Analisis Gizi Dan Proses Pembuatan Nata Dari Berbagai Bahan Baku : Suatu Kajian Pustaka

Zahra Turriza, Tiara Dwi Aulia, Anisatu Zulkhistianingtias wakhidah


Abstract


Nata ialah bahan yang menyerupai gel terapung pada media yang mengandung gula dan asam hasil dari bentukan mikroorganisme Acetobacter xylinum, pembuatan nata dengan bahan baku air kelapa sudah  sangat umum dijumpai, sehingga diperlukan variasi dari berbagai bahan baku. Tujuan dari  penelitian  pertama memberi informasi kepada masyarakat bahwa akan pentingnya bahan baku  lain, seperti air cucian beras, rumput laut, lidah buaya, fermentasi ikan, sari buah buahan dan kulit buah buahan yang dapat dibuat menjadi nata mengetahui proses pembuatan nata,  kedua menginformasikan mengenai nilai gizi yang terkandung dari berbagai bahan baku nata serta peran kandungan serat pada nata untuk kesehatan.  Metode penelitian yaitu kajian pustaka, dengan menganalisis artikel ilmiah tentang nata yang terpublikasi di google scholar tahun 2012 sampai 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nata dengan bahan baku seaweed menghasilkan nata dengan ketebalan dan lama fermentasi yaitu 2,07–6,75 mm (10 hari)  sementara yang paling tipis dengan bahan baku sago hanya menghasilkan ketebalan dan lama fermentasi 0,10 cm (15 hari). Bahan baku lainnya memungkinkan menghasilkan nata dengan gizi yang tinggi dan bagus untuk pembuatan nata adalah nata de piel batatas (kulit ubi jalar), Sari buah kurma, dan Nata de sago.


Keywords


Nata, Pembuatan Nata, Bahan Baku, Gizi Nata, Acetobacter Xylinum

Full Text:

PDF

References


Adharani, N., Kurniawati, A., dan Sulistiono, S., 2017, Upaya minimalisasi dampak pencemaran dari limbah lemuru sebagai bahan baku nata de fish di kecamatan muncar kabupaten banyuwangi. jurnal enggano 2 (1), 1-10

Afreen, SS., & Lokeshappa, B., 2014. Production of bacterial cellulose from Acetobacter xylinum using fruit wastes as substrate. the international journal of science and technoledge, 2 (8): 57-64.

Amintarti, S., & Ajizah, A., 2021. Bimbingan Teknis Pembuatan Nata de piel batatas dari Kulit Ubi Jalar (Ipomoea batatas).Jurnal Pengabdian Masyarakat. 3 (4) hal 375-384

Apriyanto, M., Novitasari, R., dan Merdesci, H.,, 2021, Pemanfataan limbah cair pengolahan sagu menjadi nata de sago, jurnal masyarakat mandiri, 5 ( 4) hal 1234-1242

Cahyanti, N., A., & Nofianto, E., 2020 , Studi pendahuluan pembuatan nata buah naga dengan ekstrak kecambah dan sukrosa menggunakan Acetobacter xylinum. seminar nasional hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 1,universitas pgri semarang. ,hal 645-654.

Subroto, E., S., A., M., Dananti, K., & Wening, S.,l 2023, Pemanfaatan Produk Pertanian yang Biodegradable pada Home Industry Pengolahan Aloe vera menjadi Nata de Aloevera.Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademik ,1( 2) ,Hal 45-53

Fitriyah, L., R., Hastuti, S., U., & Witjoro, A., 2018, Kualitas nata de apple dengan perbedaan varietas apel (malus sylvestris) dan macam gula berdasarkan tebal, berat dan kadar serat, jurnal pendidikan biologi, 12 (1), hal 871

Gresinta, E., Pratiwi, D., R., Dmayanti, F., & Putra, P., E.,2019. Komparasi yield nata de tomato dengan bata de coco berdasarkan durasi fermentasi. universitas indraprasta pgri. ijis edu : indonesian j. integr. sci. education, 1 (2), halaman: 169-174.

Gsianturi. 2003. Tentang serat makanan. www.Gizi.net.

Harianingsih, H., Maharani, F., & Kusumaningrum, m.,2016, Pemberdayaan ibu rumah tagga melalui pelatihan pembuatan nata de leri di kelurahan banyumanik semarang, jurnal abdimas unwahas, 1 (1) Hal 17-22

Haryadi (2009). Pembuatan nata de phina dari kulit nanas. Laporan Penelitian Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Semarang

Hendrarti, N., E., dan Nasarani, S., A., R., 2020. Ekstrak kecambah kacang hijau sebagai pengganti amonium sulfat (za) dalam pembuatan nata de whey. jurnal penelitian peternakan terpadu. 2 (3). halaman 116-122.

