Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Rempah dan Rimpang di Kecamatan Batang Angkola

Donal Sihombng, Yusraini Nasution, Angelia Utari Harahap


Abstract


Kecamatan Batang Angkola memiliki potensi pengembangan pertanian tanaman rempah dan rimpang, khususnya jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), lada (Piper nigrum), dan kapulaga (Elettaria cardamomum). Namun, pemanfaatan lahan belum didasarkan pada evaluasi kesesuaian lahan yang terukur sehingga produktivitas tanaman belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian lahan aktual dan potensial serta mengidentifikasi faktor pembatas dan upaya perbaikannya. Metode penelitian menggunakan survei lapangan dan analisis laboratorium dengan pengambilan sampel tanah pada 21 desa. Parameter yang dianalisis meliputi tekstur tanah, kemiringan lereng, drainase, kapasitas tukar kation (KTK), C-organik, N-total, bahan organik, kalium, dan fosfat. Hasil penelitian dicocokkan dengan klasifikasi kesesuaian lahan FAO, yaitu S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan aktual untuk keempat tanaman berada pada kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas utama berupa retensi hara (nr), ketersediaan hara (na), dan media perakaran (rc). Kondisi tersebut disebabkan oleh tekstur tanah berpasir, rendahnya kandungan fosfat, kalium, dan KTK, pH tanah yang masam, serta adanya drainase dan potensi erosi sedang. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui pemberian pupuk organik dan anorganik (NPK), pengapuran, serta penambahan bahan organik. Perbaikan tersebut berpotensi meningkatkan kelas kesesuaian lahan menjadi S2 (cukup sesuai) guna mendukung pengembangan budidaya tanaman rempah dan rimpang secara berkelanjutan.

Keywords


Evaluasi kesesuaian lahan, Jahe, Kunyit, Lada, Kapulaga.

Full Text:

PDF

References


Brinkman, A.R. dan A.J Smyth. (1973). Land Evaluation for Rural Purposes. ILRI Publ. No.17 Wageningen.

Darmawijaya, M. Isa. (1990). Klasifikasi Tanah : Dasar Teori Bagi Peneliti Tanah Dan Pelaksana Pertanian Di Indonesia. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Elsheikh, R., Shariff, A.R.B.M., Amiri, F., Ahmad, N.B., Balasundram, S.K., & Soom, M.A.M. (2013). Agriculture Land Suitability Evaluator (ALSE): A Decision and Planning Support Tool for Tropical and Subtropical Crops. Computer and Electronics in Agriculture. 93, 98-110.

Hardjowigeno, S dan widiatmaka. (2018). Evaluasi kesesuaian lahan dan perencanaan tataguna lahan. Yogyakarta: Gadjah mada university press.

Martin, D., & Saha, S.K. (2009). Land Evaluation by Integrating Remote Sensing and GIS for Cropping System Analysis in a Watershed. Current Science. 96(4), 569-575.

Pan, G., & Pan, J. (2012). Research in Crop Land Suitability Analysis Based on GIS. Computer and Computing Technologies in Agriculture. 365, 314-325.

Rossiter, D.G. (1996). A Theoretical Framework for Land Evaluation. Geoderma, 72, 165-190.

Sartohadi, Junun. (2007). Geomorfologi Tanah dan Aplikasinya Untuk Pembangunan Nasional. Makalah Orasi Ilmiah, disampaikan dalam rangka Dies Natalis ke-44 Fakultas Geografi UGMYogjakarta.

Schaetzl, R.J., & Anderson, S. (2005). Soils: Genesis and Geomorphology. Cambridge Univ. Press, New York.

Sonneveld, M.P.W., Hack-ten Broeke, M.J.D., Diepen, C.A., & Boogaard, H.L. (2010). ThirtyYears of Systematic Land Evaluation in the Netherlands. Geoderma. 156, 84-92.

Vink, APA. (1975). Landuse Inadvancing Africulture Springer Verlag. New York Helderberg.

Yudono, P., Maas, A., Sumardiyono, C., Yuwono, T., & Masyhuri. (2018). Pengantar Ilmu Pertanian. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Zonneveld, I.S. (1989). The Land Unit – a Fundamental Concept in Landscape Ecology, and its Applications. Landscape Ecology. 3, 67-86




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14485

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.