Efektivitas Latihan Pernapasan Diagfragma Terhadap Fungsi Paru Pasien Asma : Studi Eksperimental

Sri Rezeki Arbaningsih


Abstract


Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai oleh inflamasi dan penyempitan saluran napas, yang dapat menyebabkan penurunan fungsi paru. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dianggap potensial untuk meningkatkan fungsi paru adalah latihan pernapasan diafragma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan pernapasan diafragma terhadap fungsi paru pada pasien asma. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sebanyak 30 pasien asma dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan latihan pernapasan diafragma selama empat minggu, dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Fungsi paru diukur menggunakan spirometer dengan parameter FEV1, FVC, dan rasio FEV1/FVC. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0.05). Latihan pernapasan diafragma terbukti dapat meningkatkan kapasitas paru, efisiensi pernapasan, serta menurunkan derajat obstruksi saluran napas. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan pernapasan diafragma dapat dijadikan intervensi pendukung dalam manajemen asma, terutama karena sifatnya yang aman, murah, dan mudah diterapkan. Penelitian ini merekomendasikan agar latihan ini dimasukkan dalam program rehabilitasi respirasi atau edukasi mandiri bagi pasien asma. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang disarankan untuk mengkaji manfaat jangka panjang dari latihan ini

Keywords


Asma, Fungsi Paru, Latihan Pernapasan Diafragma, Rehabilitasi Paru, Intervensi Non-Farmakologis.

Full Text:

PDF

References


American Thoracic Society. (2005). Standardization of spirometry. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 152(3), 1107–1136. https://doi.org/10.1164/ajrccm.152.3.1107

Basoglu, O. K., Atasever, A., Bacakoglu, F., & Cok, G. (2005). Effects of incentive spirometry on pulmonary function and arterial blood gases in patients with asthma. Respiration, 72(6), 517–520. https://doi.org/10.1159/000087776

Courtney, R., Greenwood, K. M., & Cohen, M. (2011). Relationships between measures of dysfunctional breathing in a population with concerns about their breathing. Journal of Bodywork and Movement Therapies, 15(1), 24–34.

Global Initiative for Asthma (GINA). (2023). Global Strategy for Asthma Management and Prevention. https://ginasthma.org

Gonçalves, C. G. O., Lima, A. M. J., & Costa, D. (2015). Diaphragmatic breathing in COPD: A literature review. Fisioterapia em Movimento, 28(1), 169–177. https://doi.org/10.1590/0103-5150.028.001.AO16

Hasanah, A., Widodo, Y., & Sari, R. P. (2020). Pengaruh latihan pernapasan terhadap fungsi paru pada pasien asma. Jurnal Respirasi, 8(2), 90–96.

Hough, A. (2014). Physiotherapy in Respiratory and Cardiac Care (4th ed.). Nelson Thornes.

Hsieh, M. J., Yang, T. M., Tsai, Y. H., & Huang, Y. C. (2016). Effects of a respiratory training program on quality of life in patients with chronic obstructive pulmonary disease: A randomized controlled trial. Scientific Reports, 6, 27292. https://doi.org/10.1038/srep27292

Kegeles, S. S., & Murphy, D. A. (2012). Self-care strategies in asthma management. Journal of Asthma Education, 44(1), 25–31.

Khasanah, U., & Setyaningsih, S. (2019). Efektivitas terapi napas diafragma terhadap nilai FEV1 pada pasien PPOK. Jurnal Fisioterapi Indonesia, 7(1), 10–15.

Lumb, A. B. (2017). Nunn’s Applied Respiratory Physiology (8th ed.). Elsevier Health Sciences.

Mahajan, M., & Mehta, A. (2020). Efficacy of diaphragmatic breathing in asthma: A randomized controlled trial. Indian Journal of Physiotherapy and Occupational Therapy, 14(2), 52–56.

Mokkink, L. B., Terwee, C. B., Patrick, D. L., Alonso, J., Stratford, P. W., Knol, D. L., & de Vet, H. C. (2010). The COSMIN checklist for evaluating the methodological quality of studies on measurement properties: A clarification of its content. BMC Medical Research Methodology, 10(1), 22.

Nield, M. A., & Soo Hoo, G. W. (2012). Inspiratory muscle training in patients with chronic lung disease. Respiratory Care, 57(5), 848–854. https://doi.org/10.4187/respcare.01233

Prasetya, R., & Rini, R. R. (2018). Latihan pernapasan terhadap peningkatan FEV1 pada penderita asma. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(1), 43–49.

Putri, M. D., & Andayani, I. G. A. E. (2020). Pengaruh terapi latihan pernapasan diafragma terhadap peningkatan fungsi paru pada pasien PPOK. Jurnal Kesehatan Respirasi Indonesia, 1(1), 35–40.

Saraswati, P., & Wahyuni, N. (2021). Terapi latihan pernapasan untuk meningkatkan kapasitas paru pada pasien asma. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 9(1), 60–67.

Setiowati, R., & Lestari, P. (2022). The role of diaphragmatic breathing to improve lung function in asthma patients. Indonesian Journal of Respiratory Therapy, 3(2), 80–85.

Tobin, M. J. (2018). Principles and Practice of Mechanical Ventilation (3rd ed.). McGraw-Hill Education.

World Health Organization. (2020). Asthma: Key facts. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.12799

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.