Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2023

Nova Junfitri Purba, Donal Nababan, Rosetty Sipayung, Mindo Tua Siagian, Surya Anita


Abstract


Prevalensi baduta stunting di lokasi penelitin sudah cukup tinggi. Hal ini masih lebih tinggi dari target dinas kesehatan yaitu sebesar 28%. Melalui wawancara singkat di posyandu diperoleh informasi bahwa ada beberapa ibu balita yang tidak mengerti tentang stunting, dampak stunting serta faktor apa saja yang berhubungan dengan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Stunting Pada baduta di Puskesmas Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak baduta Data dianalisis melakukan uji analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan p value <0,05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan pengetahuan, pola asuh, sosial ekonomi, kepemilikan jamban, serta ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita. Para ibu perlu meningkatkan pengetahuan tentang gizi, pola makan yang sehat, perawatan anak, dan tumbuh kembang balita, memastikan anak mendapatkan cukup zat besi, melakukan pemeriksaan ANC selama kehamilan serta memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan. Selain itu juga pemerintah dan organisasi kesehatan perlu bekerja sama untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap jamban yang layak dan sanitasi yang bersih

Keywords


Stunting, Determinan Baduta

Full Text:

PDF

References


Aobama PJ, Purwito D. 2020. “ Determinan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Klampok 2 Kabupaten Banjarnegara.” Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2(9): 95-185.

Arfines, Puspitasari. 2019. “ Hubungan Stunting dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar di Daerah Kumuh Jakarta pusat.” Buletin Penelitian kesehatan 45(1): 45-52.

Dinkes Sumatera utara. 2019. Profil Kesehatan Sumatera Utara.

Dinkes Sumatera Utara. 2022. Laporan e-ppgbm Puskesmas Paringgonan Kabupaten Padang lawas.

Dwi Prihati N, Rini Fitriani, Rosiana R, Ulfaz, Ibrahim Manda. 2020.“ Analisa faktor resiko kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja puskesmas kecamatan pasarwajo kabupaten buton.”Jurnal keperawatan 4(2): 6-40.

Fatimah, Wirjatmadi. 2018. “ Tingkat kecukupan Vitamin A, Seng dan Zat Besi serta Frekuensiu Infeksi pada Balita Stunting dan Non Stunting” Media Gizi Indonesia 13(2): 168-175.

Kemenkes RI. 2013. “ Kerangka Kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka 1000 HPK tahun 2013.” Kemekes RI. Jakarta

Kemenkes RI. 2014. “ Modul Pelatihan PMBA ( Pemberian Makan Bayi dan Anak) tahun 2014. ” Kementrerian Kesehatan RI. Jakarta

Kemenkes RI. SSGI 2021. “ Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.” Kemenkes:1-220.

Nurmalasari Y, Anggunan A, Febriany TW. 2020. “Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 bulan diDesa Matara Ilir Kecamatan Seputih.” Survei Kebidanan Malahayati 6(2): 11–205.

Sampe SA, Toban RC, Madi MA. 2020. “ Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita.” Jurnal Kesehatan Sandi Husada. 11(1): 55-448




DOI: https://doi.org/10.30743/best.v7i1.9852

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.