Abstract
Deteksi dini komplikasi pada ibu hamil merupakan bagian penting dari pelayanan antenatal yang berkualitas. Keberhasilan deteksi dini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tenaga kebidanan dalam melakukan pemeriksaan klinis, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, ketepatan penalaran, tanggung jawab etis, dan kemampuan memahami pengalaman ibu hamil secara manusiawi. Artikel ini bertujuan menganalisis landasan epistemologis pendidikan kebidanan dalam memperkuat deteksi dini komplikasi kehamilan melalui perspektif filsafat ilmu, etika profesi, dan humanisme. Artikel disusun menggunakan pendekatan tinjauan konseptual berbasis literatur dengan analisis tematik terhadap sumber-sumber mengenai pelayanan antenatal, pengetahuan klinis, pengambilan keputusan, etika pelayanan kesehatan, dan perawatan berpusat pada pasien. Pembahasan menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan kebidanan perlu mengintegrasikan pengetahuan ilmiah berbasis bukti, keterampilan klinis, pengalaman profesional yang direfleksikan secara kritis, serta informasi subjektif yang disampaikan ibu hamil. Perspektif etika menekankan keselamatan pasien, penghormatan terhadap otonomi, kerahasiaan, keadilan, dan tanggung jawab profesional. Sementara itu, humanisme menempatkan ibu hamil sebagai subjek aktif dalam pelayanan, bukan sekadar objek pemeriksaan klinis. Integrasi ketiga perspektif tersebut dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan kebidanan yang lebih kritis, reflektif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan maternal. Artikel ini merekomendasikan penguatan pembelajaran berbasis kasus, simulasi klinis, komunikasi terapeutik, refleksi etis, dan kolaborasi interprofesional. Kerangka konseptual yang diusulkan masih memerlukan pengujian empiris untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi deteksi dini komplikasi kehamilan.
Keywords
epistemologi; pendidikan kebidanan; deteksi dini; komplikasi kehamilan; etika klinis; humanisme.
References
Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink, J. (2007). Patient adherence to tuberculosis treatment: A systematic review of qualitative research. PLoS Medicine, 4(7), e238. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040238
World Health Organization. (2010). Guidance on ethics of tuberculosis prevention, care and control. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241500531
World Health Organization. (2020). Ethics guidance for the implementation of the End TB Strategy. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241512114
World Health Organization. (2022). WHO consolidated guidelines on tuberculosis: Module 4: Treatment—Tuberculosis care and support. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240047716
World Health Organization. (2022). WHO operational handbook on tuberculosis: Module 4: Treatment—Tuberculosis care and support. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240053519
World Health Organization. (2024). WHO operational handbook on tuberculosis: Module 4: Treatment—Tuberculosis care and support. World Health Organization.