PELATIHAN PEMBUATAN MIE DAN NUGGET IKAN BULAN-BULAN (Megalops cyprinoides) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU DAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DI DESA KOTASAN KECAMATAN GALANG

Novriani Tarigan, Urbanus Sihotang

Abstract


Konsumsi pangan masyarakat masih belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Ikan bulan-bulan sangat jarang dikonsumsi oleh masyarakat dan belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan, padahal mempunyai nilai gizi yang tinggi dan rasanya enak. Tanaman kelor adalah salah satu tanaman yang paling luar biasa yang pernah ditemukan, dimana kelor secara ilmiah merupakan sumber gizi yang tinggi. Hasil penelitian tahun 2020, diperoleh formulasi mie dan nugget yang paling disukai adalah kompoisisi ikan bulan-bulan 125 gram dan tepung daun kelor 10 gram.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu balita dan Ibu hamil membuat mie dan nugget ikan bulan-bulan (Megalopscyprinoides) dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa Oleifera) dan tepung kacang hijau. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di rumah kader Posyandu Desa Kotasan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan terlebih dahulu dilakukan ceramah dengan alat bantu LCD, Leaflet dan Booklet dilanjutkan dengan metode demontrasi.Hasil evaluasi pelatihan, seluruh peserta menyatakan materi sangat berguna, menarik, sesuai, mudah dimengerti, metode pelatihan sangat sesuai, namun masih ada peserta belum sepenuhnya bisa menerima mie dan nugget karena adanya bau langu. Kesimpulan Peserta pelatihan pembuatan mie dan nugget ikan bulan- bulan dengan variasi penambahan tepung daun kelor dan tepung kacang hijau sudah memahami cara mengolah mie dan nugget.


Keywords


Ikan bulan – bulan; kelor; mie; nugget; pelatihan

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Hariani, and Wiralis. 2022. “Peningkatan Gizi Masyarakat Melalui Pemberian Nuget Formula Ikan Layang Dengan Penambahan Daun Kelor Terhadap Kadar Seng Ibu Hamil Kurang Energi Kronik.” Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5 (1): 325–31.

Aini Quarratu, 2019. Analisis Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oliefera) pada pengobatan diabetes mellitus. Penerbit Syahkuala University Press Arini, Arini, and Iin Octaviana Hutagaol. 2021. “Anchovies and Moringa Leaf Biscuits to Increase HB Levels and Body Weight of Pregnant Women.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 10 (1): 112–17.

Aminah, Syarifah, dkk, 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor(Moringa Oleifera).Jurnal Buletin Pertanian Perkotaan.

Ashri Novita Mogi, 2019. Pengaruh Penambahan Wortel (Daucus Carota L) dan Daun Kelor (Moringa Oliefera) pada pembuatan mie ikan kakap (Lutes Claclaifer).

Cahyani, Bija, dkk, 2020. Karakteristik ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides) dan potensinya sebagai tepung ikan. Jurnal Teknologi Pangan, Vol 11 Nomor 2

Habibah, Ummi, Nurlaili Nurlaili, Zuhra Amalia, and Zahra Fona. 2018. “Pelatihan Pemanfaatan Daging Ikan Bulan Pada Pembuatan Kerupuk Ikan Yang Bebas Dari Bahan Tambahan Makanan Sintetis Di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.” Jurnal Vokasi - Politeknik Negeri Lhokseumawe 2 (1). https://doi.org/10.30811/vokasi.v2i1.677.

Isnan, Wahyudi. n.d. “Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Bagi Masyarakat Wahyudi Isnan Dan Nurhaedah M.,” 63–75.

Kemenkes RI, 2018. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta

Krisnandi (2010). Kelor super nutrisi. Pusat informasi dan pengembangan tanaman kelor Indonesia , Biora.

Krisnandi. 2015. Kelor Super Nutrisi. Blora : Pusat Informasi Dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia

Krisnadi, 2015, & M, N. (2017). Ragam Manfaat Tanaman Kelor ( Moringa oleifera Lamk) Bagi Masyarakat. Info Teknis EBONI, 14(1), 63–75.

Kurniawati Indah,2018. Karakteristik tepung daun kelor dengan metode pengeringan sinar matahari

Martianto, D dan M. Ariani.2004. Analisis Perubahan Konsumsi dan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat dalam Dekade Terakhir.Prosiding WNPG VIII.Jakarta, 17-19 Mei.LIPI. Jakarta.

Mufarihat, I.K., Haryati S. &, and A. Munandar. 2019. “Karakteristik Bontot Dengan Kombinasi Daging Ikan Payus (Elops Hawaiiensis) Dan Ikan Bulan-Bulan (Megalops Cyprinoides).” Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 22 (3): 476–82.

Muliyati, Hepti, and Iin Octaviana Hutagaol. 2020. “Formulasi Biskuit Sumber Energi Dan Protein Dari Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Tulang Ikan Sidat (Anguila Sp) Untuk Baduta Stunting.” Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan 4 (1): 11–21.

Ranchman Handewi P.S. dan M. Ariani. 2008. Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Indonesia: Permasalahan dan Implikasi untuk Kebijakan dan Program. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(2): 140-154

Rustamaji, Gias Anjar Sasmita, and Rita Ismawati. 2021. “Daya Terima Dan Kandungan Gizi Biskuit Daun Kelor Sebagai Alternatif Makanan Selingan Balita Stunting.” Jurnal Gizi Universitas Negeri Suarabaya 1 (1): 31–37.

Silitonga, Yuanita dan. 2019. “Kualitas Kimia Dan Nilai Organoleptik Nugget Daging Itik Dengan Menggunakan Bahan Pengisi Yang Berbeda Chemical Quality and Organoleptic Value of Duck Meat Nuggets with Various Fillers.” Jurnal Ilmu Hewani Tropika 8 (1): 36–41.

Tabel Komposisi Pangan Indonesia. 2017. PT Gramedia, Jakarta.

Toma, A., & Deyno, S. (2014). Phytochemistry and pharmacological activities of Moringa oleifera. International Journal of Pharmacognosy, 1, 222-231

UU No 18, 2012.Tentang Pangan

Wiguna, I. 2018. Pasar dan Khasiat Kelor. PT Tribus Swadaya. Jakarta

Winarno F.G, 2018. Tanaman Kelor (Moringa Oliefera) Nilai Gizi, Manfaat, Potensi usaha. . Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.