Hermanto 2016. Pelatihan teknologi pembuatan nata de coco dan rengginang di desa arisan jaya kecamatan pemulutan barat. jurnal pengabdian sriwijaya, 4 ( 2), halaman 310-319.

Hermawati, L., Hastuti, S., U., & Witjoro, A., 2018, Kualitas nata dari kulit melon dengan perbedaan varietas melon (cucumis melo l.) dan macam gula berdasarkan tebal, berat dan kadar serat, proceeding biology education conference, 15 (1),hal: 872-879

Lembaga ilmu pengetahuan indonesia. (2014). Kekinian keanekaragaman hayati indonesia. lipi press

Lubis, W., Karim, A., & Nasution, J., 2021. Limbah kulit buah semangka (citrullus lanatus) sebagai bahan baku pembuatan nata, jurnal ilmiah biologi uma (jibioma), 3(2), halaman 49-55.

Nuzalifa , U., Y., Hastuti, S., U & Sueb, S., 2019. Pengembangan media pembelajaran booklet penyuluhan tentang pembuatan nata de melon bagi masyarakat petani, jurnal pendidikan; teori, penelitian, dan pengembangan, 4( 3), halaman 317-321,

Palupi, B., Rahmawati, I., & Setiawan, A., F., 2020, Pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi nata de musa di kabupaten lumajang, warta pengabdian, 14 (3) (2020), hal.153-163

Pebriana, R., R., dan Ganjari, E., L.,2018. Pembuatan nata de corn berdasarkan variasi kecambah kacang-kacangan sebagai sumber nitrogen organik. biospektrum jurnal biologi 1 (01),

Permatasari, S., A., Winaningsih, I., & Prasetiyo, A., J., 2019, Inovasi limbah cair singkong menjadi nata de cassava sebagai bisnis kuliner, jurnal pengabdian kepada masyarakat, 5 (3) hal 398-415

Rizal, M., H., Pandiangan, M., D., & Saleh, A., (2013). Pengaruh penambahan gula, asam asetat dan waktu fermentasi terhadap kualitas nata de corn. jurnal teknik kimia, 19(1)

Rodiah, A., S., Putra, W., A., Advinda, L., & Putri, H., D., 2021.Pembuatan nata menggunakan air kelapa. prosiding semnas bio 2021, universitas negeri padang. 1 (1), hal 748-755,

Rofita, D., Purnami, W., Abur, D., M., & Wangung, Y.,2022. Pengaruh jenis media dan perbandingan persentase media pada pembuatan nata de chayote. jurnal darma agung,30(3), hal. 144 - 151

Rohmah, S., Munandar, A., Surilayani, D.2022, Karakteristik nata de seaweed dengan perbedaan konsentrasi rumput laut gracilaria sp.media teknologi hasil perikanan, 10(3): 133–142

Rumi, 2016. Fermentasi nata dari sari buah kurma (phoenix dactylifera) terhadap beberapa variasi konsentrasi starter acetobacter xylinum. akademi farmasi tadulako farma palu. as-syifaa. vol 08 (01), hal 09-17,

Safitri, V., Irmayeni, N., Putri, N., W., Putri, S., Z., Amalia, R., F., Fevria, R., & Achyar, A., 2021, Pengembangan varian rasa produk nata de coco dengan menggunakan jeruk (citrus sinensis) terhadap tingkat kepuasan konsumen, jurnal prosiding semnas bio 2021, universitas negeri padang, 1 (2), hal 31-40

Salelatu, J., dan Rumahlatu, D.,2016 . Pengaruh lama fermentasi terhadap cita rasa nata de salacca. program studi pendidikan biologi. biopendix, 3(1),halaman 46-52,.

Sarkono, S., Muspiah, A., Jupri, A., Rohyani, S., I., & Hadi, I., 2018. Pemanfaatan limbah cair pengolahan tahu untuk pembuatan nata de soya di kelurahan kekalik jaya kota mataram. prosiding konferensi nasional pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility (pkm-csr) 1, halaman 998-1005,

Zaimah, F., dan Prihastanti, E., 2012. Uji penggunaan kompos limbah sagu terhadap pertumbuhan tanaman strawberry (fragaria vesca l.) di desa plajan kabupaten jepara. anatomi dan fisiologi, 20 (1): 18-28

Amiarsi, d., Arif, A., Budiyanto, A., & Diyono, W. 2015. Analisis parametrik dan non parametrik pengaruh konsentrasi sukrosa dan amonium sulfat terhadap mutu nata de melon. jurnal informatika pertanian. 24(1), 101-108.

