Hubungan Lereng Terhadap Laju Erosi Pada Lahan Kelapa Sawit

Dedy Haryadi Harahap, Yusriani Nasution, Erwinsyah Lubis


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat laju erosi pada lahan tanaman kelapa sawit dan untuk menegetahui hubungan antara lereng terhadap laju erosi pada lahan tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di tiga lokasi lahan tanaman kelapa sawit, yaitu kecamatan Sosopan, Ulu Barumun, Barumun dengan tujuh sampel tanah setiap lereng. Analisis data menggunakan metode USLE untuk menghitung laju erosi dan spss regresi linear sederhana. Berdasarkan kemiringan lereng dapat dilihat tingkat laju erosinya sebagai berikut: Pada lereng landai (0–15%), laju erosi hanya 0,61 ton/ha/th, termasuk dalam kategori sangat ringan menurut klasifikasi FAO/USLE. Pada lereng curam (16–30%), laju erosi melonjak menjadi 9,10 ton/ha/th, memiliki tingkat bahaya erosi ringan. Pada lereng sangat curam (30–45%), laju erosi mencapai 11,70 ton/ha/th, memiliki Tingkat bahaya erosi ringan. Berdasarkan hasil analisis regresi linear, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara lereng terhadap laju erosi, dan koefisien korelasinya lereng landai yaitu 0,519 (sedang), koefisien korelasi lereng curam terhadap erosi yaitu 0,046 (sangat rendah) dan hubungan koefisien korelasi lereng sangat curam terhadap laju erosi yaitu 0,727 (tinggi), artinya semakin tinggi kemiringan lereng akan meningkatkan kecepatan aliran air permukaan, sehingga kemampuan air untuk mengangkut partikel tanah juga meningkat. Tanah dengan kemiringan tinggi cenderung lebih sedikit menyerap air, sehingga limpasan lebih cepat terjadi.

Keywords


Kelapa Sawit, Laju Erosi, Tanah Lereng.

Full Text:

PDF

References


Achten, W.M.J., L. Verhot, Y.J. Franken, E. Mathijs, V.P. Singh, R. Aerts, B. Muys. (2008). Jatropha bio-diesel production and use. Biomass Bioenerg., 32: 1063–1084.

Andika, R. A., Suryanto, H., & Rachman, A. (2020). Pengaruh kemiringan lereng terhadap laju erosi pada lahan pertanian di DAS Serayu Hulu. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 22(2), 87–95.

Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. Edisi ke-2. Bogor: IPB Press.

Azhari Hasibuan, Yusriani Nasution, Erwin Syah Lubis, Rasmita Adelina. Evaluasi Kesesuaian Lahan Bekas Penambangan Tradisional pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) di Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal. JASc : Journal Agribusiness Sciences, Vol. 8 No. 2A, Oktober 2024.

Bartholomew, S. R., & Strimel, G. J. (2018). Factors Influencing Student Success on Open-Ended Design Problems. International Journal of Technology and Design Education, 28, 753–770.

Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Lawas. Kecamatan Sosopan Dalam Angka. 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Lawas. Kecamatan Ulu Barumun Dalam Angka. 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Lawas. Kecamatan Barum Dalam Angka. 2024.

Haridjaja, O., K. Murtihaksono, Sudirman, dan L. M. Rachman. (1991). Hidrologi Pertanian.

Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Koh, L.P. and Wilcove, D.S. (2008). Is Oil Palm Agriculture Really Destroying Tropical Biodiversity. Conservation Letters, 1, 60–64.

Lubis, A.U. (2008). Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Indonesia. Edisi 2.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan, Sumatera Utara.

Manik. (2003). Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Djambatan.

Martono. (2004). Pengaruh Intensitas Hujan dan Kemiringan Lereng Terhadap Laju Kehilangan Tanah Pada Tanah Regosol Kelabu. [Tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro. 4 Hal.

Mawardati, Mawardati. (2017). Agribisnis Perkebunan Kelapa Sawit (Analisis Aspek Teknis, Manajemen dan Pemasaran pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat). Universitas Malikussaleh. ISBN 978-602-464-008-8.

Nasution, Y. (2020). Evaluasi Kesesuaian Lahan Pada Tanaman Kakao Theobroma Cacao L) Di Kecamatan Tano Tombangan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Grahatani, 6(1), 881-889.

Nasution, Y. (2015). The Effectivity Of Sediment Trap In The Center Land Salak Padangsidimpuan At South Tapanuli. Jurnal Online Pertanian Tropik, 2(2), 187-199.

Pahan, I. (2008). Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.

Pimentel, D. (2006). Soil erosion: A food and environmental threat. Environment, Development and Sustainability, 8, 119–137.

Prasetyo, B. H., Suprayogo, D., & Hermawan, A. (2020). Pengaruh sistem penutupan lahan terhadap laju erosi di lahan curam. Jurnal Tanah dan Iklim, 44(1), 37–46.

Priyono, C.N.S. dan S.A. Cahyono. (2004). Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai: Cakupan, Permasalahan dan Upaya Penerapannya. Prosiding Seminar Multifungsi Pertanian dan Konservasi Sumberdaya Lahan. ISBN 979-9474-34-5. Bogor.

Rahmadani, A., Yuliana, T., & Purwanto, B. H. (2021). Distribusi spasial tingkat erosi pada berbagai bentuk penggunaan lahan di lereng curam. Jurnal Konservasi Tanah dan Air, 9(3), 191–198.

Rachman, A., Mulyani, A., & Sutanto, A. (2019). Peran vegetasi dan teknik konservasi dalam pengendalian erosi tanah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 21(3), 167–174.

Susanto, K. S. (1992). Karakteristik Sub Daerah Tampung Wai Kandis Kabupaten Lampung Selatan dan Kodya Bandar Lampung. Tesis Magister, FPS-IPB. Bogor. 250 hal.

Syakir, M. (2010). Budidaya Kelapa Sawit. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Bogor: Aska Media. 79 Hal.

Yulistia, D., Fitriani, S. A., & Ramadhan, F. (2021). Analisis hubungan sifat tanah dengan erosi pada berbagai kemiringan lereng. Jurnal Sains Tanah dan Lingkungan, 23(1), 15–24




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14483

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.