Kompetisi Gulma dan Tanaman Cabai (Capsicum sp.) Pada Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Kambing

Oktavianus Dongga Hunggurami, Yonce Melyanus Killa

Abstract


Tanaman sawi Salah satu komoditas pertanian utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah cabai dengan aroma, rasa, dan warnanya yang khas, cabai sering dimanfaatkan sebagai rempah dan bumbu dalam berbagai masakan. Peningkatan produksi tanaman cabai dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah melalui pemberian pupuk pupuk dari kotoran kambing. Pupuk yang di aplikasikan adalah pupupk kandang kambing yang mempunyai kandungan 0,60% N, 0,30% P, 0,17% K, dan 85% H2O, dengan rasio C/N sebesar 21,12%. Hal ini dilakukan penggunaa aplikasi pupuk kandang kambing terhadap kompetisi gulma dan tanaman cabai (capsicum sp.) pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing. Penelitian di laksanakan pada bulan februari-maret 2025 di Desa Kiritana, yang berada di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini susun dengan mengunakan Rancangan acak lengkap yang terdiri atas 5 perlakuan dosis pupuk kandang kambing dengan 4 ulangan dan terdapat 20 unit plot percobaan tanaman cabai. Hasil penelitian terlihat bahwa pemberian pupuk kandang kambing dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, tetapi pemberian pupuk dengan dosis P2 memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah gulma dan pada berat buah yaitu pada dosis P4 yang memberikan nilai tertinggi.

Full Text:

PDF

References


Amelta, W., Eliyanti, E., & Rainiyati, R. (2021). Pengaruh Kombinasi Berbagai Konsentrasi Poc Kotoran Kambing Dan Dosis Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L) (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS JAMBI).

Firdaus, R., & Juanda, B. R. (2022, January). Pengaruh varietas dan dosis pupuk NPK mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah hibrida. In Prosiding Seminar Nasional Pertanian (Vol. 4, No. 1, pp. 111-124).

Firokhman, A., Suryanto, A., & Tyasmoro, S. Y. (2016). Kajian Umur Kepras Dan Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 4(6), 494-502.

Tadjema, N. Y., Mowidu, I., & Pangli, M. (2018). Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays certain kulesh). Agropet, 15(1), 48-57.

Utami, S., Murningsih, M., & Muhammad, F. (2020). Keanekaragaman dan dominansi jenis tumbuhan gulma pada perkebunan kopi di hutan wisata nglimut kendal jawa tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 411-416.

Nurlaili, N. (2010). Respon pertumbuhan tanaman jagun (Zea Mays. L) dan gulma terhadap berbagai jarak tanam. Agronobis, 2(4), 19-29.

Karenga, F., Killa, Y. M., Kapoe, S. K., & Jawang, U. P. (2022). Jenis Dan Dominasi Gulma Pada Lahan Tanaman Jagung Di Lokasi Food Estate Kabupaten Sumba Tengah. AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 6(1), 26-31.

Santoso, B., Amarullah, A., & Santoso, D. (2019). Pengaplikasian Radiasi Elektromagnetik Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L.). J-Pen Borneo: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(1).

Nurfalach, D. R. (2010). Di UPTD Perbibitan Tanaman Hortikultura Desa Pakopen Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.

Harpenas, A., & Dermawan, R. (2010). Budi daya cabai unggul. PT Niaga Swadaya.

Oktavianti, R. (2018). Aplikasi PCR (polimerase chain reaction) menggunakan primer spesifik untuk mendeteksi cabai yang toleran terhadap kekeringan (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Suryana, D. (2013). Menanam Cabe: Tanaman Cabe. CreateSpace Independent Publishing Platform.

Murti, D. A., Sriyani, N., & Utomo, S. D. (2015). Efikasi Herbisida parakuat diklorida terhadap gulma umum pada tanaman ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.). Jurnal Agrotek Tropika, 3(3).

Widia, P. R. (2023). Pengaruh Jenis Mulsa Dan Pupuk Terhadap Pertumbuhan Gulma Dan Tanaman Serta Produksi Pakcoy (Brassica rapa Subsp. Chinensis).




DOI: https://doi.org/10.30743/agr.v13i2.13382

Refbacks

  • There are currently no refbacks.