Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien Terhadap Perawatan Luka Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Tahun 2026

Dealdo Aprian Damanik, Romauli Pakpahan


Abstract


Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes melitus tipe 2 yang dapat menyebabkan infeksi, gangren, hingga amputasi apabila tidak dirawat dengan baik. Pengetahuan dan sikap pasien berperan penting dalam keberhasilan perawatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pasien terhadap perawatan luka ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, kuesioner sikap, dan lembar observasi perawatan luka, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perawatan luka ulkus diabetikum (p = 0,013; r = 0,546) serta antara sikap dengan perawatan luka ulkus diabetikum (p = 0,003; r = 0,634). Kedua hubungan bersifat positif, yang berarti semakin baik pengetahuan dan sikap pasien, semakin baik pula perawatan luka yang dilakukan. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap pasien memiliki hubungan yang signifikan dengan perawatan luka ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga edukasi kesehatan dan pembinaan sikap positif perlu terus ditingkatkan untuk mendukung perawatan luka yang optimal dan mencegah komplikasi

Keywords


diabetes melitus tipe 2; pengetahuan; sikap; perawatan luka; ulkus diabetikum

Full Text:

PDF

References


Al-Asalmiya Nursing. (2023). Peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi pencegahan ulkus diabetikum. International Journal of Nursing Studies, 15(3), 88–95.

Ari Adriani, N. L., Setiawan, I. M., & Dewi, P. A. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan penderita diabetes melitus tentang perawatan ulkus diabetikum. Jurnal Keperawatan Klinis, 11(1), 34–42.

Budiman, A., Sitorus, R., & Handayani, T. (2024). Patofisiologi dan klasifikasi ulkus diabetikum pada diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 12(1), 22–31.

Creswell, J. W., Guetterman, T. C., & Fetters, M. D. (2021). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (6th ed.). Pearson.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2023). Laporan profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Faswita, W., & Nur, S. (2023). Dukungan keluarga dan kepatuhan perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Jurnal Keperawatan Keluarga, 7(2), 55–63.

Fitriani, D., & Handayani, R. (2023). Statistik deskriptif dalam penelitian kesehatan. Jurnal Metodologi Penelitian Kesehatan, 6(1), 12–20.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hidayat, A. A. (2014). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Salemba Medika.

International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). International Diabetes Federation.

International Working Group on the Diabetic Foot. (2023). IWGDF guidelines on the prevention and management of diabetic foot disease. IWGDF.

Jannah, M. (2018). Uji validitas dan reliabilitas instrumen Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) versi Indonesia (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Rencana aksi nasional pengendalian diabetes melitus di Indonesia 2024–2029. Kementerian Kesehatan RI.

Notoatmodjo, S. (2022). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.

Prasetyo, B., Widodo, S., & Nugraha, A. (2024). Analisis bivariat dalam penelitian kesehatan masyarakat. Jurnal Biostatistik Kesehatan, 9(1), 30–38.

Putri, A., Hidayat, R., & Anwar, K. (2023). Hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan ulkus diabetikum. Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(2), 77–85.

Rahmawati, D., Setiawan, B., & Wulandari, T. (2022). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada pasien diabetes melitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 140–148.

Rahmawati, S., & Yusuf, M. (2022). Penerapan uji korelasi Spearman Rank pada data ordinal penelitian kesehatan. Jurnal Statistika Terapan, 5(2), 25–33.

Ristania, D., Kurniawan, R., & Wulandari, S. (2024). Sikap sebagai faktor predisposisi perilaku kesehatan pada pasien penyakit kronis. Jurnal Psikologi Kesehatan, 8(1), 44–52.

Setiawan, B., Rahmawati, D., & Putri, A. (2022). Pengetahuan pasien diabetes melitus tentang perawatan kaki dan pencegahan komplikasi. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 10(2), 90–98.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sureskiarti, E., Handayani, T., & Kurnia, R. (2023). Pengetahuan sebagai dasar pembentukan perilaku kesehatan pasien diabetes melitus. Jurnal Riset Keperawatan Indonesia, 8(1), 15–23.

World Health Organization. (2024). Diabetes fact sheet. World Health Organization.

Zalukhu, R., Aritonang, T., & Simamora, J. (2025). Lama menderita diabetes melitus dan pengetahuan pencegahan komplikasi. Jurnal Keperawatan Nusantara, 6(1), 20–28.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v9i2.14530

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.