Evaluasi Nilai Sun Protection Factor (SPF) Body Lotion Tabir Surya Yang Mengandung Ekstrak Etanol Bonggol Jagung (Zea mays L.)

Christica Ilsanna Surbakti, Siti Nurbaya, Nuranti Rumella, Desi Rahmasari Sitompul, Delfiana Agustina


Abstract


Salah satu dampak buruk yang terjadi akibat radiasi sinar matahari (UV) adalah penuaan dini, perubahan warna kulit, kerutan hingga kanker kulit. Bahan yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV disebut tabir surya atau body lotion. Kemampuan tabir surya untuk melindungi kulit dengan menangkal eritema dinyatakan dengan Sun Protection Factor (SPF). Metode penelitian ini meliputi penyiapan sampel, pengujian karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, skrinning fitokimia, formulasi sediaan, pemeriksaan homogenitas sediaan, pengukuran pH sediaan, pengujian viskositas, uji kelembaban, uji iritasi dan pengujian nilai SPF pada sediaan body lotion ekstrak etanol bonggol jagung (Zea mays L) dengan konsentrasi ekstrak etanol bonggol jagung (Zea mays L) F0 (blanko),  2% (F1), 4% (F2) dan 6% (F3). Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak bonggol jagung sebesar 6% memiliki nilai kelembaban sebesar 99,11% serta nilai SPF sebesar 25,542±0,4568 (proteksi ultra) merupakan sediaan yang memiliki nilai kelembaban serta nilai SPF yang paling optimal bila dibandingkan dengan formulasi lainnya.sehingga ekstrak etanol bonggol jagung dapat dijadikan sebagai body lotion tabir surya yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari (UV)

Keywords


Body Lotion, Ekstrak Etanol Bonggol Jagung (Zea mays L), Kelembaban, Sun Protection Factor (SPF).

Full Text:

PDF

References


Adawiyah, R. (2019). Penentuan Nilai Sun Protection Factor secara In Vitro pada Ekstrak Etanol Akar Kalakai (Stenochlaena palustris Bedd) dengan Metode Spektrofotometer UV-Vis. Jurnal Surya Medika, 4(2), 26–31.

Andayani F, Warnida H, Nur S J. 2016. Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Streptococcus mutans dari Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) (Wight) Walp. Media Sains, 9(4), 74–84.

Anonim. 2011. www.dpi.nsw.gov.au/weeds. Diakses pada tanggal 25 September 2024.

Ash, C., Town, G., Bjerring, P., & Webster, S. (2015). Evaluation of a novel skin tone meter and the correlation between Fitzpatrick skin type and skin color. Photonics and Lasers in Medicine, 4(2), 177–186.

Barel, A.O., Paye, M., dan Maibach, H.I (2001). Hanbook of Cosmetic Science and Tecnology. New York: Marcel Dekker, Inc. Hal. 670-671.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Materi Medika Indonesia Jilid IV. Jakarta: Direktorat Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia Edisi I. Departemen Kesehatan RI. 2008.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Materia Medika Indonesia Jilid V. Departemen Kesehatan RI.1989.

Departemen Kesehatan RI., 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan: Jakarta Hal 5,9,10,11,12.

Departemen Kesehatan RI., 2007. Pharmeceutical Care untuk Penyakit Hati. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Departemen Kesehatan RI., 2009. Farmakope Herbal Indonesia Edisi 1.Departemen Kesehatan RI: Jakarta Hal 162-163.79

Depkes RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Depkes, RI. (1985). Cara pembuatan simplisia. Jakarta:Depkes RI. Hal.22.

Hairiyah, N., Nuryati, N., & Nordiyah, F. (2022). Formulasi Pembuatan Body Scrub Berbahan Dasar Beras Ketan Putih (Oryza sativa var glutinous) dan Madu. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 26(1), 53.

Handayani, F., Apriliana, A., & Natalia, H. (2020). Karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia daun SelutuSi Puka (Tabernaemontana macracarpa Jack). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4(1), 49-58




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13074

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.