Abstract
Selain bencana alam, Deli Serdang merupakan wilayah dengan dinamika sosial yang tinggi terkait isu agraria dan pemukiman padat penduduk. Konflik lahan yang kerap terjadi di beberapa titik strategis menciptakan suasana ketegangan sosial dan ketidakpastian hidup bagi warga. Kondisi "stres kronis" akibat ketidakpastian tempat tinggal ini memperparah kerentanan psikologis masyarakat. Diperlukan sebuah pendekatan pemulihan yang tidak hanya menyasar individu, tetapi juga memperbaiki kohesi sosial yang sempat renggang akibat konflik maupun tekanan hidup di pengungsian. Kesenjangan Tenaga Profesional Kesehatan Mental. Terdapat kesenjangan yang lebar antara jumlah penduduk yang membutuhkan layanan psikologis dengan jumlah tenaga profesional (psikolog/psikiater) yang tersedia di puskesmas-puskesmas wilayah Deli Serdang. Akses menuju layanan kesehatan mental di pusat kota (Lubuk Pakam atau Medan) seringkali terkendala oleh jarak dan biaya bagi warga desa. Hal ini menuntut adanya solusi alternatif berupa "pertolongan pertama psikologis" berbasis komunitas yang dapat dilakukan oleh pihak luar yang terdidik, yaitu mahasiswa. Urgensi Peran Mahasiswa sebagai Akselerator Pemulihan Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara akademisi dan masyarakat. Melalui pendekatan yang lebih cair dan tidak kaku, mahasiswa dapat masuk ke dalam struktur komunitas, membangun kepercayaan (trust), dan memberikan pendampingan psikososial dengan metode yang menyenangkan (seperti bermain dan bercerita). Program "Trauma Healing dan Pemulihan Psikososial Berbasis Komunitas" ini hadir untuk memberdayakan potensi lokal, mengubah penyintas dari objek bantuan menjadi subjek yang tangguh (resilient), serta memastikan bahwa tidak ada warga Deli Serdang yang berjuang sendirian dalam memulihkan kesehatan mentalnya pasca-krisis di tahun 2026.
Keywords
Psikososial, Kesehatan Mental, Deli Serdang, Mahasiswa
References
Aceng Cucu Bunyamin, Dewi Rika, Juita Noer Syalsiah. (2020). Penggunaan Kahoot Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Permainan Sebagai Bentuk Variasi Pembelajaran. Gunahumas Jurnal Kehumasan, Vol 3, No 1, 43-50, p-ISSN: 2338-1507.
Brown, A. (2020). Collaborative Learning with Padlet: A Case Study. International Journal of Teaching and Learning, 8(1), 67-75.
Class Point. (2024). ClassPoint official website and ClassPoint blog: Articles on classroom engagement and teaching strategies.
Darmiany., Rosyidah, A.N.K., Karma, I.N., Witono, H. (2019). PGSD untuk Negeri: terapi bermain sebagai bentuk trauma healing bagi anak-anak korban gempa Lombok. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. Vol 2. No.2 Mei 2019.
Haripriya. (2024). Quizizz. Retrieved from support.quizizz.com (Diakses pada tanggal 13 Desember, 2024.
Hatta, K. (2016). Trauma dan pemulihannya: suatu kajian berdasarkan kasus pasca konflik dan Tsunami. Dakwah Ar-Raniry Press.
Hurlock. (1978). Perkembangan Anak. Jilid 2. Jakarta: Erlangga