Pengaruh Pemberian Pupuk Taspu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Biomassa Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Pada Berbagai Konsentrasi

Gideon Marulitua Purba, Tri Harsono


Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kadar kompos yang optimal dan mempelajari pengaruh kompos Tandan Buah Kosong (EFB) Kelapa Sawit Taspu terhadap perkembangan dan produksi seledri (Apium graveolens L.). Lima perlakuan digunakan dalam penelitian ini, masing-masing dengan empat ulangan: P0 (kontrol), P1 (1,5 kg/pot), P2 (2 kg/pot), P3 (2,5 kg/pot), dan P4 (3 kg/pot). Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (CRD). Berat segar akar, berat kering akar, tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar merupakan beberapa data yang diukur. Kondisi paling optimal untuk perkembangan tanaman seledri terlihat ketika 3 kg/pot (P4) kompos EFB Taspu diaplikasikan. Dengan perlakuan P4, tanaman mencapai titik tertinggi pada ketinggian 41,63 cm, memiliki jumlah daun terbanyak yaitu 94, berat basah tertinggi yaitu 43,93 g, berat kering tertinggi yaitu 7,95 g, berat basah tertinggi yaitu 3,21 g, dan berat kering terbesar yaitu 0,81 g.


Keywords


Seledri, Kompos Tkks, Pertumbuhan, Biomassa, Produksi Tanaman.

Full Text:

PDF

References


Alham, M., Elfarisna dan K., & Selatan, J. (2018). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) terhadap Efisiensi Pupuk Organik Padat. Prosiding Semnastan. 88-97.

Arisandi, R., & Sukohar, A. (2016). Seledri (Apium graveolens L.) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker. Majority. 5(2), 95-100.

BPS RI. (2018). Statistik Tanaman Sayuran Sayuran dan Buah-buahan Semusim Indonesia.

Defsro, J. M., Ginting, C., & Wirianata, H. (2024). Pengaruh Dosis Unsur N dan Waktu Panen pada Hasil dan Kwalitas pada Tanaman Selada. AGROFORETECH, 2(3), 1082–1088.

Emilia, I., Liani Ardila, L. & Anggraini, P. (2024). Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) menjadi Pupuk Kompos di Desa Suka Damai Kecamatan Tungkal Jaya Musi Banyuasin. Jurnal ESJo, 2(2), 34-39.

Pitaloka, N., & Rahil Ade Rifqah, dan. (2022). Respon Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril) Terhadap Dosis Pupuk Improbio Tandan Kosong Kelapa Sawit. In Jurnal Ilmiah Respati (Vol. 13, Issue Desember). http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/pertanian

Haitami, A., Wahyudi, W. 2019. Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Plus (Kotakplus) dalam Memperbaiki Sifat Kimia Tanah Ultisol. Jurnal Ilmu Pertanian. 16(1), 56–63.

Hidayat, Y.V., Apriyanto, E., & Sudjatmiko, S. (2020). Persepsi Masyarakat Terhadap Program Percetakan Sawah Baru di Desa Air Kering Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten Kaur dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. NATURALIS, 9(1), 41-54.

Kartika, T. (2024). Analisis Penentuan C-Organik pada Sampel Tanah secara Spektrofotometer UV-Vis. Jurnal Indobiosains, 6(2).

Mandiri. (2012). Manual Pelatihan Teknologi Energi Terbarukan, Jakarta, 61.

Purba, T., Ningsih, H., Junaedi, P.A.S., Junairiah, B.G., Firgiyanto, R., & Arsi. 2021. Tanah dan Nutrisi Tanaman. Medan : Yayasan Kita Menulis.

Puspitorini, P.,& Pradhipta, G.I. 2024. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Sijunjung : Mitra Cendekia Media.

Putro, B.E.S., Ege, B., & Supiandi, M.I. (2018). Budidaya Tanaman Seledri Organik. Sintang: Lembaga Bahasa dan Budaya Kalimantan.

Riswanto, F.D.O.,Ngelu, F.Y., Marbun, F.D., Sihombing, A.M., Manalu, Y., & Ate, V.R.K.M. (2020). Potensi Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) sebagai Antibakteri. Jurnal Jamu Kusuma, 2(1), 23-29.

Salmina. (2016). Studi Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit oleh Masyarakat di Jorong Koto Sawah Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang. Jurnal Spasial, 3(2), 33-40.

Siahaan, M., Darnius, O. (2023). Klasifikasi Provinsi Di Indonesia Berdasarkan Luas Pengusahaan Dan Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Analisa Klaster. Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet. 7(2), 2580–0957.

Sukasih, N.S., Yulianingsih, R., & Purnawan, A. (2023). Aplikasi Bokashi Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Merah Cabut (Amaranthus gangeticus L.). PIPER, 19(1), 22-26.

Swandari, T., Saputra, M.Y., Mawandha, H.G. (2018). Pertumbuhan dan Produksi Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dengan Pemberian Pupuk Tandan Kosong Kelapa Sawit dan NPK. Jurnal Agroteknologi, 02 (02),151 – 161.

Syahidah, F.M. & Sulistiyaningsih. (2018). Potensi Seledri (Apium graveolens) untuk Pengobatan. Farmaka. 16(1), 55-62.

Wakhidah, A.Z. (2021). Review: Seledri (Apium graveolens L.) Botani, Ekologi, Bioaktvitas, dan Pemanfaatan. Jurnal Pro-Life, 8(2), 156-167.

Widiyastuti, Y., Widowati, L., Bahar, Y., & Siswanto, U. (2021). Seledri (Apium graveolens L.): Tanaman Aromatis Melawan Hipertensi. BRIN. https://doi.org/10.14203/press.298

Widowati, L.R., Hartatik, W., Setyorini, D., Trisnawati, Y. (2022). Pupuk Organik: Dibuatnya Mudah, Hasil Tanam Melimpah. Bogor: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13063

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.