Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus

Intan Furnamasari, Suci Rahmawati, Septi Wulandari, Ikhsan Ikhsan, Yogie Andika Tri Nanda


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi efektif dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan ekstrak 1:1. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Diameter zona hambat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,40 mm; 1,33 mm; 1,96 mm; 2,73 mm; dan 2,70 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori lemah. Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin menunjukkan zona hambat sebesar 20,70 mm dengan kategori sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi (p<0,05), sehingga peningkatan konsentrasi berpengaruh terhadap daya hambat bakteri. Meskipun demikian, kombinasi ekstrak tidak menunjukkan efek sinergis dan memiliki aktivitas yang lebih rendah dibandingkan ekstrak tunggal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak berpotensi sebagai antibakteri, namun efektivitasnya masih tergolong lemah dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Keywords


Kata kunci : Antibakteri, Staphylococcus aureus, Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora), Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha), Difusi Cakram.

Full Text:

PDF

References


Aninda, L. O. P. (2024). Uji Sensitivitas Antibiotik Tetrasiklin Dan Ekstrak Curcuma xanthorrhiza Terhadap Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus. 1–23

Ballo, N. D. S., Indriarini, D., & Amat, A. L. S. S. (2021). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Cendana Medical Journal (CMJ), 9(1), 83–93. https://doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4940

Citra Dewi, N. P. K., Agriana Rosmalina Hidayati, & Nisa Isneni Hanifa. (2023). Aktivitas Antibakteri Senyawa Fenolik dari Fraksi Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.). Unram Medical Journal, 12(3). https://doi.org/10.29303/jku.v12i3.952

Damayanti, S. P., Mariani, R., & Nuari, D. A. (2022). Literature Study: Antibacterial Activity of Binahong Leaves (Anredera cordifolia) against Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Sains Dan Terapan, 9(1), 42–48.

Harahap, F. S. (2023). Uji Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Mortalitas Larva Kumbang Badak Kelapa (Oryctes rhinoceros L.). 23.

Ishimora, M.E., Prasetya, R.C. & Susilawati, I.D.A. (2023) “Kemampuan antibakteri ekstrak kulit buah kopi robusta dan arabika terhadap pertumbuhan Lactobacillus acidophilus: studi eksperimental,” Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 7(3), p. 271.

Mawarti, H. (2025). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kunyit ( Curcuma Longa Linn .) dan Sambiloto ( Andrographis Paniculata Ness .) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Secara In Vitro Pendahuluan Material and Metode. 2(1), 75-80

Manik, D. F., et al. (2013). Aktivitas antibakteri senyawa flavonoid terhadap bakteri patogen.

Pratama, D., Suprihadi, A., & Raharjo, B. (2017). Efektivitas Kombinasi Ekstrak Bahan Herbal (Mengkudu, Pepaya, Kunyit) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Aeromonas hydrophila Secara In Vitro. Jurnal Biologi, 6(2), 7– Panuluh, P.D., 2019, Literatur review potensi cengkeh (Syzigium aomaticum) sebagai antibakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2): 270–274, doi: 10.35816/jiskh.v10i2.1

Putra, R. P., Fitri, F., & Patang, P. (2024). Pemanfataan Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta dalam Pengembangan Produk Minuman Cendol Instan Fungsional dengan Sifat Antioksidan Tinggi dan Kafein Rendah. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 10(1), 141–154. https://doi.org/10.26858/jptp.v10i1.3

Purnamaningsih, N. A., et al. (2017). Uji aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Puspitawati, D. P., & Hardia, L. (2025). Tunggal dan ekstrak kombinasi daun kemangi ( ocimum sanctum l ) dan daun kenikir ( cosmos caudatus kunth ) terhadap bakteri escherichia coli. 9, 2919–2926.

Raharjo, R. B., Rahayu, T. P., & Kiromah, N. Z. W. (2024). Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Escherichia coli Sebagai Antibakteri. Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian, 11(2),​56–65. https://doi.org/10.22236/farmasains.v11i2.14146

Rizki, S.A., Latief, M. & Rahman, H. (2021) “Uji aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol daun durian (Durio zibethinus linn.) terhadap bakteri propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis,” Jurnal Mahasiswa Farmasi, pp. 442–457.

Sekarini, R., et al. (2020). Aktivitas kurkumin sebagai antibakteri terhadap berbagai bakteri patogen.

Winahyu, D. A., Marcellia, S., & Diatri, M. I. (2021). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A.Foehner) Dalam Sediaan Krim. Jurnal Farmasi Malahayati, 4(1), 82–92. https://doi.org/10.33024/jfm.v4i1.4470




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13391

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.