METODE PENGGANTIAN LANTAI JEMBATAN DENGAN MENGGUNAKAN DOUBLE TEE DI DAERAH MUARA PARLAMPUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL

Muhammad Fariz Akbar, Subur Panjaitan, Jupriah Sarifah, Bangun Pasaribu

Abstract


Indonesia yang terdiri dari banyak pulau di mana pulau-pulau tersebut dibelah oleh sungai, untuk melancarkan lalu lintas antar kota dalam satu pulau perlu dibuat jembatan penghubung. Dari segi perencanaan jembatan yang dimaksud disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tanah pada daerah masing-masing. Pada pemakaian jembatan dengan berjalannya waktu tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya kerusakan terutama pada bagian lantai jembatan yang berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Faktor yang membuat kerusakan lantai jembatan adalah faktor pelaksanaan, faktor overload lalu lintas dan faktor air dengan drainase tidak sempurna. Penggantian lantai jembatan yang rusak, salah satu dengan mempergunakan lantai Double Tee yang dikhususkan untuk jembatan rangka baja dengan lebar kelipatan 3,5 meter. Jembatan Aek Muara Parlampungan yang berada di Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal dengan lintasan jembatan Merah Simpang Gambir dengan tipe rangka baja yang mengalami kerusakan lantai, panjang jembatan sebesar 55 meter dengan lebar 7 meter

Full Text:

PDF

References


Agus Setyo Muntohar, Bambang Supriyadi, 2000, Jembatan, Yogyakarta.

K.H.C.W.Van Der Veen Soemargono & H.J.Struyk. 1990, Jembatan, Jakarta.

Patar M. Pasaribu, Dipl. Trop, 1991, Konstruksi Baja Jembatan Rangka & Jembatan Gantung, Medan.

PT. Wijaya Karya, Perhitungan Struktur

SNI Beton Terbaru (SNI 2847:2013 )

Tony Hartono Bagio & Tavio, 2018, Dasar-Dasar Beton Bertulang, Surabaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Buletin Teknik

Fakultas Teknik - Universitas Islam Sumatera Utara
Website : https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/but
Email : bultek@ft.uisu.ac.id

Creative Commons License
Buletin Teknik is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License