Konstruksi Konflik dan Bina-Damai dalam Keberagaman Masyarakat Jawa

Suryo Adi Sahfutra

Abstract


Agama dalam perspektif sosiologis sering muncul dalam dua wajah ganda, yaitu sebagai sumber konflik sekaligus sumber bina-damai. Faktanya, sulit dihindari bahwa adanya pemahaman yang menguatkan eskalasi konflik bersumber dari pemahaman ajaran agama, begitu juga sebaliknya proses bina-damai. Dalam konstruksi masyarakat Jawa, konflik dan bina-damai juga memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Setidaknya dalam riset ini ditemukan bahwa masyarakat Jawa lebih memilih hidup rukun daripada konflik. Watak yang demikian mendominasi alam berpikir masyarakat Jawa. Oleh karena itu, bangunan tentang kedamaian mewujud tidak hanya dengan manusia melainkan juga dengan alam. Banyaknya prosesi ritualistik yang dibangun dalam sistem budaya menunjukkan bahwa orang Jawa senantiasa ingin berdamai dengan semua makhluk yang ada di alam raya.

Kata kunci: Konflik, bina-damai, masyarakat Jawa, integrasi.


Full Text:

PDF

References


Camara, D. H. (2000). Spiral Kekerasan. (K. Apiru, Trans.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

From, E. (2001). Akar Kekerasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Galtung, J. (2002). Kekerasan Budaya. In T. Santoso (Ed.), Teori-teori Kekerasan. Jakarta: Ghalia Indonesia& Universitas Kristen Petra.

Geertz, C. (1983). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.

Geertz, H. (1961). The Javanese Family: A Study of Kinship and Socialization. New York: The Free Press.

Hanafi, H. (2001). Agama, Kekerasan dan Islam Kontemporer. (A. Nadjib, Trans.). Yogyakarta: Kanisius.

Iroegbu, P. (1997). Ethnicism and Religion in Conflict. Journal of Dharma, XXII(31).

Jay, R. R. (1969). Javanese Villagers: Social Relations in Rural Modjokuto. Massachusetts: The M.I.T. Press.

Juergensmeyer, M. (1994). The New Cold War? Religious Nationalism Confronts the Seculer State. London: University of California Press.

Keesing, R. M. (1999). Antropologi Budaya. Jakarta: Erlangga.

Kleden, I. (1984). Soedjatmoko, Sebuah Psikologi Pembebasan. In Soedjatmoko (Ed.), Etika Pembebasan. Jakarta: LP3ES.

Koentjaraningrat. (1969). Rintangan-rintangan Mental dalam Pembangunan Ekonomi di Indonesia. Jakarta: Bharata.

Koentjaraningrat. (1979). Aneka Warna Manusia dan Kebudayaan Indonesia. In Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat. (1981). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kutz, L. R., & Turpin, J. (2002). Menguraikan Jaringan Kekerasan. In T. Santoso (Ed.), Teori-teori Kekerasan. Jakarta: Ghalia Indonesia & Universitas Kristen Petra.

Magnis-Suseno, F. (1991). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: PT Gramedia.

Magnis-Suseno, F. (2007). Bisakah Agama-Agama Terbuka Satu Sama Lain? In T. B. PGI (Ed.), Meretas Jalan Teologi Agama-Agama di Indonesia: Theologia Religionum. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Mulder, N. (1978). Mysticism and Everyday Life in Contemporary Java: Cultural Persistence and Change. Singapore: Singapore University Press.

Mulder, N. (1984). Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa. Jakarta: PT Gramedia.

Nimer, M. A. (2010). Nirkekerasan dan Bina-Damai dalam Islam Teori dan Praktik. (R. Panggabean & I. Ali-Fauzi, Eds.). Jakarta: Pustaka Alvabet dan Yayasan Paramadina.

Parsons, T. (1997). The Sosial System. London and New York: Routledge.

Ritzer, G. (1982). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berwajah Ganda. Jakarta: Rajawali Press.

Riyadi, H. (2016). Koeksistensi Damai dalam Masyarakat Muslim Modernis. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 1(1).

Sahfutra, S. A. (2012). Pendekatan Budaya dalam Harmonisasi Relasi Muslim dan Non Muslim. Jurnal Ibda’, 10(2).

Saifuddin, A. F. (1986). Konflik dan Integrasi: Perbedaan Faham dalam Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Sunardi, S. (1996). Keselamatan Kapitalisme Kekerasan, Kesaksian atas Paradoks-paradoks. Yogyakarta: LKiS.

Thomshon, K. (1996). The Language of Sociology. London and New York: Routledge.

Trigg, R. (1998). Rasionality and Religion. Oxford: Rasionality and Religion.

Triyoga, L. S. (2010). Merapi dan Orang Jawa Persepsi dan Kepercayaannya. Jakarta: Gramedia.

Turner, J. H., Beeghley, & Power, C. (1998). The Emergence of Sosiological Theory. Belmont: Wadsorth Publishing Company.

Windhu, I. M. (1991). Kekuasaan dan Kekerasan Menurut Jhon Galtung. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: https://doi.org/10.30743/mkd.v2i1.659

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Suryo Adi Sahfutra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MUKADIMAH: Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Ilmu-ilmu Sosial

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP - Universitas Islam Sumatera Utara
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan

Creative Commons License