Analisis Kualitas Lingkungan Dan Strategi Pengelolaan Mangrove Pantai Sejarah Desa Perupuk Kabupaten Batu Bara

Adi Iman Rananda, T Alief Aththorick, Zulkifli Lubis


Abstract


Kawasan Mangrove Pantai Sejarah Merupakan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dengan luas 456 Ha, dimana 383 Ha Hutan Lindung (HL) dan 73 Ha Hutan Produksi Terbatas (HPT). Kurangnya informasi dan edukasi tentang fungsi hutan mangrove masih sangat minim, sehingga perlu adanya upaya kolaborasi antara pengelola, masyarakat dan pemerintah sebagai basis untuk pengambil kebijakan dan menunjang keberhasilan pengelolaan mangrove di kawasan mangrove pantai sejarah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas lingkungan dan merumuskan strategi pengelolaan. Manfaat penelitian yaitu sebagai bahan informasi bagi para praktisi dalam mengelola ekosistem mangrove di Pantai Sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana kawasan hutan mangrove Pantai Sejarah sebagai lokasi penelitian.Strategi pengelolaan menggunakan analis SWOT. Hasil Kualitas Lingkungan Menunjukkan bahwa tingkat kerapatan sangat baik >1.500 p/ha, sementara kualitas perairan masih diambang baku mutu. Adapun faktor-faktor yang telah di analisis dapat dirumuskan beberapa strategi yaitu, Pemerintah daerah dan kelompok tani Cinta Mangrove kedepannya perlu memperbaiki kondisi kerapatan hutan mangrove di stasiun II yang terdegradasi dengan menggandeng pihak LSM, industri, akademisi dan masyarakat. Menegaskan aturan dan sanksi yang sudah ditetapkan dalam regulasi-regulasi pengelolaan ekosistem mangrove serta meningkatkan program ekowisata mangrove.

Keywords


Degradasi, Kualitas Lingkungan, Mangrove

Full Text:

PDF

References


Aksornkoae, S. 1993. Ecology and Management of Mangroves IUCN Wetsland progame. IUCN Bangkok. Thailand.

Alaerts, G. dan S. Santika. 1984. Metode Penelitian Air. Usaha Nasional. Surabaya. 269 hal.

Ambarwati, T., Adriman, & Fauzi, M. 2022. Kondisi Ekosistem Hutan Mangrove dan Kegiatan Perikanan di Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Jurnal Sumberdaya Dan Lingkungan Akuatik, Vol 3(2), pp:1-9.

Arief, A. M. P. 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta.

Arifanti, V. B., Novita, N., Subarno, & Tosiani, A. 2021. Mangrove deforestation and CO2 emissions in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 874(1), 012006. https://doi.org/10.1088/17551315/874/1/012006

Basyuni M, Gultom K, Fitri A, Susetya IE, Wati R, Slamet B, Sulistiyono N, Yusriani E, Balke T, Bunting P. 2018. Diversity and habitat characteristics of macrozoobenthos in the mangrove forest of Lubuk Kertang Village, North Sumatra, Indonesia. Jurnal Biodiversitas. 19(1):311–317. doi:10.13057/biodiv/d190142.

Bengen, D. G. 2001. Sinoposis: Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut. PKSPL-IPB, Bogor.

Bengen, D. G. 2001. Sinoposis: Ekosistem dan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut. PKSPL-IPB, Bogor.

Buchanan, J. B. 1984. Sediment Analysis, p 47-48 in N. A. Holme and A. D. Meintyre (eds). Methods for Study Marine Benthos. Blackwell Science Oxford and Edinburgh.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta. 258 hal.

Ellison, A. M., Felson, A. J., & Friess, D. A. 2020. Mangrove Rehabilitation and Restoration as Experimental Adaptive Management. Frontiers in Marine Science, 7. https://doi.org/10.3389/fmars.2020.00327

English, S., C, Wilkinson and V. Baker. 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Australia Institute of Marine Science. Townsville. 390 pp.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioteknologi. PT Bumi Aksara. Jakarta.

MEN-LH. 2004. Surat Keputusan Nomor: Kep-51/MENLH/2004. Tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut. Sekretariat Menteri Negara Lingkungan Hidup. Jakarta.

Mulyadi, S,. 2021. Studi Jumlah dan Kecepatan Hancur Daun Mangrove di Stasiun Kota Dumai Provinsi Riau, Pekanbaru, 43 hal. (tidak diterbitkan).

Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta. 365 hal.

Noor, Y. R., M. Khazali, dan I.N.N. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP, Bogor.

Nybakken, J. W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Alih bahasa oleh M. Eidman., Koesoebiono., D.G. Bengen., M. Hutomo., S. Sukardjo. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Pane, D. P. P., Tortora, P., Anindito, I. A., Setyawati, Pertamawati, L. H., Wikapuspita, T., Ardana, A. K., & Manullang, R. A. (2021). Blue Economy. Development Framework for Indonesia’s Economic Transformation (L. A. A. T. Sambodo, S. Yanti, D. D. P. Pane, & A. Sim, Eds.). National Development Planning Agency (BAPPENAS) .

Patang. 2012. Analisis Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove (Kasus Di Desa Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai). Jurnal Agrisistem.

Prihadi DJ, Riyantini I, Ismail MR. 2018. Study of biophysical status and resources support marine tourism area of mangrove in Indramayu Karangsong. IOP Conference Series Earth Environmental Science. 162(1): 1–9.

Primavera, J. H., & Esteban, J. M. A. 2008. A review of mangrove rehabilitation in the Philippines: successes, failures and future prospects. Wetlands Ecology and Management, 16(5), 345–358. https://doi.org/10.1007/s11273-008-9101y

Safitri, F., Suryanti, & Febrianto, S. 2019. Analisis Perubahan Garis Pantai Akibat Erosi di Pesisir Kota Semarang (Coastline Change Analysis due to Erosion in Coastal of Searang City). Jurnal Ilmiah Geomatika,25(1),37-46.

Saparinto, 2007. Pendayagunaan Ekosistem Mangrove. Dahara Prize. Semarang. 26-33 hlm.

Satheeshkumar P, Anisa B, Khan. 2011. Identification of mangrove water quality by multivariate statistical analysis methods in Pondicherry coast, India. J Environmental Monitoring and Assessment. Environ Monit Assess DOI 10.1007/s10661-011-2222-4

Satheeshkumar P, Khan AB. 2011. Identification of mangrove water quality by multivariate statistical analysis methods in Pondicherry coast, India. Environmental Monitoring Assessment. 184(6):3761–3774. doi:10.1007/s10661-011-2222-4.

Setyawan AD, Winarno K. 2006. Pemanfaatan langsung ekosistem mangrove di Jawa Tengah dan penggunaan lahan di sekitarnya; kerusakan dan upaya restorasinya. Jurnal Biodiversitas. 7(3):282–291. doi:10.13057/biodiv/d070318




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i1.13924

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.