Potensi Mikroba Sebagai Pelapis Benih Dalam Mempertahankan Kualitas Selama Penyimpanan

Sri Wahyuni, Leni Handayani, Dian Habibie, Nomi Noviani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroba sebagai pelapis benih dengan menggunakan tiga isolate yaitu Bacillus sp, Pseudomonas sp dan Rhizobium sp terhadap kualitas selama masa penyimpanan. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial Faktor pertama adalah C0= Tanpa Coating, C1= Coating Bacillus, C2= Coating Pseudomonas, C3=Coating Rhizobium. Faktor kedua adalah penyimpanan P1= Penyimpanan 1 bulan, P2= Penyimpanan 2 bulan, P3=Penyimpanan 3 bulan. Semua perlakuan ini di ulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi pada semua parameter pengamatan dengan kombinasi perlakuan tanaman yang dilapisi bakteri (coating). Pelapisan benih dengan menggunakan Bakteri Pseudomonas sp dapat mempertahankan daya kecambah hingga97,93% dengan indeks vigor 88,90% sampai periode penyimpanan selama 3 bulan. Pelapisan benih dengan menggunakan bakteri Bacillus, sp mampu mempertahankan daya kecambah dengan persentase 93,45% dengan vigor 86,30%. Pada Rhizobium persentase daya kecambah sebesar 89,00% dengan indeks vigor 90,25%.  Selanjutnya, untuk persentase kejadian penyakit terlihat persentase terendah pada bakteri Pseudomonas dengan persentase 20%, diikuti Rhizobium sebesar 22 % dan Bacillus sebesar 26 % dibandingkan dengan kontrol sebesar 40%. Berdasarkan perlakuan Bakteri yang digunakan ketiga bakteri yang digunakan memiliki potensial untuk dikembangkan sebagai treatment dengan masa periode simpan 3 bulan.


Keywords


Pelapis benih, mikroba, daya simpan, vigor

Full Text:

PDF

References


Ashrafuzzaman, M., Hossen, F.A., Ismail M.R., Hoque, Md.A, Islam, M.Z,. Shahidullah, S.M., Meon, S. 2009. Efficiency of Plant GrowthPromoting Rhizobacteria (PGPR) for the Enhancement of Rice Growth. African Journal of Biotechnology 8 (7): 1247-1252.

Copeland LO, McDonald MB. 2001. Principles of Seed Science and Technology. 4th Edition. London ( GB). Kluwer Academic Pbl

Demir, I., K. Mavi. 2008. Seed vigor evaluation of cucumber (Cucumis sativus L.) seeds in relation to seedling emergence. Seed Sci. Tech. Vol.1 (1) :19-25.

El-Hamshary, and Khattab, A. 2008. Evaluation of Antimicrobial Activity of Bacillus subtilis and Bacillus cereus and Their Fusants Against Fusarium solani. Research Journal of Cell and Molecular Biology. 2,(2),24-29

Ilyas, S. 2012. Ilmu dan Teknologi Benih: Teori dan hasil-hasil penelitian. Bogor (ID): IPB Press.

Palupi T, Ilyas S, Machmud M, Widajati E. 2012. Pengaruh formula coating terhadap viabilitas dan vigor serta daya simpan benih padi (Oryza sativa L). Jurnal Agronomi Indonesia 40(1):21-28.

Prematirosari MB. 2006. Pengendalian penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) pada jagung manis dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sadjad.1993. Dari Benih Kepada Benih. Jakarta (ID): PT Grasindo

Setyowati E. 2013. Aplikasi bakteri probiotik untuk meningkatkan vigor bibit cabai (Capsicum annuum L.). [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Sulistiani. 2009. Formulasi spora Bacillus subtilis sebagai agens hayati dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada berbagai bahan pembawa. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Sutariati, G.A.K. 2009. Conditioning Benih dengan Rizobakteri untuk Meningkatkan Mutu Fisiologis dan Patologis Benih Cabai Pratanam. Warta-Wiptek 17 (1): 7-16




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v6i2.7225

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

 

https://scholar.google.co.id/citations?user=kvKzX3QAAAAJ&hl=id&authuser=4

Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)

Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License