Jejak Islam di Tanjungbalai

Yushar Tanjung

Abstract


Tanjungbalai sebagai pusat kekuasaan Kerajaan Asahan pada masa pra kemerdekaan merupakan salah satu bandar perdanaa yang ramai di pantai Timur Sumatera sehingga layak dikaji untuk menemukan aktivitas masyarakat di masa lalu. Oleh karena itu kajian ini dimaksudkan untuk mengetahui  proses awal masuknya agama Islam di Kota Tanjungbalai dan menelisik proses perkembangan agama Islam di Kota Tanjungbalai sekaligus menemukan tokoh penyebar agama Islam di Kota Tanjungbalai serta, berusaha menemukan bangunan-bangunan peninggalan bercorak Islam sebagai bukti nyatai keberadaan Islam di sini. Kajian ini dikategorikan sebagai penelitian Sejarah dengan menggunakan metode Library Research dan Field Research dengan pendekatan deskriptif-historis. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi atas beberapa peninggalan bersejarah yang masih dapat ditemukan. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah penyebaran Islam di Kota Tanjungbalai tidak terlepas dari peran besar Kesultanan Asahan yang berkedudukan di Kota Tanjungbalai. Selain itu juga terdapat peninggalan Islam di Kota Tanjungbalai berupa bangunan meliputi  masjid, makam, gaya batu nisan dan lembaga kependidikan berupa madrasah Islam dan toko-tokoh ulama yang menunjukkan gairah keagamaan di kawasan ini hingga sekarang.

Keywords


Islam; sejarah; Tanjungbalai.

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, D. (1999). Metodologi Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Abror, A. R. (2009). Pantun Melayu Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara. Yogyakarta: LkiS.

Aceh, Aboebakar. (1985). Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia. Solo: Ramadhani.

Al-Qaradhawi, Y. (2013). Distorsi Sejarah Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Ambary, H. M. (2001). Menemukan Peradaban Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Steenbrink, K. A. (1991). Pesantren, Madrasah, Sekolah. Jakarta: LP3ES.

Basarshah II, T. L. S. (2006). Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur. Medan: Yayasan Kesultanan Serdang.

Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI-Press.

Koentjaraningrat. (1997). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Marsden, W. (2013). Sejarah Sumatera. Jakarta: Komunitas Bambu.

Matondang, H. A. (2004). Kewajiban Tuhan? Pemikiran Kontroversial Ulama Tanjungbalai Asahan Syaikh Ismail ‘Abd Al-Wahhab. Medan: LP2-IK.

Meuraxa, D. (1963). Sejarah: Masuknya Islam ke Bandar Barus Sumatera Utara. Medan: Sastrawan.

Perret, D. (2010). Kolonialisme dan Etnisitas Batak Melayu di Sumatera Timur Laut. Bogor: Gafika Mardi Yuana.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Syam, N. (2005). Islam Pesisir. Yogyakarta: LkiS.

Arkeologi, Pusat Penelitian. (2002). 25 Tahun Kerjasama. Bogor: Grafika Mardi Yuana.




DOI: https://doi.org/10.30743/mkd.v4i1.3716

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Yushar Tanjung

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan | Email: pend.sejarah@fkip.uisu.ac.id | mukadimah@fkip.uisu.ac.id

Creative Commons License