gulma pada perkebunan kopi di Hutan Wisata Nglimut Kendal, Jawa Tengah. J Ilmu Lingkungan 18:411-416. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.411-416

Utami, P. U., Yelianti, U., & Kartika, W. D. (2021). Pengembangan Buku Ilmiah Populer Keanekaragaman Mangrove Berbasis Pembelajaran Kontekstual Pada Materi Keanekaragaman Hayati di SMA. Vol. 10 No 2.

Yahya, S., Mira Ariyanti, & Yenni Asbur. (2022). Perpektif Baru: Manajemen Vegetasi Bawah Tegakan pada Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan. Jurnal Agronomi Indonesia, 50(3), 343–356. https://doi.org/10.24831/jai.v50i3.44605.

Yudha Saputra dan Adolf Pieter Lontoh. (2018). Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Kebun Aneka Persada, Riau Institut Pertanian Bogor.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.12644

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.