Phong, H., Iin, l., Thanh, N., Long, B., & Dung, N. 2017. Investigating the conditions for nata-de-coco production by newly isolated acetobacter sp. journal of food science and nutrition. 4(1), 1ˉ6.

Hasan, t., hastuti, u., & prabaningtyas, s. 2014. Pengaruh variasi macam gula dan pengenceran sari kulit buah naga merah terhadap kualitas nata dari kulit buah naga merah (hylocereus polyrhizu).(online), (www.um.ac.id)

Harianingsih, dan suwardiyono. (2017). Pembuatan edible film dari nata de soya (ampas tahu) sebagai bentuk waste to product ukm tahu. jurnal ilmiah cendekia eksakta, 44-45

Ii yo, Komarek ar. 2017 Dasar-dasar serat makanan: kesehatan, nutrisi, analisis, dan aplikasi. kualitas makanan saf.; 1(1):47–59

Yang Y, ma s, wang x, zheng x., 2017 Modifikasi dan penerapan serat pangan pada makanan. j kimia.; 2017:9340427

O’keefe sjd. ,2018 perlunya menilai kembali kebutuhan serat makanan pada pasien sehat dan sakit kritis. klinik gastroenterol utara am. 47(1):219-229.

Masrul, M.,, Nindrea. R., D., . 2019, Serat makanan melindungi pasien kanker kolorektal di asia: analisis meta. akses terbuka maced j med sci. 7(10):1723-1727.

Deehan ec, duar rm, armet am, perez-muñoz me, jin m, walter j. 2017 modulasi mikrobioma gastrointestinal dengan karbohidrat fermentasi yang tidak dapat dicerna untuk meningkatkan kesehatan manusia. spektrum mikrobiol. 5(5).

Makki k, Deehan ec, Walter j, & Bäckhed f. 2018 Dampak serat makanan pada mikrobiota usus pada kesehatan dan penyakit inang. mikroba inang sel.;23(6):705-715.

Axelrod ch, dan Saps m. 2018, Peran serat dalam pengobatan gangguan fungsional saluran pencernaan pada anak. nutrisi. 10(11).

Hijová e, Bertková i, & štofilová j. 2019 Serat makanan sebagai prebiotik dalam nutrisi. pusat kesehatan masyarakat eur j. 27(3):251-255.

Benisi-kohansal s, saneei p, salehi-marzijarani m, larijani b, & esmaillzadeh a. 2016, Asupan gandum utuh dan kematian dari semua penyebab, penyakit kardiovaskular, dan kanker: tinjauan sistematis dan meta-analisis meta-respon dosis dari studi kohort prospektif. adv nutr. 7(6):1052-1065.

Aune d, keum n, giovannucci e, fadnes lt, boffetta p, & greenwood dc,2016,. Konsumsi biji-bijian dan penyakit risiko kardiovaskular, kanker, dan semua penyebab dan penyebab kematian spesifik: pengamatan sistematis dan meta-analisis respon dosis dari studi prospektif. bmj 353:i2716.

Zong g, gao a, hu fb, & sun q. 2016, Asupan gandum utuh dan kematian dari semua penyebab, penyakit kardiovaskular, dan kanker: analisis meta studi kohort prospektif. sirkulasi. 133(24):2370-2380.

González-díaz c, vilaplana-aparicio mj, & iglesias-garcía m. 2020, Bagaimana periklanan makanan fungsional dipahami? pendekatan pada mahasiswa universitas. nutrisi. 12(11).

Zeng h, lazarova & dl, bordonaro m. 2014, Mekanisme yang menghubungkan serat makanan, mikrobiota usus dan pencegahan kanker usus besar. onkol gastrointest dunia j. 6(2):41–51.

Islam su, ul-islam m, ahsan h, ahmed mb, shehzad a, & fatima a, 2021.Potensi penerapan selulosa bakteri dan kompositnya untuk pengobatan kanker. int j biol makromol. 168:301-309.

Agrippina wrg, widiyanti p, & yusuf h. 2017, Sintesis dan karakterisasi selulosa bakteri – ekstrak garcinia mangostana sebagai kandidat biofilm anti kanker payudara. j biomimetika, biomater biomed eng. 30:76–85.




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i1.9294

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.