Situs Arkeologis Kota Rentang dan Jejak Kemaritiman Masa Lampau

Adam Zaki Gultom

Abstract


Peradaban pesisir timur Sumatera terjadi akibat dari aktivitas perdagangan yang terjadi di kawasan sepanjang pesisir. Peradaban masa lampau tentulah meninggalkan jejak-jejak kehidupannya berupa fragmen keramik, tembikar, bangunan, bata, nisan dan sebagainya. Di Pesisir timur Sumatera Utara terdapat satu kawasan situs, yaitu Situs Kota Rentang yang dahulunya merupakan kawasan perdagangan yang aktif pada masa lampau. Kawasan ini menjadi salah satu poros peradaban di Sumatera Utara selain Pulau Kampai dan Situs Kota Cina. Dengan banyaknya temuan arkeologis di kawasan ini membuktikan bahwa kawasan ini dahulunya ramai didatangi pedagang-pedagang luar nusantara untuk melakukan proses niaga dengan pedagang setempat. Hal ini tentu saja membuat terjadinya interaksi lokal dengan internasional, yang mempengaruhi cerita sejarah di Sumatera Utara.

Kata kunci: situs arkeologis, Kota Rentang, kemaritiman.

Peradaban pesisir timur Sumatera terjadi akibat dari aktivitas perdagangan yang terjadi di
kawasan sepanjang pesisir. Peradaban masa lampau tentulah meninggalkan jejak-jejak
kehidupannya berupa fragmen keramik, tembikar, bangunan, bata, nisan dan sebagainya. Di
Pesisir timur Sumatera Utara terdapat satu kawasan situs, yaitu Situs Kota Rentang yang
dahulunya merupakan kawasan perdagangan yang aktif pada masa lampau. Kawasan ini
menjadi salah satu poros peradaban di Sumatera Utara selain Pulau Kampai dan Situs Kota
Cina. Dengan banyaknya temuan arkeologis di kawasan ini membuktikan bahwa kawasan ini
dahulunya ramai didatangi pedagang-pedagang luar nusantara untuk melakukan proses niaga
dengan pedagang setempat. Hal ini tentu saja membuat terjadinya interaksi lokal dengan
internasional, yang mempengaruhi cerita sejarah di Sumatera Utara.
Kata kunci: situs arkeologis, Kota Rentang, kemaritiman.

Full Text:

PDF

References


Damanik, E. L. (2008). Situs Kota Rentang. Retrieved from https://ipie3.wordpress.com/2008/12/18/situs-sejarah-kota-rentang/

Koestoro, L. P., Purnawibowo, S., & Oetomo, R. W. (2016). Dinamika Aktivitas Kemaritiman di Pulau Kampai, Kota Cina, dan Kota Rantang, Sumatera Utara. Sangkhakala Balai Arkeologi, 19(2), 96–109.

McKinnon, E. E. (1994). Yue and Longquan Wares in Sumatra. New Light on Chinese Yue and Longquan Wares Hong Kong: University of Hong Kong Centre of Asian Studies, 284–298.

Perret, D. (2010). Kolonialisme dan Etnisitas: Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut. Jakarta: KPG.

Soedewo, E., Satria, D., Damanik, E., Nisa, K., Hasanuddin, & Situngkir, B. (2011). Penelitian Situs Dunia di Sumatera Utara: Kota Rentang dan Pulau Kampai. In M. N. S. Utara (Ed.), Penelitian Situs Dunia Di Sumatera Utara : Kota Rentang dan Pulau Kampai (pp. 3–4). Medan: Museum Negeri Sumatera Utara.

Suprayitno, S. (2012). Islamisasi di Sumatera Utara: Studi Tentang Batu Nisan di Kota Rantang dan Barus. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 36(1), 154–173.




DOI: https://doi.org/10.30743/mkd.v2i1.658

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Adam Zaki Gultom

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MUKADIMAH: Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Ilmu-ilmu Sosial

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License