Explorasi Isolasi Metabolit Sekunder dari Tanaman Tingkat Tinggi dan Potensinya Sebagai Aktivitas Antibakteri: Tinjauan Literatur

Giga Anugerah Arsylrakhmatika, Vriezka Mierza


Abstract


Isolasi metabolit sekunder dari tanaman tingkat tinggi telah menjadi fokus utama dalam penelitian pengembangan agen antibakteri alami. Tanaman tingkat tinggi diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin, yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa-senyawa ini telah diteliti secara luas karena kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri patogen. Studi ini meninjau berbagai penelitian terbaru mengenai isolasi, karakterisasi, dan uji bioaktivitas metabolit sekunder dari tanaman tingkat tinggi serta potensinya sebagai agen antibakteri. Berbagai teknik isolasi dan karakterisasi telah diterapkan, seperti metode ekstraksi menggunakan pelarut organik, pemisahan dengan teknik kromatografi, serta analisis struktur menggunakan spektroskopi seperti spektrofotometer UV-vis, Nuclear Magnetic Resonance (NMR), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) Setelah diperoleh senyawa murni, efektivitas antibakteri diuji dengan berbagai metode, termasuk metode Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (MBC), serta metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder dari tanaman tingkat tinggi bekerja melalui berbagai mekanisme antibakteri, seperti menghambat sintesis dinding sel bakteri, merusak membran sel, serta menghambat aktivitas enzim esensial. Efektivitas antibakteri yang tinggi dari senyawa ini menunjukkan potensinya dalam pengembangan terapi alternatif terhadap infeksi bakteri, terutama dalam menghadapi meningkatnya resistensi antibiotik. Tinjauan ini memberikan wawasan komprehensif mengenai pemanfaatan tanaman tingkat tinggi sebagai sumber agen antibakteri baru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme kerja secara lebih spesifik, mengevaluasi toksisitasnya, serta mengembangkan formulasi yang tepat untuk aplikasi klinis. Dengan meningkatnya ancaman resistensi antibiotik, eksplorasi metabolit sekunder dari tanaman dapat menjadi solusi inovatif dalam pencarian terapi antibakteri yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Keywords


Isolation, Secondary metabolites, Higher plant, Antibacterial activity

Full Text:

PDF

References


Aisyah, L. S., Jasmansyah, Purbaya, S., dan Resnawati, T. (2019) Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenol Ekstrak Etil Asetat Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale roscoe Var. Sunti). Jurnal Kartika Kimia, 2(1): 44-50 https://doi.org/10.26874/jkk.v2i1.23

Darmawati, A. A. S. K., Bawa, I. G. A. G., dan Suirta, I. W. (2015). Isolasi dan Identifikasi Senyawa Golongan Flavonoid Pada Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lmk) dan Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kimia, 9(2): 203-210

Dewi, S. R., Ulya, N., dan Argo, B. D. (2018). Kandungan Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pleurotus ostreatus. Jurnal Rona Teknik Pertanian, 11(1)

Ernawaningtyas, E., Widyaningsih, L., Handayani, T., Emelia, R., Olivia, Z., Suryana, A. L. et.al. (2023). Pengenalan Tentang Farmasi dan Kefarmasian. Banten: PT Sada Kurnia Pustaka

Gazali, A. M. F., Anam, S., Khumaidi, A. (2016). Isolasi Senyawa Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Krokot (Portulaca oleracea Linn) Menggunakan Bakteri Uji Staphylococcus aureus. Jurnal of Natural Science, 5(1): 49-59

Hidayah, W. W., Kusrini, D., Fachriyah, E. (2016). Isolasi Identifikasi Senyawa Steroid dari Daun Getih - Getihan (Rivina Humilis L.) dan Uji Aktivitas Sebagai Antibakteri. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 19(1): 32-37 https://doi.org/10.14710/jksa.19.1.32-37

Kursia, S. K., Lebang, J. S., et. al. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal IJPST, 3(2): 72-77

Laksono, F. B., Fachriyah, E., dan Kusrini, D. (2014). Isolasi dan Uji Antibakteri Senyawa Terpenoid Ekstrak n-Heksana Rimpang Lengkuas Merah (Alpania Purpurata). Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 17(2): 37-42 https://doi.org/10.14710/jksa.17.2.37-42

Maharani, T., Sukandar, D., dan Hermanto, S. (2016). Karakterisasi Senyawa Hasil Isolasi dari Ekstrak Etil Asetat Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) yang Memiliki Aktivitas Antibakteri. Jurnal Kimia VALENSI: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia, 2(1): 55-62 https://doi.org/10.15408/jkv.v2i1.3084

Marwati, D., dan Samsiar. (2023). Aktivitas Ekstrak Daun Kirinyuh (Eupatorium Odorata) Terhadap Bakteri Clostridium Perfingens. Jurnal Medika dan Sains, 3(2): 54-65

Nst, M. R., Andreyas, D., Dona, R., et. al. (2023) Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Metanol Daun Marpuyan (Rhodamnia cinereal Jack.). Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan, 9(2): 149- 161 https://doi.org/10.51352/jim.v9i2.671

Ode, W. L., Nacak, N. A. S. (2024). Gambaran Penggunaan Kombinasi Obat Sintesis dan Obat Tradisional Pada Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi UPT RSUD Nene Mallumo Kabupaten Sindenreng Rappang Tahun 2024. Jurnal Farmasi Al-Ghafiqi.

Rika, H. (2019). Peneliti IPB: 9.600 tumbuhan RI terindentifikasi tanaman obat. CNN Indonesia.https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190303051716- 255374096/peneliti-ipb-9600-tumbuhan-ri-teridentifikasi-tanaman-obat

Rusli, dan Prayitno, D. (2017). Isolasi dan Identifikasi Golongan Komponen Kimia Aktif Antibakteri Ekstrak n-Butanol Sawo Manila (Archras zapota Linn) Asal Kota Palopo. Jurnal As-Syifaa, 9(2): 201-210 https://doi.org/10.33096/jifa.v9i2.310

Supratman, U. (2010). Elusidasi Struktur Senyawa Organik: Metode Spektroskopi Untuk Penentuan Struktur Senyawa Organik. Bandung: FMIPA Kimia Institut Teknologi Bandung

Suryati, et. al. (2023). Komponen Kimia Minyak Atsiri yang Diisolasi dari Daun Tanaman Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) dan Potensi Antibakteri serta Toksisitasnya. Jurnal Riset Kimia, 14(1): 70-80 https://doi.org/10.25077/jrk.v14i1.583

Tahmid, H. A., Hertiani, T., Wahyuono, S. (2015) Aktivitas Antibakteri Senyawa Isolat Daun Mundu (Garcinia dulcis) Terhadap Bakteri Patogen Gram Positif. Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(2): 30-65

Veronita, F., Wijayati, N., dan Mursiti, S. (2017). Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Daun Binahong serta Aplikasinya Sebagai Hand Sanitizer. Indonesian Journal of Chemical Science, 6(2): 139-144

Wahyuni, S., Patang, Putra, R. P. (2023). Kajian Minimum Inhibitor Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) Ekstrak Kulit Terong Ungu (Solanum melongena L.) Sebagai Pengembangan Antibakteri Herbal. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 9(2): 249-262




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i1.13056

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.