ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L) ORGANIK DAN NON-ORGANIK (Studi Kasus : Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang)

Dedi Kusbiantoro, Yayuk Purwaningrum

Abstract


Budidaya dengan sistem pertanian organik semakin populer dilakukan oleh produsen pertanian atau petani.  Berbagai  manfaat  pertanian  organik  adalah  untuk  menjaga  kelestarian lingkungan,  menjaga  kesehatan  konsumen,  serta  menjaga  keberlanjutan  produksi. Tujuan utama pertanian organik adalah untuk menghasilkan produk pangan yang aman bagi petani, konsumen, dan lingkungan.

Produktivitas antara tanaman cabai merah organik dan non organik di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang tidak berbeda nyata. Begitu juga dengan  Efisiensi (R/C ratio) antara tanaman cabai merah organik dan non organik di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang tidak berbeda nyata


Keywords


Pertanian Organik; Produktifitas; Effisiensi

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2018. Sensus Pertanian. Diakses melalui (serial online) http://st2013.bps.go.id/dev2/index.php/site/topik?kid=3&kategori=Tanaman-Hortikultura. Diakses pada pukul 23.57 tanggal 2 Maret 2020. Medan.

Dewi, I.A.R.P., W. Sudarta, dan I.N.G. Ustriyana. 2013. Persepsi konsumen terhadap beras organik dan anorganik di toko Satvika Boga Sanur Denpasar. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata.

Direktur Jendral Hortikultura. 2018. Statistik Tanaman Sayuran. Departemen Pertanian. Jakarta.

Ernanda, Fersony. 2010. Perbedaan Hasil dan Biaya Produksi Pada Budiaya Pertanian Organik dan Pertanian Anorganik (Studi Kasus : Kelompok Tani Harapan di Desa Palbapang Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Yogyakarta). Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Iryanti, Rina. 2005. Analisis Usahatani Komoditas Tomat Organik dan Anorganik (Studi Kasus: Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Bogor). Skripsi. Departemen Ilmu- Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Merliza, Fristiana, 2008. Analisis Usahatani Cabai Merah Organik (Studi Kasus Kelompok Tani ”Kaliwung Kalimuncar” Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Bogor). Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis. Fakultas. Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Mubyarto. 1994. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES, Jakarta

Nasution.A.H, Hanter, P. Rahman. 2019. Keragaan Pemasaran Cabai Merah di Sumatera Utara Kasus Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Jurusan Agribisnis Hortikultura. Fakults Pertanian. Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia. Medan.

Nurliah, Elly. 2002. Analisis Pendapatan Usahatani Dan Pemasaran Cabai Merah Keriting di Desa Sindangmekar Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurusan Ilmu- Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Putri.S, S.I. Santoso dan W.D. Prastiwi. 2017. Analisis Komparasi Pendapatan Petani Cabai Merah Keriting Organik Dan Non Organik di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Jurusan Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro. Semarang.

Sudalmi, E.S. dan J.M.S. Hardiatmi. 2017. Analisis perbandingan biaya dan pendapatan usahatani cabe dan usahatani pare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Jawa Tengah.

Supriadi, D.R. A.D Susila dan E. Sulistyono. Analisis Penetapan kebutuhan air cabai merah dan cabai rawit. Jurusan Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institute Pertanian Bogor. Bogor.

Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta.

Soekartawi. 2006. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia. UI Press. Jakarta.

Sri Swasatika, dkk. 2017. Teknologi Budidaya Cabai Merah. Penerbit Universitas Riau. UR Press. Riau.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.