Implementasi Pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan Materi Ekosistem Dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Di Smp Negeri 1 Bambel

Teri Yani, Humairoh Humairoh, Dela Devina, Laida Fitri Rizki Nanta P, Rahman Bulan, Muhammad Yasir, Makmur Hartono, Fitri Handayani, Isnaini Isnaini, Ladipin Ladipin


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran biologi berbasis lingkungan serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem di SMP Negeri 1 Bambel. Penelitian menggunakan metode Pre-Experimental dengan rancangan One-Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perlakuan dilakukan melalui pembelajaran berbasis lingkungan dengan kegiatan menanam tumbuhan berbunga sebagai media pembelajaran ekosistem. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene's Test, serta paired sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 44,00 pada pretest menjadi 78,67 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 34,67 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi pembelajaran biologi berbasis lingkungan terhadap hasil belajar siswa. Pembelajaran melalui kegiatan menanam tumbuhan berbunga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sehingga membantu siswa memahami konsep ekosistem secara lebih nyata, meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, serta memperkuat kemampuan mengidentifikasi hubungan antara komponen biotik dan abiotik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis lingkungan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada materi ekosistem

Keywords


pembelajaran berbasis lingkungan, hasil belajar, ekosistem, biologi, Kurikulum Merdeka.

Full Text:

PDF

References


Ahsani, E. L. F., Pertiwi, R. P., Dewi, K., & Yuliyanti, N. (2024). Literasi Sains Inklusif Berbasis Kearifan Lokal. Cahya Ghani Recovery.

Ahsani, N., Susilo, H., & Prayitno, B. A. (2024). Pembelajaran berbasis lingkungan dalam meningkatkan literasi sains siswa. Jurnal Pendidikan Sains, 12(1), 45–56.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman. Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.

Ansya, Y. A. U., Salsabilla, T., & Rozi, F. (2024). Etnosains dan Lingkungan Strategi Pembelajaran IPA di SD. Cahya Ghani Recovery.

Ardan, A. S., Hala, Y., Supu, A., & Dirawan, G. D. (2020). Needs assessment to develop environmental-based biology learning tools to improve students' environmental literacy. International Journal of Instruction, 13(1), 581-598.

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta. Arma, O. P. (2024). Peran kearifan lokal dalam proses pembelajaran IPA. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, 10(1), 11-31.

Armansyah, S. H., Jaman, U. B., Zaenal Abidin, S. H., & Kn, M. (2025). Ekologi Leuit dan Keadilan Lingkungan: Membangun Hukum dari Kearifan Lokal Sunda. PT Arunika Aksa Karya.

Ayotte-Beaudet, J.-P., Chastenay, P., Beaudry, M.-C., L'Heureux, K., Giamellaro, M., Smith, J., Desjarlais, E., & Paquette, A. (2023). Exploring the impacts of contextualised outdoor science education on learning: The case of primary school students learning about ecosystem relationships. Journal of Biological Education, 57(2), 277-294.

Darman, R. A. (2020). Belajar dan pembelajaran. Guepedia.

Datuzuhriah, I., Syifaurrahmah, S., Harto, K., & Suryana, E. (2025). Teori konstruktivistik dan implikasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Rambutan. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(1), 1-16.

Fadillah, E. S., Siregar, R. A. D., & Siregar, E. J. (2023). Analisis aktivitas belajar siswa dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar mata pelajaran biologi di kelas X SMA Negeri 1 Angkola Timur. Jurnal Edugenesis, 6(2), 29-32.

Faediyah, F., Anjelli, S., & Fasihaturrohmah, S. (2024). Pengembangan model pembelajaran berbasis proyek lingkungan untuk meningkatkan literasi ekologi mahasiswa. SEMAR: Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat, 2(3), 1-7.

Ferdi, F., Thomas, T., & Falando, N. (2025). Evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(3).

Fitri, D. R., Arsil, & Noviyanti, S. (2023). Analisis peran guru dalam pembelajaran IPA materi ekosistem melalui outdoor learning di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(2).

Fitria, R., & Dafit, F. (2023). Pengaruh pembelajaran berbasis lingkungan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 48 Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 25575-25583.

Fitriani, N., Widodo, W., & Sari, D. P. (2020). The effectiveness of environmental-based learning on students' scientific literacy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 381-389.

Fosnot, C. T. (2013). Constructivism: Theory, perspectives, and practice. Teachers College Press.

Fosnot, C. T. (2013). Constructivism: Theory, Perspectives, and Practice (2nd ed.). New York: Teachers College Press.

GH, M. (2024). Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar IPA-Biologi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(8), 1062-1071.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. American Educational Research Association.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning. Corwin Press.

Kaize, B. R., Sulistyowati, R. W., & Suteki, M. (2025). Eksplorasi kearifan lokal Papua Selatan sebagai basis pengembangan media pembelajaran IPA kontekstual. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(4), 1645-1657.

Kemendikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran IPA SMP fase D.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.

Masihu, J. M., & Augustyn, S. (2021). Pengembangan bahan ajar ekosistem berbasis potensi lokal di Maluku. Biodik, 7(3), 133-143.

Mujib, A. S., Mustolikh, & Bramasta, D. (2023). The influence of the outdoor study based problem based learning model on student learning outcomes in geography subjects at SMA Negeri 1 Patimuan, Cilacap Regency. EduCurio, 1(2), 420-425.

Nofiana, M., & Julianto, T. (2018). Upaya peningkatan literasi sains siswa melalui pembelajaran berbasis keunggulan lokal. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 9(1), 24-35.

Nofriadi, N., & Kurnia, Y. (2024). Problem-based learning through outdoor learning or conventional learning: How is it different for science subjects? International Journal of Education and Teaching Zone, 3(3), 1-10.

Oktavia, R. (2023). Pengembangan Instrumen Tes Pemahaman Konsep Materi Ekosistem (Skripsi). Institut Agama Islam Negeri Metro. Diakses dari https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/8649/.

Parmin. (2017). Ethnoscience approach in science learning to improve students' scientific literacy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(1), 1-7.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14159

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.