Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Formalin pada Bakso yang Dijual di Deli Tua Timur

Gratia Apulina Cindylawsa, Delisma Marsauli Simorangkir, Tio Ranti Sari Sembiring


Abstract


Bakso merupakan salah satu produk olahan daging yang banyak digemari masyarakat. Dalam proses pembuatannya sering ditemukan penyalahgunaan bahan berbahaya salah satunya adalah formalin yang digunkan untuk memperpanjang daya simpan.produk. Formalin adalah larutan formaldehida dalam air yang bersifat toksik dan bukan termasuk bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan penggunaannya dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan formalin pada bakso yang dijual di Deli Tua Timur. Sampel bakso diperoleh secara acak dari beberapa pedagang di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan uji warna menggunakan pereaksi KMnO4 dan metode kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis yang diukur pada panjang gelombang 336 nm untuk formalin. Validasi metode yang dilakukan terhadap metode meliputi parameter akurasi, presisi, linearitas. batas deteksi, dan batas kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 5 sampel memiliki hasil positif mengandung formalin berdasarkan uji kualitatif, dan analisis kuantitatif memperlihatkan kadar formalin pada bakso A 2,316 mg/g, bakso B 1,73891 mg/g, dan bakso C 1,15456 mg/g. Hasil uji validasi pada bakso A diperoleh persen recovery 98,38% dan simpangan baku relatif 0,29%, pada diperoleh persen recovery bakso B 101,43% dan simpangan baku relatif 0,41%, dan bakso C diperoleh persen recovery 106,13% dan simpangan baku relatif 0,90%. Semua parameter validasi berada dalam kisaran yang dapat diterima. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat penyalahgunaan formalin pada bakso yang beredar di Deli Tua Timur

Keywords


Bakso, Formalin, Spektrofotometri UV-Vis, KMnO4

Full Text:

PDF

References


Alsuhendra dan Ridawati.(2013). Bahan Toksik dalam Makanan. Jakarta: Rosda.

Auli, W. N. (2023). Analisis Formalin dan Asam Salisilat pada Ikan Asin yang dijual di Beberapa Pasar di Bandar Lampung. Communication in Food Science and Technology. 2(1). 10-18.

Gandjar, I.G. dan Rohman,A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Iftriani, I. S. W. H. A., Wahyuni, S., & Amin, H. (2016). Analisis Kandungan Bahan Pengawet Formalin pada Tahu yang Diperdagangkan di Pasar Tradisional Kota Kendari (Pasar Panjang, Pasar Anduonohu, Pasar Basah dan Pasar Baruga). Sains Dan Teknologi Pangan, 1(2), 125-130.

Moffat, A. C. 1986. Clarke’s Isolation and Identification of Drugs. 2 nd Edition. London: The Pharmaceutical Press. Terjemahan: Ngadiwaluyo dan Suharjito, 2003.

Sajiman, S., Nurhamidi, N., dan Mahpolah, M. (2015). Kajian Bahan Berbahaya Formalin, Boraks, Rhodamin B Dan Methalyn Yellow Pada Pangan Jajanan Anak Sekolah Di Banjarbaru. Jurnal Skala Kesehatan. 6(1).

Sekarwati, N., & Khristiani, E. R. (2016). Kajian Kandungan Formalin Pada Bakso Tusuk Yang Di Jual Di Sd Negeri Wilayah Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 9(1).

Widyaningsih TD, Murtini ES. 2006. Alternatif Pengganti Formalin Pada Produk Pangan.

Jakarta: Trubus Agrisaran

Wijaya, D. (2011). Waspadai Zat Aditif dalam Makananmu. Yogyakarta: Buku Biru.9




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v8i2.14334

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.