Hubungan Pemberian Kapsul Vitamin A, Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Tanjung Rejo

Mayasari Ramadhani


Abstract


Usia balita adalah periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Dibandingkan dengan masalah gizi lainnya, stunting adalah yang paling umum. Karena prevalensi stunting di Indonesia masih di atas 20%, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dibidang kesehatan untuk menangani stunting. Meskipun demikian, tampaknya tidak semua balita mendapatkan manfaat dari langkah-langkah seperti pemberian imunisasi, penimbangan posyandu, dan suplementasi vitamin A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemberian kapsul vitamin A dan jumlah kasus stunting yang terjadi pada balita di Puskesmas Tanjung Rejo pada tahun 2021. Penelitian analitik observasional ini dilakukan dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 100 balita, yang diambil dari rekam medis Puskesmas Tanjung Rejo pada tahun 2021, diambil untuk penetapan sampel secara berurutan. Dari 100 balita, 18 (18%) tidak menerima kapsul vitamin A; 9 (9%) menerima kapsul vitamin A secara tidak lengkap; dan 73 (73%) menerima kapsul vitamin A secara penuh. Semua balita, 83 (83%) tidak mengalami stunting, dan 17 (17%) mengalami stunting. Hasil dari uji Spearman dengan nilai p value = 0,000 (p kurang dari 0,05). Beberapa kasus stunting pada balita di Puskesmas Tanjung Rejo pada tahun 2021 terkait dengan pemberian kapsul vitamin A

Keywords


Kapsul Vitamin A, Stunting, Balita

Full Text:

PDF

References


Bahmat DO, Bahar H, Jus’at I. Hubungan Asupan Seng, Vitamin A, Zat Besi, dan Kejadian Stunting pada Balita (24-59) Bulan di Kepulauan Nusa Tenggara (RISKESDAS 2010). Dep Nutr Fac Heal Sci Esa Unggul Univ. Published online 2015:1-14.

Fatimah D, Chondro F. Hubungan pemberian kapsul vitamin A dan pengetahuan caregiver dengan stunting pada anak usia 24-59 bulan. J Biomedika dan Kesehat. 2020;3(4):176-182.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manajemen Terintegrasi Suplementasi Vitamin A.; 2016.

Leksono AW, Prameswary DK, Pembajeng GS. Risiko Penyebab Kejadian Stunting pada Anak. J Pengabdi Kesehat Masy. 2021;1(2):34-38.

Putri MG, Irawan R, Mukono IS. Hubungan Suplementasi Vitamin A, Pemberian Imunisasi, dan Riwayat Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya. Media Gizi Kesmas. 2021;10(1):72-79.

Putri MLP, Simanjuntak BY, Wahyu T. Konsumsi vitamin d dan zink dengan kejadian stunting pada anak sekolah SD Negeri 77 Padang Serai kota Bengkulu. J Kesehat Tanjung Karang. 2018;9(2):267-271.

Rachmawati et al. Hubungan Praktik Kesehatan pada Awal Kehidupan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Early Life Health Practice and Stunting Among Children Under-Five Years Old. J Media Kesehat Masy. 2019;15(2):120-127

Rachmawati S, Machmud PB, Hatma RD. Hubungan Praktik Kesehatan pada Awal Kehidupan dengan Kejadian Stunting pada Balita. 2019;15(2):120-127.

Redaksi Sehat Negeriku. Penyebab Stunting pada Anak. In: ; 2018.

Rusmalina S. Penimbangan Posyandu, Pemberian Imunisasi, dan Suplementasi Vitamin A pada Balita Stunting di Kota Pasuruan dan Kabupaten Jombang. J Kesehat Pena Med. 2019;9(2):48-54.

Setiawan E, Machmud R, Masrul M. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota padang Tahun 2018. J Kesehat Andalas. 2018;7(2):275-284.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v6i1.9237

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.