Etnobotani Tumbuhan Obat Di Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara

Sri Hidayani, Muhammad Idris, Rahmadina Rahmadina

Abstract


Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Wonosari, mengetahui jenis penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan tumbuhan obat, mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat, mengetahui kegunaan lain dari tumbuhan obat yang dimanfaatkan, mengetahui nilai Index Of Cultural Significance (ICS) tumbuhan obat di Desa Wonosari. Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Objek penelitian adalah tumbuhan obat yang digunakan masyarakat Desa Wonosari, subjek dari penelitian ini adalah tokoh masyarakat yang mengetahui mengenai tumbuhan obat dan beberapa masyarakat Desa Wonosari. Dari hasil penelitian di dapatkan 28 jenis tumbuhan obat yang tergolong dalam 22 famili. Terdapat 3 jenis penggolongan penyakit yang menggunakan tumbuhan obat sebagai bahan pengobatan yang paling banyak yaitu, penyakit tidak menular  68%. Terdapat 5 bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk diramu adalah daun sebesar 43%. Terdapat 6 cara pengolahan tumbuhan obat, yang lebih banyak dilakukan dengan cara ditumbuk yaitu sebanyak 43%. Terdapat 2 kegunaan lain dari tumbuhan obat, yang paling banyak dimanfaatkan yaitu sebagai makanan tambahan 65%. Terdapat nilai ICS yang sering dipakai oleh masyarakat Desa Wonosari yaitu tumbuhan Curcuma domestica Val. memiliki nilai sebesar 90, hal ini menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang ada di Desa Wonosari punya nilai kepentingan tinggi.

Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Wonosari.


Keywords


Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Wonosari

Full Text:

PDF

References


Abdi, A. M., Wisnu, E. M., dan Syukur, M. S. (2017). Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Oleh Pembuat Jamu Di Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso. Jurnal Produksi Tanaman. 5 (7): 1162–1169.

Badan Pusat Statistik Labuhanbatu., (2020). Kecamatan Panai Hilir Dalam angka. CV Rilis Grafika. Medan.

Basir, M., (2015). Mengukur Kepentingan Budaya dari Sumber Daya Hutan Melalui Kajian Etnibotani Kuantitatif. Jurnal Teknologi Pertanian. 10 (1): 16-17.

Darmawan, A. (2016). Pedoman Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular. Jambi Medical Journal. 4 (2): 195–202.

Efremila, W. E., dan Sisilia, L. (2015). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Etnis Suku Dayak di Desa Kayu Tanam Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari. 3 (2): 234-246.

Laili, I., Ilmiah, S. N., dan Ifandi, S. (2022). Pemanfaatan Famili Zingiberaceae Sebagai Obat Tradisional Di Desa Tiremenggal Kabupaten Gresik. Jurnal Matematika Dan Sains. 2 (1): 195–202.

Maulidiah. (2020). Pemanfaatan Organ Tumbuhan Sebagi Obat yang diOlah Secara Tradisional di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 7 (2): 443-447.

Nomleni, F. T., Theodora, S. N. M., Yanti, D., dan Agus, M. (2020). Buku Ajar Etnobotani Masyarakat Lokal Desa Kakaniuk. Lakeisha. Jawa Tengah.

Rizal, S., dan Triana, S. (2019). Inventarisasi Dan Identifikasi Tanaman Bekhasiat Obat Di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Indobiosains. 1 (2): 50-62.

Suraida, S. T. (2020). Pengetahuan Tumbuhan Obat Oleh Suku Bali & Jawa di Desa Simpang Bayat Sumatera Selatan. UIN Alauddin Makasar. Makasar.

Wakhidah. (2017). Studi Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Obat Oleh Masyarakat Desa Marimabate Di Kecamatan Jailolo Halmahera Barat. Jurnal Pro-Life. 4 (1): 275- 286




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v6i2.7553

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

 

https://scholar.google.co.id/citations?user=kvKzX3QAAAAJ&hl=id&authuser=4

Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)

Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License