UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK N-HEKSANA DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

Jon Kenedy Marpaung, Suharyanisa Suharyanisa, Yanti Musyawarah, Betharina Tarigan, Goklas Matarida


Abstract


Tumbuhan kumis kucing secara tradisional digunakan masyarakat sebagai obat penghancur batu ginjal, antidiare karena senyawa alkaloid dan saponin yang terkandung di dalamnya dapat menghambat dan membunuh bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus adalah salah satu penyebab infeksi yang sering terjadi pada masyarakat, contohnya mastitis. Sekitar 10% wanita menderita mastitis yang berkembang menjadi abses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak N-Heksan daun kumis kucing terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Pembuatan ekstra dilakukan dengan menggunakan maserasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) .Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25%, 50%, dan 75% dengan tiga kali pengulangan. Hasil pemeriksaan kadar air (13,3%),kadar abu total (9,44%), kadar sari yang telah larut dalam air (9,79%), kadar sari larut dalam asam (1,64%). Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak N-Heksan daun kumis kucing secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada setiap konsentrasi, memiliki diameter zona hambat 25% (21 mm), 50% (23 mm) dan 75% (26,6 mm), termasuk kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak N-Heksan daun kumis kucing memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 2592. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, zona hambat yang akan dihasilkan akan semakin besar

Keywords


Antibakteri, Staphylococcus aureus, daun kumis kucing, ekstrak N-Heksan, Skrining fitokimia

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, V. J., Wahyu, T. S., Kusriani, H., & Kurnia, D. (2019). AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK MIKROALGA Thalassiosira sp. TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus,Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acne. Jurnal Kimia Riset, 4(1), 62. https://doi.org/10.20473/jkr.v4i1.13314.

Dolorosa Limbong, G., Nathanael Nababan, L., Manurung, A., & Meryam Martgrita, M. (2019). Antioxidant and Antibacterial Activities Enhancement of Solid-state Fermented Candlenut Kernels by Aspergillus oryzae. Microbiology Indonesia, 13(2), 50–55. https://doi.org/10.5454/mi.13.2.2.

Endah, S. R. N. (2017). Pembuatan Ekstrak Etanol dan Penepisan Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Sintok (Cinnamomum sintok Bl.). Journal Hexagro, 1(2), 29–35. https://doi.org/10.36423/hexagro.v1i2.95.

Ley (2002). Aktivitas Antibakteri Fraksi-fraksi Daun Colocasia esculenta L. Terhadap Salmonella thyphi dan Staphylococcus aureus Secara Bioautography-TLC.

Magvirah, T., Marwati, & Ardhani, F. (2019). Uji Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Menggunakan Ekstrak Daun Tahongai (Kleinhovia hospita L.). Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 2(2), 41–50.

Mukhriani, M., Ismail, A., Haeria, H., Syakri, S., & Fadiyah, N. (2018). Identifikasi Golongan Senyawa Antibakteri Fraksi Polar dan Nonpolar Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd.) dengan Metode Bioautografi Kontak. Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar, 6(1), 47–54. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/jurnal_farmasi/article/view/5272.

Plutzer, M. B. B. and E. (2021). Karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius).

Reski Fitriani, I., & Nuryanti, S. (2023). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketepeng Cina (Cassia alata L.) terhadap beberapa bakteri penyebab infeksi kulit. Makassar Natural Product Journal, 1(4), 22. https://journal.farmasi.umi.ac.id/index.php/mnpj.

Sari, M. (2020). Formulasi Krim dari Ekstrak Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana ( L.) Willd ) dan Uji Aktivitas Antibakteri. Natural Science, 6(1), 41–53




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14072

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.