STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN PADA TRADISI MANDI PANGIR DI KECAMATAN SEI KEPAYANG BARAT KABUPATEN ASAHAN

MAULIDA SARI JURIAH, M Idris

Abstract


Mandi pangir adalah mandi dengan bahan alamiah yang bertujuan untuk mensucikan diri dan dilakukan pada saat masuknya bulan suci Ramadhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tumbuhan apa saja yang digunakan, bagian tumbuhan dan nilai penting budaya tumbuhan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan metode deskriftif kualalitatif dan deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat Desa Sei Kepayang Kiri, Desa Sei Lendir Dan Desa Sei Tualang Pandau Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan memiliki pengetahuan cukup baik tentang keanekaragaman hayati di sekitarnya. Berdasarkan hasil wawancara dan estimasi nilai ICS (Index of Cultural Significane), diketahui nilai ICS tumbuhan berguna pada masyarakat Desa Sei Kepayang Kiri, Desa Sei Lendir dan Sei Tualang Pandau Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan sekitar yaitu berkisaran 1-60. Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius), Nilam (Pogostemon cablin), Mayang Pohon Pinang (Areca cathecu), Jeruk Purut (Citrus hystrix) memiliki nilai ICS tertinggi, sedangkan Kenanga (Cananga odorata) memiliki nilai ICS terendah

Keywords


Etnobotani, ICS, Tradisi Mandi Pangir

Full Text:

PDF

References


Aidah, N. S. (2020). Deskripsi, Filosofi, Manfaat, Budidaya, dan Peluang Bisnisnya. Yogyakarta: KBM Indonesia.

Dalimartha, S. (2019). Tanaman Obat Di Lingkungan Sekitar. Yogyakarta: NIAGA SWADAYA.

Julianto, T. S. (2016). Minyak Atsiri Bunga Indonesia. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Masrin, S. (2021). Sedekah Kampung Peradongg Sebuah Tradisi di Tanah Bangka. Jakarta: Guepedia.

Nugraha, d. (2019). Pemanfaatan Minyak Atsiri Jenis Sereh Wangi. Bandung: UNISBA PRESS.

Nuraida, H. D. (2022). Monograf Konsentrasi Ekstrak Serai Wangi. Jakarta: Guepedia.

Ramdhini Rizki Nifsi, d. (2021). Anatomi Tumbuhan. Jakarta: Yayasab Kita Menulis.

Rapanna, P. (2016). Membumikan Kearifan Lokal Dalam Kemandirian Ekonomi. Makasar: CV SAH MEDIA.

Rasmida, S. N. (2021). Sa Pangambe Sa Panaili "Sebuah Karya Tari Terinspirasi Dari Ritual Marpangir Di Kabupaten Mandailing Natal". Jurnal Seni Rupa , 343-355.

Revina Dwi Utami, E. A. (2019). Etnobotani Dan Potensi Tumbuhan Obat Masyarakat Etnik Anak Rawa Kampung Penyengat Sungai Apit Siak Riau. Media Konservasi , 40-51.

Saridewi, M. P. (2022). Etnobotani Cendana (Santalum album L.) Masyarakat Lokal Kabupaten Timur Tengah Selatan. Jawa Tengah: PT. Nasya Expanding Management.

Setiawan, B. S. (2021). Perihal Khazanah Islam Nusantara, Diskursus Keislaman, Dan Kepemimpinan Cendikia. Yogyakarta: SIGIT.

Simanjuntak, B. A. (2016). Tradisi, Agama Dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Yusida, S. H. (2021). Botani Tanaman. Malang: Literasi Nusantara.

Ziraluo, Y. P. (2020). Tanaman Obat Keluarga Dalam Perspektif Masyarakat Transisi (Studi Etnografis pada Masyarakat Desa Bawodobara). Jurnal Inovasi Penelitian , 99-106.

Zulkarnaen, A. (2019). Apakah Amalan Kita Diterima Allah Swt. Medan: Gerhana Media Kreasi.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v5i2.6160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

 

https://scholar.google.co.id/citations?user=kvKzX3QAAAAJ&hl=id&authuser=4

Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)

Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License